Tuesday, March 19, 2019

Anisositosis

Anisositosis merupakan sebuah kondisi di mana seseorang menderita sesak nafas yang disertai dengan jantung berdetak lebih cepat dari normalnya. Anisositosis sendiri diketahui sebagai suatu keadaan sederhana di mana ukuran sel darah merah di dalam tubuh seseorang ditemukan tidaklah sama. Pada umumnya, gangguan kesehatan seperti ini cenderung lebih mudah menyerang para penderita thalassemia, anemia maupun gangguan kesehatan sel darah lain.

Pada waktu diperiksa atau diuji, maka biasanya akan ditemukan bahwa sel-sel darah merah akan memiliki ukuran yang berbeda untuk kondisi penyakit tersebut. Kata ‘aniso’ sendiri memiliki arti tidak setara sedangkan untuk ‘sitosis’ sendiri merupakan sebuah kata yang merujuk pada makna sel. Untuk dapat mengatasinya, maka kita perlu mengenali penyebab dan gejalanya lebih dulu.

Penyebab

Anisositosis terjadi tentu dengan beberapa alasan dibaliknya. Ada sejumlah faktor yang diketahui menjadi penyebab dari ukuran sel darah merah yang berbeda dan memicu timbulnya beberapa keluhan yang cukup mengganggu dan tidak nyaman pada penderitanya.

  • Sindrom Myelodysplastic

Jenis sindrom ini rupanya bisa menjadi salah satu alasan mengapa anisositosis terjadi dan kelainan ini dapat memunculkan kelainan tepat di bagian sumsum tulang belakang beserta darah kita. Pada akhirnya hal ini kemudian berakibat pada pembentukan sel darah yang tidak beraturan. Sindrom ini perlu terdeteksi lebih dulu agar mampu mengatasi masalah anisositosis.

Vitamin B12 tentunya adalah salah satu jenis vitamin penting yang setiap tubuh manusia perlukan sebab komponen vital ini merupakan komponen pembentuk sel darah merah. Penurunan produksi sel darah merah pun akan mengalami penurunan apabila tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin B12. Sebagai akibatnya, anemia pernisiosa pun terjadi dan juga anisositosis berikut gangguan pada kesehatan saraf.

Nutrisi penting lainnya yang tak boleh sampai ketinggalan untuk dipenuhi oleh setiap tubuh manusia adalah vitamin A karena inilah salah satu cara menjaga kesehatan mata. Tak hanya itu, vitamin A akan membantu tubuh melawan berbagai jenis penyakit sehingga bila sampai tubuh kekurangan vitamin ini, akibatnya juga meliputi ukuran sel darah merah tak beraturan.

Sebagai pembentuk darah, mineral zat besi harus ada di dalam setiap tubuh manusia dan tak boleh sampai kekurangan akan nutrisi ini. Ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi, sel darah merah juga turut berkurang sehingga berakibat pada timbulnya anemia dan menjadi faktor pemicu anisositosis.

  • Transfusi Darah

Anisositosis juga dapat disebabkan salah satunya oleh faktor tindakan medis seperti transfusi darah. Namun apabila kasus anisositosis yang dialami penderita disebabkan oleh transfusi darah, sifatnya hanya sementara saja sehingga tak akan menimbulkan kekhawatiran berlebih.

  • Anemia Diamond-Blackfan

Anemia jenis ini merupakan sebuah keadaan di mana sumsum tulang tak lagi mampu melakukan pembentukan sel darah merah secara memadai. Anemia semacam ini ditandai dengan kondisi anisositosis pada umumnya.

Gejala

Pada banyak kondisi medis, selalu ada tanda-tanda tertentu yang dikeluhkan penderita dan anisositosis pun demikian. Gejala-gejala ini adalah yang paling umum dan penting untuk diwaspadai.

  • Sesak nafas. Sulit bernapas atau napas yang pendek-pendek kerap terjadi pada penderita dan terjadi dari waktu ke waktu.
  • Tubuh cepat lelah. Kelelahan pada tubuh tanpa adanya alasan yang jelas menjadi salah satu tanda paling utama dan menonjol. Kelelahan ini kerap disertai juga dengan kurangnya energi di dalam tubuh bahkan sebelum melakukan pekerjaan yang berat.
  • Kulit pucat. Tubuh yang kurang energi dan kelelahan biasanya juga akan diikuti dengan kondisi kulit pucat. Gejala satu ini akan jauh lebih nampak pada bagian kuku dan bola mata juga.
  • Detak jantung lebih cepat. Jantung yang berdebar-debar walau tidak melakukan pekerjaan berat bisa jadi merujuk pada kondisi anisositosis. Peningkatan detak jantung adanya aktivitas fisik intens perlu segera mendapatkan penanganan.

Ukuran sel darah merah yang ukurannya berbeda akan menimbulkan serangkaian gejala seperti yang sudah disebutkan tersebut karena itu artinya oksigen yang seharusnya dibawa secara efisien ke seluruh jaringan tubuh menjadi kurang. Demi memastikan bahwa gejala-gejala tersebut bukanlah disebabkan oleh kondisi penyakit lain seperti gagal jantung, periksakan segera ke dokter dan konsultasikanlah bagaimana cara mengatasinya.

Pengobatan

Ketika gejala muncul, kita bisa langsung ke dokter untuk memeriksakan diri di mana pemeriksaan akan meliputi langkah-langkah seperti tes darah. Namun, ada pula beberapa jenis tes yang bisa dilakukan sendiri di rumah seperti tes kekurangan kalsium, tes anemia, tes fungsi kelenjar tiroid, serta tes fungsi kelenjar adrenal.

Sesudah hasil diagnosa keluar dan dijelaskan oleh dokter, maka dokter juga baru bisa menentukan langkah perawatan paling tepat. Tergantung dari penyebabnya, dokter kemungkinan akan menyarankan diet suplemen untuk menambah asupan vitamin B12, zat besi maupun vitamin A apabila faktor penyebab anisositosis adalah salah satu dari faktor tersebut.

Ketika jenis sindrom atau anemia tertentulah yang menyebabkan anisositosis, transfusi darah kemungkinan menjadi solusi yang ditawarkan oleh dokterdan transplantasi sumsum tulang untuk kasus sindrom myelodysplastic. Dengan pengobatan yang dianjurkan dokter ini pun sudah cukup untuk memulihkan keadaan pasien tanpa efek samping.

Walau tidaklah begitu serius hingga mengancam jiwa, tetap saja anisositosis mampu menimbulkan berbagai kondisi komplikasi, seperti kadar sel darah putih atau trombosit rendah. Tak hanya itu, bahaya lainnya dapat berupa cacat lahir untuk komplikasi kehamilan serta kerusakan sistem saraf pada penderitanya ketika anisositosis tak ditangani dengan benar atau diabaikan sama sekali.

No posts to display

Recommended