Monday, May 27, 2019

Abses Gigi

Abses gigi merupakan suatu kondisi di mana ada pembentukan benjolan yang berupa kantung pada gigi di mana isinya adalah nanah dan penyebab utamanya adalah infeksi bakteri. Ketika seseorang memiliki kesehatan dan kebersihan gigi yang cukup rendah, maka infeksi bakteri akan lebih mudah menyerang dan memicu abses gigi ini di ujung akar gigi.

Untuk kasus abses gigi periapikal, pada umumnya hal ini dialami sebagai akibat atau efek dari rongga gigi yang sebelumnya mengalami luka/cedera, tak diobati, atau juga efek dari perawatan gigi yang pernah dijalani. Untuk lebih jelasnya, tentu segala penyebab, gejala, cara menangani sekaligus risiko komplikasinya patut untuk kita ketahui untuk mewaspadainya.

Penyebab dan Gejala

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, abses gigi merupakan sebuah gangguan kesehatan pada gigi yang penyebab utamanya adalah infeksi bakteri. Bakteri yang menyerang pulpa gigi yang merupakan area paling dalam gigi yang terdapat saraf, pembuluh darah maupun jaringan ikat akan mampu menyebabkan abses gigi ini.

Cara masuk bakteri ke dalam pulpa gigi adalah melalui bagian retak pada gigi bila ada atau bahkan lewat rongga gigi. Bakteri kemudian setelah berhasil masuk mampu menyebar hingga ke akar-akarnya sehingga infeksi bakteri berkemungkinan menjadi penyebab bengkak sekaligus juga peradangan, khususnya di bagian ujung akar. Namun selain infeksi bakteri, faktor-faktor risiko ini perlu juga diketahui.

  • Tingkat kebersihan gigi yang rendah. Ketika kita jarang memerhatikan kebersihan gigi dan gusi, seperti misalnya jarang menyikat gigi dan melakukan flossing, maka ini akan otomatis meningkatkan risiko berbagai jenis penyakit gigi dan mulut. Abses gigi adalah salah satu akibatnya bersama dengan penyakit gusi atau sakit gigi maupun komplikasi lainnya yang bisa menjadi serius.
  • Diet gula tinggi. Faktor ini juga dapat menaikkan risiko seseorang dalam menderita abses gigi karena terus-menerus mengonsumsi minuman dan makanan bergula tinggi dan manis-manis. Abses gigi merupakan salah satu bahaya makan manis yang perlu diwaspadai, terutama soda dan permen. Inilah alasan mengapa kadar gula perlu dikurangi dan dikonsumsi sewajarnya.

Penyebab-penyebab tersebut dapat memicu gejala atau keluhan kesehatan seperti di bawah ini yang perlu dicegah sebelum menjadi lebih serius.

  • Sakit gigi yang persisten dan parah di mana rasa sakitnya pun dapat menjalar hingga ke telinga, leher dan tulang rahang.
  • Gusi bengkak di mana di dalamnya berisi nanah.
  • Demam
  • Tingkat sensitivitas terhadap suhu dingin dan panas bertambah.
  • Wajah atau pipi tampak bengkak.
  • Wajah, pipi dan area mulut memerah.
  • Lebih sensitif ketika gigi menekan untuk menggigit atau mengunyah makanan.
  • Muncul cairan asin di dalam mulut saat abses pecah.
  • Bau mulut saat abses pecah.
  • Kelenjar getah bening membengkak dan terasa lembut pada bagian bawah rahang atau area leher.
  • Saat abses pecah akan terasa begitu sakit tak tertahankan.
  • Ada rasa busuk juga yang terasa saat abses pecah.

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Saat tanda-tanda yang sudah disebutkan tersebut dialami beberapa, jangan ragu untuk segera menemui dokter untuk mengecek kondisi gigi dan gusi Anda. Apabila, wajah mulai bengkak dan juga menderita demam sehingga tak mampu menghubungi atau menemui dokter gigi, langsung pergi saja ke instalasi gawat darurat.

Ketika kesulitan untuk menelan atau bernapas pun, ini sudah menjadi tanda yang serius sehingga perlu untuk langsung dibawa ke ruang gawat darurat. Gejala-gejala seperti wajah bengkak, demam, sulit menelan dan bernapas biasanya adalah tanda akan penyebaran infeksi. Penyebaran pada umumnya sudah sampai ke rahang serta jaringan sekitarnya, bahkan ada kemungkinan infeksi menyebar hingga area lain di tubuh pasien.

Metode Diagnosa dan Komplikasi

Setelah merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, penting bagi penderita untuk segera ke dokter dan kalau bisa pun sebaiknya sebelum penyebaran infeksi terjadi. Bila sempat ke dokter gigi, maka biasanya dokter gigi akan melakukan pemeriksaan pada gigi serta daerah sekelilingnya dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter gigi akan memulai pemeriksaan dengan pemeriksaan fisik lebih dulu, yakni meliputi pemeriksaan di bagian rongga mulut yang dilakukan secara menyeluruh.
  • Mengetuk gigi. Gigi dengan abses di akarnya biasanya tingkat sensitivitas lebih tinggi terhadap adanya tekanan maupun sentuhan, jadi dengan mengetuk atau menyentuhnya akan terdeteksi.
  • CT scan. Dokter gigi kemungkinan juga akan merekomendasikan pasien untuk menjalani CT scan di mana pemeriksaan dengan metode ini dibutuhkan saat abses sudah mengalami penyebaran hingga area tubuh lainnya seperti leher. Metode diagnosa ini dokter pilih dan gunakan biasanya supaya dapat mengetahui sekaligus menilai tingkat infeksi yang terjadi pada pasien.
  • Sinar-X. Selain CT scan, metode pemeriksaan dengan pemindaian yang kiranya diperlukan dan direkomendasikan adalah sinar-X di mana pemeriksaan dilakukan pada gigi yang sakit. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk membantu profes identifikasi abses gigi. Penggunaan sinar-X ini juga biasanya dimanfaatkan sebagai penentu akan penyebaran infeksi yang menjadi penyebab abses pada daerah tubuh lainnya.

Ketika gejala yang terjadi pada penderita tak segera ditangani atau diperiksakan ke dokter, maka ada kemungkinan keluhan akan makin serius.

Metode pemeriksaan atau diagnosa bertujuan untuk mengetahui apakah gejala yang penderita alami adalah memang positif abses gigi atau karena penyakit lainnya. Oleh karena itu, jika tak segera terdiagnosa dan diobati secara tepat, penderita yang benar-benar terkena abses gigi bisa mengalami beberapa komplikasi sebab abses gigi tak akan bisa sembuh tanpa diobati.

  • Sepsis – Kondisi sepsis ini adalah infeksi yang termasuk mematikan di mana dapat menyebar hingga sampai ke seluruh tubuh.
  • Infeksi menyebar – Infeksi bisa saja menyebar dan hal ini tergolong dalam komplikasi abses gigi. Penyebarannya bisa sampai ke kepala, leher dan juga rahang di mana hal ini terjadi pada kasus abses gigi yang terlambat ditangani atau ditangani secara kurang benar. Penyebaran infeksi ini lebih besar risikonya ketika apabila penderita mempunyai sistem daya tahan tubuh yang rendah atau lemah.

Jadi walau rasa sakit bisa berkurang ketika abses pecah, tetap harus ada perawatan gigi yang perlu dilakukan. Apabila abses yang pecah tadi tak mengering, terjadilah penyebaran yang menuju bagian tubuh lainnya.

Pengobatan Medis dan Alami

Sesudah benar-benar positif penderita mengalami gejala dari abses gigi, maka dokter pun baru bisa memastikan apa saja pengobatan dan perawatan yang sesuai. Namun, pengobatan tak hanya datang dari dokter saja sebenarnya. Perawatan mandiri dengan obat-obat sederhana dan alami juga tersedia untuk siap dicoba.

Pengobatan/Perawatan Medis

Dokter biasanya akan mengambil beberapa langkah pengobatan secara umum supaya abses gigi dapat diatasi dan berikut ini adalah pengobatan/perawatan medis yang dilaksanakan oleh dokter.

  • Mencabut gigi yang sudah terkena infeksi, di mana hal ini bakal dilakukan apabila dokter tak mampu menyelamatkan gigi pasien, barulah setelahnya dilanjutkan dengan mengeringkan abses.
  • Membuat kanal hingga ujung akar gigi, yakni melalui proses pengeboran sampai pada bagian bawah gigi. Pusat infeksi biasanya ada pada jaringan lunak dan dokter pun akan mengangkatnya juga dengan cara ini sekaligus mengeringkan abses. Jadi, gigi pasien akan tetap baik dan infeksi bisa dihilangkan.
  • Memberi obat jenis antibiotik tertentu, di mana pemberian antibiotik ini dilakukan setelah infeksi memang dinyatakan menyebar sampai pada gigi lainnya. Resep antibiotik diberikan agar pasien mampu menghentikan penyebarannya. Tentu saja obat antibiotik ini tak dapat diperoleh dengan membelinya sendiri dan waspadai bahaya antibiotik tanpa resep dokter.
  • Membantu agar abses cepat kering, yakni melalui sayatan kecil yang sengaja dibuat pada daerah benjolan abses pasien. Dari sayatan itulah cairan nanah yang mengisi benjolan bisa dikeluarkan.

Pengobatan/Perawatan Alami

Selain pengobatan dari dokter, ada pula beberapa pengobatan alami yang dapat dicoba oleh para penderita abses gigi seperti cara-cara berikut ini:

  • Kantong Teh Hitam

Caranya cukup dengan merendamkan kantong teh hitam 1 buah saja ke dalam air hangat selama beberapa menit. Setelah itu, angkat dari air untuk diperas sebelum kemudian kita bisa meletakkannya pada gigi yang terkena abses gigi. Alangkah baiknya untuk menggunakan metode pengobatan ini di malam hari sebelum tidur dan membiarkannya semalaman mengompres bagian yang terinfeksi.

Esok paginya, barulah setelah bangun tidur dapat membersihkan mulut dengan air garam hangat. Selain menggunakannya di malam hari untuk dibiarkan semalaman, kita juga bisa menggunakan di siang atau pagi hari lalu setelah ditempelkan pada gigi yang terkena abses, tinggalkan beberapa jam. Lakukan cara ini sehari sekali selama beberapa minggu untuk melihat efektivitasnya.

  • Cengkeh

Minyak cengkeh bisa digunakan sebagai pengobatan alami, yakni sebuah kapas bisa dicelupkan ke minyak cengkeh sebelum kemudian ditempelkan ke bagian gigi yang sakit selama beberapa menit. Namun cengkeh utuh langsung juga dapat dipakai, yakni dengan meletakkannya di antara pipi dan gigi yang terkena abses.

Kunyah-kunyahlah cengkeh utuh yang sudah dimasukkan ke dalam mulut tersebut perlahan-lahan untuk mengeluarkan jus atau sarinya. Biarkan sari/jus tersebut ada di dalam mulut tanpa menelannya dan biarkan 30 menit sebelum menggunakan air hangat untuk membersihkan bagian dalam mulut.

  • Bawang Putih

Walau ada efek samping bawang putih yang mungkin dikhawatirkan, asal penggunaannya benar maka tak ada efek berbahaya untuk Anda. Cukup ambil sesiung bawang putih segar yang sudah dicuci dan dikupas untuk dimasukkan ke dalam mulut. Gunakan gigi Anda untuk menghancurkannya, yakni melalui beberapa kali kunyahan sampai rasa sakit berkurang.

Jangan ditelan, melainkan setelah rasa sakit berkurang Anda perlu mengeluarkan bawang putih tersebut dari mulut dan berkumurlah menggunakan air hangat. Supaya bisa menghilangkan aroma bawang putih yang menyengat, masukkan beberapa tetes minyak cengkeh ke dalam air hangat tersebut sebelum digunakan untuk berkumur.

  • Cuka Sari Apel

Gunakan cuka sari apel yang masih mentah dan siapkan 1 sendok makan untuk didesirkan di dalam mulut (bukan dikumurkan). Lakukanlah cara ini beberapa menit sebelum kemudian dikeluarkan atau dibuang seluruhnya. Lanjutkan dengan membersihkan mulut menggunakan air hangat dan ulangi proses ini sehari beberapa kali agar dapat merasakan kebaikannya.

  • Kunyit

Kunyit adalah satu jenis rempah yang memiliki sifat anti-inflamasi, antiseptik dan antibiotik alami di mana fungsinya menjadi pereda rasa sakit dan peradangan. Caranya cukup dengan mencampurkan kunyit bubuk 1 sendok teh dengan sedikit air. Setelah pasta terbentuk dari kedua bahan, bisa diaplikasikan pada area yang terkena abses gigi tepat sehabis menyikat gigi. Biarkan selama 20 menit dan bersihkan dengan berkumur air hangat.

  • Air Garam

Air garam pun dapat dijadikan solusi terbaik untuk para penderita abses gigi, yakni dengan mencampurkan segelas air hangat dengan 1 sendok teh garam. Campurkan keduanya hingga rata dan garam larut sepenuhnya. Kumurkan larutan air garam ini di dalam mulut selama beberapa menit. Lakukan cara ini sehari 2-3 kali untuk mengurangi rasa sakit sekaligus ketidaknyamanan akibat infeksi.

  • Peppermint

Peppermint adalah bahan alami sederhana lainnya yang terkenal alami dan efektif dalam mengatasi rasa sakit akibat abses gigi. Anda bisa mengandalkan minyak peppermint yang diteteskan pada jari tangan dan menggosokkannya perlahan ke bagian yang terinfeksi selama beberapa menit. Namun ekstrak segar dari daun peppermint pun juga ampuh dan dapat digunakan dengan cara mengaplikasikan daunnya pada gigi dan mengunyah-ngunyahnya (bukan menelan).

Langkah Pencegahan

Tentunya dalam mencegah abses gigi, kita perlu menjaga kesehatan dan kebersihan gigi serta mulut dengan baik. Di bawah ini merupakan beberapa langkah untuk dipraktikkan demi mencegah abses pada gigi.

  • Menyikat gigi sehari 2 kali menggunakan pasta gigi ber-fluoride.
  • Menggunakan obat kumur antiseptik atau fluoride agar mampu memberikan perlindungan bagi gigi dengan baik.
  • Menemui dokter gigi untuk pemeriksaan rutin sekaligus pembersihan gigi secara profesional.
  • Mengonsumsi makanan-makanan sehat dan membatasi makanan bergula tinggi.
  • Mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali secara teratur.
  • Menggunakan air minum berfluoride.
  • Memakai pembersih interdental atau benang gigi untuk proses pembersihan gigi setiap harinya, terutama untuk flossing.

Abses gigi bisa menyebabkan komplikasi berbahaya karena penyebarannya hingga bagian tubuh lain, maka cegahlah sebisa mungkin. Kenali penyebab, gejala, cara diagnosa, hingga metode pengobatan serta langkah pencegahan agar Anda benar-benar dapat terhindar dari penyakit abses gigi ini atau komplikasinya.

Recommended