8 Penyebab Penyakit Radang Hati yang Lazim Ditemukan

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Penyakit radang hati atau dalam bahasa medis disebut Hepatomegali adalah penyakit membesarnya bagian lobus pada hati (terkena radang) yang menjadi ciri sekunder dari berbagai macam penyakit hati lainnya. Selain peradangan, penyakit ini juga ditandai dengan ditemukannya endapan zat-zat metabolik hati dalam jumlah besar di sekitaran organ hati seperti besi.

Penumpukan zat besi ini terjadi karena berbagai macam penyebab penyakit hemochromatosis yang identik dengan fenomena ini. Untuk mengetahui tingkat penyebab penyakit radang hati lebih lanjut, dokter biasanya akan melakukan berbagai macam tes yang dirangkum menjadi tes fungsi hati.

Tes fungsi hati ini meliputi serangkaian tes darah seperti phrothrombin, aPTT, albumin dan bilirubin, Asphate Transminase, Alanin Transminase, serta Gamma glutamyl transpeptidase. Selain itu, penderita penyakit radang hati ini juga akan mengalami kuning pada kulit sebagai reaksi alami.

Penyakit radang hati ini akan mengakibatkan gangguan metabolisme umum seperti mual dan muntah, nyeri pada abdomen atau perut sebelah kanan, dan tentu saja gangguan nafsu makan. Penyakit radang hati ini banyak didorong berbagai faktor risiko seperti kebiasaan meminum alkohol secara eksesif yang memicu hati mengurai toksin lebih keras, serta pola makan yang tidak sehat seperti makanan siap saji ataupun penggunaan minyak jelantah pada makanan yang dimasak. Berbagai faktor risiko ini menjadi pendukung berbagai penyebab penyakit radang hati seperti :

1. Hepatitis

Hepatitis menjadi penyebab utama munculnya radang hati. Hepatitis ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyebar lewat makanan yang tidak higienis, ataupun jarum suntik yang tidak steril. Hepatitis dibagi menjadi berbagai macam tipe menjadi hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

Pasien harus bisa mendeteksi gejala terkena hepatitis A ini secepat mungkin untuk menghindari komplikasi karena radang pada hati yang tidak ringan. Selain itu pasien juga harus bisa mewaspadai cara-cara penularan hepatitis B dan cara penulran hepatitis C yang memiliki resiko kesehatan lebih tinggi dibanding hepatitis A. Sebagai panduan lanjutan, pasien juga dihimbau untuk mendeteksi ciri-ciri penyakit hepatitis.

2. Abses Hati

Sesuai dengan namanya, abses hati berarti terjadinya pembentukan abses atau nanah pada hati. Terbentuknya abses ini lazim disebabkan oleh mikroorganisme seperti parasit dan amuba. Nanah pada hati dapat mengganggu fungsi harian hati untuk menyaring toksin dan menyiapkan glikogen sehingga dapat mengakibatkan radang pada hati.

Pasien dihimbau untuk mengetahui informasi lengkap mengenai abses hati.  Abses hati dapat ditangani melalui operasi namun pasien harus mempelajari hal hal yang perlu diketahui sebelum operasi abses hati.

3. Leptospirosis

Penyakit yang identik dengan hewan pengerat ini juga dapat memicu penyebab penyakit radang hati. disebabkan oleh bakteri spirochaete yang disebarkan melalui urin dan feses dari hewan pengerat seperti tikus dan hewan pengerat lainnya.

Selain peradangan pada hati, penyakit ini menyerang organ paru dan mengakibatkan pendarahan di organ respirasi ini serta menyebabkan penderitanya mengalami keram pada otot. [AdSense-B]

4. Hemochromatosis

Seperti yang sudah disebut di atas, penumpukan zat besi berlebih yang merupakan produk metabolisme di jaringan lunak dapat memperberat kerja hati, sehingga mengakibatkan radang pada hati. Penyakit yang dalam dunia medis ini disebut dengan Hemochromatosis ini merupakan penyakit genetik hasil dari mutasi yang bersifat abnormal.

Mutasi gen yang dimaksud adalah gen HFE, Tanggapan cepat pasien dalam mendeteksi penyebab Hemochromatosis ini dapat membawa penanganan yang tepat. Melaksanakan diet makanan rendah zat besi dan penggunaan obat deferoxamine menjadi alternatif penyembuhan penyakit ini.

5. Sirosis hati

Sirosis hati adalah bentuk kelanjutan dari penyakit hepatitis yang ditandai dengan mengerasnya hati. Selain itu penderita penyakit ini akan merasakan gatal akibat jumlah bilirubin dalam darah yang meningkat drastis serta penumpukan cairan dalam abdomen yang menjadi pembeda penderita penyakit ini dari penderita gangguan hati stadium lainnya.

Selain itu sirosis juga diakibatkan perlemakan hati. Untuk meredam perkembangan penyakit ini, pasien harus mengonsumsi obat viral entecavir dan tenofovir. Pasien dihimbau untuk aktif mencari info mengenai pencegahan sirosis hati . [AdSense-A]

6. Non Alcoholic Fatty liver ( Hati Berlemak )

Perlemakan hati non alkohol ini terjadi karena resistensi insulin pada tubuh. Salah satu faktor pemicu perlemakan hati non alkohol ini adalah obesitas akibat kegagalan mengontrol asupan makanan. Konsumsi Fruktosa atau pemanis buatan juga turut memanipulasi sel-sel pada hati yang menyebabkan penumpukan lemak pada organ hati tersebut.

Perlemakan hati ini akan memicu peradangan pada hati sebagaii dampak dari kegagalan hati mengurai lemak yang menyelubungi jaringan lunak. Menjadi sebuah keharusan bagi pasien untuk menghindari perlemakan hati non alkoholik ini sebisa mungkin. Selain stroke ada banyak efek hati berlemak lain yang cukup invasif bagi kesehatan manusia.

7.  Malaria

Penyakit yang bersumber dari bakteri plasmodium vivax ini mayoritas ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Penyakit ini memang dapat mempengaruhi fungsi hati karena bakteri memang langsung bersarang di jaringan lunak hati. setelah sampai di hati, bakteri ini akan menjalani proses daur hidup yang dimulai dari sporozoa yang tumbuh dengan memakan sel-sel darah dan bernaung dari nutrisi hasil metabolisme hati.

Hasil dari infeksi sporozoa ini menyebabkan hemoglobin menjadi tidak stabil, muntah dan mual secara rutin dan penyakit kuning. Sindrom gangguan pada hati akibat malaria disebut juga dengan Malarial Hepatitis.

8. Alkohol

Salah satu penyebab penyakit radang hati yang paling umum adalah alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebihan jelas akan membebani kerja hati dalam mengurai racun yang beredar di seluruh peredaran darah. Alkohol yang berlebihan akan mengurangi kinerja hati dan lambat laun merusakknya.

Radang hati yang dihasilkan konsumsi alkohol berlebihan hanya merupakan gejala awal dari penyakit lanjutan yang disebabkan oleh Alkohol ini, biasanya berlanjut menjadi penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas ( Hepatitis dan Sirosis).

Penyakit radang hati lebih merupakan gejala mula dari berbagai gangguan hati yang menggeroggoti fungsi vitalnya sebagai penawar toksin bagi tubuh manusia. Dengan mengetahui berbagai penyebab penyakit radang hati, pasien dapat mulai merancang pola hidup yang lebih sehat untuk mencegah komplikasi yang dapat muncul seandainya terkena radang hati ini. Konsultasikan ke dokter apabila menemuii gejala-gejala seperti di atas. Salam sehat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn