Home Obat A-ZObat C Chlorhexidine – Obat Apa – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

Chlorhexidine – Obat Apa – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

by sari

Obat Apa

Obat Chlorhexidine merupakan jenis obat antiseptik dan disinfektan. Antiseptik sendiri adalah senyawa anti mikroba (bakteri dan jamur) yang dapat digunakan pada kulit guna mengurangi kemungkinan terjadinya pembusukan, keracunan dan infeksi. Sementara, disinfektan adalah agen kimia yang berguna dalam menghancurkan dan membunuh mikroorganisme (termasuk jamur dan bakteri). Obat ini biasanya digunakan untuk membasmi kuman pada kulit, baik pasien maupun tenaga medis. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati jenis – jenis penyakit gigi dan mulut, infeksi pada mulut, mencegah plak pada gigi dan membersihkan luka. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan dan bubuk. Obat ini juga dibedakan dalam penggunaan untuk kulit (luar tubuh) dan penggunaan untuk dalam tubuh. Clorhexidine dibagi menjadi larutan kumur untuk penggunaan dalam tubuh dan berupa larutan topikal yang digunakan sebagai disinfektan pada bagian luar tubuh, yaitu kulit.

Chlorhexidine tergolong senyawa biguanida (senyawa organik padat tak berwarna, dapat larut dalam air). Chlordexidine ini bermuatan positif dan bereaksi dengan permukaan mikroba yang bermuatan negatif. Dengan reaksi tersebut, Chlorhexidine menghancurkan keutuhan dari membran sel mikroba. Proses selanjutnya, chlorhexidine menembus ke dalam sel mikroba, yang mana mengakibatkan kebocoran pada komponen – komponen dalam sel mikroba tersebut sehingga menyebabkan mikroba tersebut mati. Karena memiliki muatan ngeatif yang berlebih, bakteri gram positif lebih sensitif terhadap obat ini, dengan kata lain obat ini sangat ampuh dalam mengatasi bakteri gram positif. Selain itu, obat ini juga efektif dalam mengatasi bakteri gram negatif, bakteri anaerob dan aerob serta jamur.

Dosis

Pada bagian ini akan dibahas mengenai dosis penggunaan obat Chlorhexidine, baik berupa larutan untuk berkumur dan cairan pembersih kulit. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan tenaga medis profesional ataupun dokter dalam menentukan dosis yang tepat. Dosis yang dipaparkan disini, sebagai berikut:

  • Dewasa

Untuk dewasa penderita gingivitis (radang gusi) dosis kumur obat ini yang umum diberikan adalah 15 mL, dikumur selama 30 detik lalu dibuang, berkumur dengan dosis Chlorhexidine tersebut sebanyak 2 kali sehari. Penderita diharapkan tidak segera membilas mulut dengan air, untuk menghilangkan rasa obat yang masih tertinggal di mulut. Obat kumur ini sebaiknya tidak digunakan sehabis makan. Untuk dewasa penderita periodontitis (infeksi parah pada gusi) dosis obat Chlorhexidine yang umum diberikan sebanyak 2,5 mg dalam bentuk periodontal chip (keping yang dapat terurai mengandung Chlorhexidine). Periodontal chip tersebut diselipkan ke bagian periodontal pocket atau kantong periodontal, kantong tersebut terjadi pada daerah pinggir gusi dan gigi akibat penyakit periodontitis.

Periodontal chip tersebut diselipkan sedalam 5 mm atau lebih setiap 3 bulan. Dosis maksimum dari penggunaan periodontal chip ini adalah sampai 8 chip setiap kali kunjungan ke dokter gigi. Daerah kantong periodontal perlu diisolasi dan dikeringkan sebelum dilakukan perawatan. Forceps (gunting tang) digunakan untuk menyelipkan periodontal chip ke dalam kantong periodontal. Untuk dewasa penderita mucositis (radang pada selaput mukus/lendir), dosis kumur yang umum diberikan sebanyak 15 mL, dikumur selama 30 detik lalu dibuang, ini dilakukan sebanyak 2 kali sehari. Penggunaan Clorhexidine larutan topikal sebagai disinfektan dengan cara membasuh tangan dengan air, lalu gunakan cairan topikal ini secukupnya, kira – kira 5 mL, lalu cuci selama 30 detik, kemudian dibilas dengan air hingga bersih.

  • Anak – anak

Untuk penggunaan yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut (obat kumur Chlorhexidine) pada anak – anak belum dapat ditentukan dengan pasti. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional lainnya untuk penggunaan obat kumur Chlorhexidine pada anak – anak.

Untuk penggunaan sebagai disinfektan pada anak – anak, larutan Chlorhexidine topikal dapat digunakan, mirip dengan penggunaan pada orang dewasa. Hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat Chlorhexidine ini, baik obat kumur maupun larutan topikal adalah sebagai berikut:

  • Sebaiknya Anda tidak menelan obat Chlorhexidine kumur, jangan sekali – kali menelannya.
  • Sebelum dan sesudah menggunakan obat Chlorhexidine kumur, tidak disarankan menggosok gigi.
  • Wanita hamil dan menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan dosis yang aman.
  • Untuk anak – anak berusia di bawah 2 bulan, tidak disarankan menggunakan Chlorhexidine topikal, karena belum diketahui keamanan dari penggunaan obat ini pada anak – anak usia tersebut.
  • Jangan menelan obat Chlorhexidine topikal, selain itu obat Chlorhexidine topikal ini jangan sampai masuk ke dalam tubuh ataupun terkena mata.

Kegunaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obat Chlorhexidine ini berguna sebagai antiseptik, disinfektan dan menangani beberapa penyakit tertentu yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa kegunaan dari obat tersebut.

  • Sebagai Disinfektan

Obat ini dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan yang baik dalam membersihkan bagian luar tubuh (kulit) dari mikroorganisme yang menempel seperti jamur dan bakteri. Cairan ini juga digunakan sebagai pembersih kulit oleh tenaga medis sebelum melakukan operasi.

  • Mengobati Gingivitis

Gingivitis merupakan jenis penyakit yang terjadi di daerah sekitar gigi. Bentuk umum dari gingivitis yang sering ditemukan adalah plak gigi atau bahaya karang gigi bagi kesehatan. Plak pada gigi ini disebabkan oleh aktivitas bakteri yang membentuk biofilm pada permukaan gigi. Biofilm adalah kumpulan mikroorganisme (bakteri) yang saling berikatan satu sama lain dan membentuk lapisan yang melekat pada permukaan suatu objek. Gejela -gejala dari gingivitis ini antara lain gusi berwarna ungu atau kemerahan, gusi membengkak, gusi terasa sakit bila disentuh, bau mulut dan gusi berdarah saat menyikat gigi. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena gingivitis, faktor – faktor tersebut antara lain umur, kebersihan mulut yang yang buruk, merokok, bernapas melalui mulut saat tidur serta faktor keturunan. Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan obat Chlorhexidine kumur. Obat ini sendiri bekerja dengan merusak sel – sel bakteri penyebab gingivitis.

  • Mengobati Periondititis

Periondititis adalah penyakit yang terjadi pada gusi disertai dengan peradangan. Penyakit ini disebabkan oleh adanya aktivitas bakteri yang menempel dan berkembang pada permukaan gigi serta daerah gusi. Aktivitas bakteri tersebut menginfeksi jaringan lunak pada gigi hingga dapat berujung pada tanggalnya gigi. Selain itu, infeksi bakteri ini dapat menyerang pembuluh darah yang terdapat pada gusi serta dapat menyerang bagian tubuh lainnya. Penyakit ini memiliki gejala seperti pembengkakan pada gusi, gusi berdarah pada saat menggosok gigi, bau mulut dan adanya kantong yang dalam terbentuk di antara gigi dan gusi (periodontal pocket). Obat Chlorhexidine digunakan sebagai pembasmi bakteri penyebab periodontitis yang berkembang biak di daerah sekitar gigi dalam bentuk periodontal chip.

  • Mengobati Mucositis

Mucositis merupakan jenis penyakit yang terjadi pada selaput mukus yang terdapat pada sistem pencernaan. Pada mulut, mucositis menyebabkan peradangan yang memicu rasa sakit dan pembusukan. Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh efek samping dari pengobatan kanker seperti perbedaan emoterapi dan radioterapi. Akibat dari pengobatan tersebut, sel epitel yang melapisi jaringan mukus pada mulut terpecah, sehingga menyebabkan jaringan mukus gampang terserang bakteri maupun mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan pembusukan. Obat Chlorhexidine kumur digunakan untuk membasmi bakteri maupun mikroorganisme lain yang akan menyerang jaringan mukus tersebut. Hal ini dapat mengurangi risiko meningkatnya jaringan mukus yang diserang, bahkan dapat mengobati penyakit tersebut.

  • Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Obat ini dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, digunakan sebagai obat kumur. Penggunaan obat ini sebagai obat kumur dapat mencegah terjadinya beberapa penyakit mulut dan gigi yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, penggunaan obat ini juga dapat mencegah terjadinya plak pada gigi yang disebabkan oleh aktivitas bakteri. Ada baiknya penggunaan obat ini untuk cara menjaga kesehatan gigi secara alami dikonsultasikan dengan dokter gigi.

Efek Samping

Layaknya berbagai jenis obat – obatan modern lainnya, obat Chlorhexidine ini tidak terlepas dari efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping yang kemungkinan dapat disebabkan akibat penggunaan obat ini.

Itulah beberapa penjelasan obat tentang chlorhexidine yang bisa anda ketahui bagaimana bentuk dosis, juga bagaimana kegunaannya dalam jumlah obatnya yang mempunyai efek sampingnya juga.

You may also like