Calcium Lactate – Obat Apa – Dosis – Fungsi – Komposisi

Calcium Lactate Obat Apa?

Suplemen atau obat dengan komposisi utama calcium bisa muncul dalam beberapa kombinasi. Salah satunya adalah calcium lactate, dimana calcium dikombinasikan dengan asam organik. Calcium lactate diproduksi dengan mencampur lactic acid dengan calcium carbonate + vitamin d3 atau calcium hydroxide. Karena dibuat oleh kombinasi dengan asam amino, sehingga calcium lactate menjadi berbentuk chelated calcium. Chelated Calcium adalah calcium yang terikat dengan asam organik, sehingga tubuh kita akan mengenalinya sebagai makanan dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Namun, dibandingkan dua bentuk suplemen atau obat calcium lainnya seperti calcium carbonate dan calcium citrate + vitamin d3, calcium lactate mengandung lebih sedikit unsur calcium.

Lantas apakah kegunaan dari calcium lactate? Alasan utama mengkonsumsi calcium lactate adalah untuk mencegah atau mengobati rendahnya kadar kalsium dalam darah. Hal tersebut dapat disebabkan karena seseorang tidak mendapat cukup calcium dari makanan yang dikonsumsinya secara alami atau orang-orang dengan kebutuhan calcium yang tinggi seperti ibu hamil dan menyusui. Penyebab lain dari rendahnya kadar kalsium yaitu kekurangan magnesium dan kelainan pada kelenjar paratiroid atau ginjal. Gejala-gejala yang mungkin Anda alami jika kadar kalsium dalam darah rendah, mulai dari kulit kering dan kram otot. Jika terus dibiarkan, kekurangan kadar kalsium semakin lebih parah, hal tersebut dapat mempengaruhi otak Anda, kejang otot atau memicu detak jantung yang tidak teratur.

Seperti yang sudah kita ketahui, calcium merupakan unsur yang sangat penting dalam tubuh. Selain sebagai pembentuk tulang dan gigi, calcium penting untuk mentransmisikan implus saraf, merangsang otot dan mengatur hormone. Calcium juga berperan dalam membantu mengendalikan penyepitan dan relaksasi otot di pembuluh darah Anda.

Fungsi Calcium Lactate

Pada pembahasan kali ini akan lebih diperdalam mengenai fungsi dari obat calcium lactate. Selain untuk mengobati atau mencegah kadar kalsium rendah dalam darah. Calcium lactate juga dapat digunakan oleh pasien-pasien dengan penyakit berikut:

  • Gejala osteoporosis (tulang rapuh)
  • Hipoparatiroid (kekurangan hormone paratiroid dalam tubuh)
  • Hypocalcemia
  • Osteomalacia (tulang lemah)
  • Pseudohipoparatitoidisme (resistensi terhadap hormon paratiroid)

Penggunaan Calcium Lactate

Calcium lactate tersedia dalam dosis-dosis berikut:

  • Tablet

Kemudian calcium lactate dapat diberikan melalui:

  • Oral (PO)

Penyimpanan Calcium Lactate

Untuk penyimpanan calcium lactate berbentuk tablet, sebaiknya simpan obat dalam suhu ruangan. Jaga obat agar tetap kering, jauhi dari panas dan cahaya secara langsung. Simpan obat ditempat yang aman dari jangkauan anak-anak ataupun hewan peliharaan. Jangan membekukan obat kecuali memang ketentuan dari saran medis yang bersangkutan.

Jangan buang obat kedalam saluran air, kecuali memang disarankan oleh pihak medis. Mohon konsultasikan dengan Dokter atau Apoteker Anda tentang hal-hal yang lebih detail dan khusus seperti pembuangan obat.

Komposisi Calcium Lactate


Calcium lactate dibuat dari bahan-bahan aktif sebagai berikut:

  • Calcium lactate

Setiap 1 gram calcium lactate mengandung 130 mg unsur calcium (6,5 mEq calcium)

Dosis Calcium Lactate

Dosis untuk pasien osteoporosis:

  • PO (Dewasa): 325 – 650 mg / hari dalam 2 – 3 dosis terbagi. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.

Dosis untuk pasien hipoparatiroidisme:

  • PO (Dewasa): 325  mg / hari dalam 3 dosis terbagi. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.

Dosis untuk pasien hypocalcemia:

  • PO (Dewasa): 1,5-3 g / hari dalam 3 dosis terbagi. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.
  • PO (Anak-anak dan Bayi): 500 mg / kg / hari dalam 4 dosis terbagi, maksimal 9 g / hari. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.
  • Takaran pada dosis calcium lactate untuk orang dewasa yang mengalami osteomalacia di berikan 325 hingga 650 oral. Di minum 2-3 kali dalam sehari di ajurkan untuk di minum sebelum anda makan. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.
  • PO (Neonatus): 400-500 mg / kg / hari dalam 4-6 dosis terbagi. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.

Dosis untuk pasien osteomalacia:

  • PO (Dewasa): 325 – 650 mg / hari dalam 2 – 3 dosis terbagi. Minum obat sebelum makan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.

Dosis untuk pasien pseudohipoparatitoidisme:

  • PO (Dewasa): 325  mg / hari dalam 1 dosis. Minum obat sebelum pada pagi hari sebelum sarapan. Vitamin D secara oral dapat disertai dalam pengobatan.

Disarankan bila Anda mengkonsumsi calcium lactate, jangan mengkonsumsi lebih dari 500 miligram dalam satu dosis karena itu adalah jumlah maksimum kalsium yang dapat diserap tubuh Anda pada satu waktu. Ambil lebih setidaknya dua atau tiga  kali dosis dalam sehari, sebaiknya dengan makanan.

Informasi dalam situs ini bukan pengganti dari saran medis, harap untuk berkonsultasi dengan Dokter atau Apoteker Anda sebelum mengkonsumsi calcium lactate.

Penggunaan Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Jika Anda dalam kondisi hamil atau menyusui harap konsultasikan dan ikuti saran medis sebelum mengkonsumsi calcium lactate. Hal tersebut karena obat-obatan dapat berpengaruh untuk janin dalam kandungan. Terdapat beberapa tingkatan obat-obat yang beresiko di konsumsi oleh ibu hamil dan menyusui yang terdiri dari A, B, C, D, dan X.

Obat-obat dengan kategori sebagai berikut:

  • A berarti aman digunakan atau tidak beresiko
  • B berarti tidak beresiko dalam beberapa penelitian
  • C berarti mungkin beresiko
  • D terbukti positif beresiko. Penggunaan obat hanya digunakan jika dampak positif yang diterima oleh ibu lebih besar dari pada resiko terhadap janin.
  • X berarti berbahaya

Dalam hal ini calcium lactate tergolong dalam kategori C, untuk itu harap untuk konsultasikan diri Anda kepada Dokter atau Apoteker sebelum mengkonsumsi calcium lactate. Informasi tersebut bukanlah pengganti saran medis, untuk mengkonsumsi calcium lactate Anda diharuskan untuk menghubungi Dokter atau Apoteker yang akan menentukan kekuatan calcium lactate yang Anda butuhkan dan berapa banyak yang harus Anda minum. Ini akan tergantung pada perawatan sebelumnya yang Anda miliki dan perawatan terkini yang Anda pakai.

Efek Samping

Pada dasarnya meminum obat atau suplemen berarti memasukan bahan kimia kedalam tubuh, terkadang berpotensi menimbulkan efek samping, mulai dari ringan hingga berat. Berikut ini beberapa efek samping dari penggunaan calcium lactate:

  • Sakit kepala
  • Badan lemas dan mual atau muntah-muntah
  • Kesemutan
  • Sembelit
  • Bradycardia
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil (hypercalciuria)
  • Berkurangnya nafsu makan

Efek-efek samping di atas kemungkinan akan muncul saat Anda mengkonsumsi calcium lactate, namun tidak selalu terjadi. Beberapa efek samping lainnya selain dari daftar diatas juga mempunyai kemungkinan muncul. Untuk itu selalu konsultasikan keadaan Anda secara rutin kepada Dokter atau Apoteker Anda dan ikutilah saran medis.

Interaksi Dengan Penggunaan Obat-Obatan Lainnya


Dalam beberapa kasus penggunaan obat tidak sarankan untuk digunakan secara bersamaan, karena akan mengurangi keefektifan dari obat-obatan atau obat tidak dapat bekerja dengan baik hingga memicu resiko interaksi diantara obat-obatan tersebut. Untuk itu diperlukan untuk menunjukan riwayat penggunaan obat-obatan Anda kepada Dokter atau Apoteker sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat lainnya. Katakan kepada Dokter Anda tentang semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang Anda gunakan, sehingga Dokter atau Apoteker dapat mengatur dosis atau mengganti obat lainnya untuk mencegah interaksi obat.

Pada kasus penggunaan calcium lactate, beberapa obat tergolong dapat berinteraksi dengan calcium lactate. Berikut beberapa obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan calcium lactate:

  • Antacid
  • Abacavir
  • Alendronate
  • Atenolol
  • Calcitriol (Rocaltrol)
  • Digoxin (Lanoxin, Lanoxicaps)
  • Dolutegravir
  • Doxycyline (Adoxa, Doryx, Oracea, Vibramycin)
  • Minocycline (Dynacin, Minocin, Solodyn, Vectrin),
  • Tetracycline (Brodspec, Panmycin, Sumycin, Tetracap)
  •  Iron

Obat-obatan ini mungkin dapat mempengaruhi calcium lactate atau dapat mempengaruhi seberapa baik kerjanya. Anda mungkin memerlukan dosis obat yang berbeda, atau Anda mungkin perlu minum obat yang berbeda.

Dokter dan apoteker Anda memiliki lebih banyak informasi mengenai penggunaan terhadap obat-obatan tersebut apakah berisiko tinggi atau dan tidak. Jika beresiko tinggi hindari saat minum obat-obatan tersebut saat mengkonsumsi calcium lactate.

Pencegahan dan Peringatan

Calcium lactate dapat memicu hipersensitivitas (alergi obat atau respon abnormal seseorang terhadap bahan obat) pada beberapa pasien tertentu. Hal ini harus diperhatikan karena akibat dari hipersensitivitas dapat memicu kontradiksi. Keadaan atau kondisi pasien yang tidak dibolehkan untuk mengkonsumsi calcium lactate yaitu:

  • Batu ginjal
  • Gangguan kelenjar paratiroid

Harap konsultasikan kepada pihak medis jika sebelum mengkonsumsi calcium lactate jika Anda memiliki kondisi seperti itu. Anda mungkin tidak dapat mengkonsumsi calcium lactate dalamm kondisi seperti diatas. Untuk pembahasan lebih lanjut atau penggunaan calcium lactate dengan kondisi seperti tersebut harus dengan konsultasi Dokter.

Informasi di situs ini disediakan tidak ditujukan untuk saran medis, diagnosis atau perawatan. Jika Anda memiliki masalah atau pertanyaan tentang kesehatan Anda, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional paramedia lainnya

, ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Obat C