Home Obat A-ZObat A Aminomethylbenzoic Acid – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

Aminomethylbenzoic Acid – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Efek Samping

by Nindya Ayu Izarina

Apa itu Aminomethylbenzoic Acid?

Aminomethylbenzoic Acid disebut juga dengan 4-aminomethylbenzoic acid, PAMBENZACID atau PAMBA. Obat ini digunakan untuk penanganan pendarahan lokal yang diakibatkan oleh fibronilitik yang meningkat seperti pada beberapa kasus berikut di bawah ini :

  • Metrorrhagias – kondisi dimana darah menstruasi keluar berlebihan dan dalam jangka waktu yang cukup lama dan disertai dengan gejala nyeri haid yang dikenal dengan nama dysmenorrhea
  • Pendarahan paska tonsilectomy – Tonsilectomi adalah operasi amandel yang biasa disebabkan oleh bakteri dan virus (mikro organisme)
  • Operasi gigi
  • Pendarahan lokal pada adenoectomy
  • Operasi yang berkaitan dengan urologi
  • Operasi yang berkaitan dengan ginekologi
  • Pendarahan lokal pada pasien dengan kondisi medis hemopholia A dan B
  • Werlhof’s disease – Kondisi medis yang biasa dikenal dengan penyakit purpura yang disertai dengan penurunan jumlah trombosit.
  • Willebrand-Jurgens syndrome – Kondisi pendarahan yang berlangsung lama dan berlebihan, biasanya baru terdiagnosa pada saat mencabut gigi untuk pertama kali. Penyakit ini adalah penyakit turunan gangguan pada proses pembekuan darah dikarenakan protein darah yang tidak bekerja secara normal dan dengan jumlah yang cenderung sangat sedikit.
  • Overdosis Antikoagulan – Antikoagulan disebut juga sebagai blood thinner, yang digunakan sebagai pengencer darah dan mencegah penggumpalan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk pasien dengan serangan jantung, stroke, penyakit jantung bawaan, emboli paru, fibrilasi atrium dan deep vein thrombosis. Beberapa contoh antikoagulan yang adalah warfarin dan heparin.

Aminomethylbenzoic Acid juga digunakan pada pendarahan fibronilitik pada umumnya seperti :

  • Operasi bada bagian throcic dan abdominal
  • Penyakit prostat
  • Leukosis
  • Praktek obstetric
    • Kematian intrauterine pada fetus
    • Premature separation dari plasenta
    • Hemorrhages paska melahirkan

Obat ini pada dasarnya digunakan untuk penanganan pendarahan pada berbagai macam kondisi medis, namun demikian, selain penanganan pendarahan Aminomethylbenzoic Acid juga digunakan sebagai terapi overdosis dengan fibrinolitik seperti :

  • Streptokinase
  • Urokinase
  • Fibrinolisin

Kontraindikasi dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Obat Aminomethylbenzoic Acid

Beberapa kontraindikasi yang telah dilaporkan berkaitan dengan administrasi Aminomethylbenzoic Acid ke dalam tubuh adalah sebagai berikut :

  • Hipersensivitas pada substansi obat-obatan lain atau pada produk itu sendiri
  • Thrombosis dan embolias (kondisi dimana pembuluh darah mengalami koagulasi berlebihan yang menghambat dan menghentikan proses aliran darah)
  • Gejala gagal ginjal
  • Subarachnoid hemorrhage di stage awal (kondisi pendarahan di antara otak dan jaringan yang melapisi otak. Hal ini merupakan salah satu jenis stroke pendarahan yang jarang terjadi namun mematikan)
  • Fase hypercoagulation pada coagulopathies (fase dimana kadanya kondisi koagulasi yang tidak normal dan cenderung meningkat. Setiap fase memiliki sebab dan akibat yang berbeda-beda dan dapat disebabkan oleh hormon wanita, estrogen, pil konstrasepsi, obat paska operasi, jehamilan, kanker dan lain-lain)
  • Kontraindikasi pada tiga bulan awal masa kehamilan
  • Pendarahan pada vitreous body (istilah medis untuk gangguan mata, tepatnya darah di dalam rongga vitreous yang mengaburkan pandangan ahli bedah pada retina)

Pemakaian Aminomethylbenzoic Acid khususnya pada pasien thromboembolic disorder sangat membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Prosedur Minum Obat Aminomethylbenzoic Acid

Aminomethylbenzoic Acid dimasukkan ke dalam tumbuh dengan metode intramusculary atau intravenously dengan dosis sekali suntikan adalah 50 – 100 mg per harinya selama 3 sampai 4 hari. Untuk pemberhentian terapi thrombolyitik dengan streptokinasi, Aminomethylbenzoic Acid disuntikkan dengan dosis 50 mg secara intravenously.

Dosis Minum Obat Aminomethylbenzoic Acid

Sedangkan dosis yang direkomendasikan untuk paska transurethral prostatectomy dan paska traumatic hyphema adalah 50 mg, setiap harinya dengan metode intravenously sampai 3 hari dan dimulai sesegera mungkin setelah operasi selesai. Aminomethylbenzoic Acid  juga digunakan sebagai langkah antisipasi berkembangnya sindrom coagulopathy, dengan cara menyuntikkan per dosisnya 50 -100 mg dengan tambahan obat heparin.

Aminomethylbenzoic Acid juga tersedia dalam bentuk kapsul dan dapat diminum secara oral. Dosis untuk orang dewasa sebagai anti fibrinolitik adalah 0.3 – 1 g setiap hari, dalam 3 – 4 pembagian dosis.

Interaksi Aminomethylbenzoic Acid dengan obat-obatan lain

Interaksi antara dua jenis obat yang berbeda di dalam tubuh dapat menyebabkan tingginya resiko efek samping yang tidak diinginkan dalam jangka waktu panjang dan dapat mengganggu mekanisme kerja obat itu sendiri. Dalam hal ini, Aminomethylbenzoic Acid apabila beninteraksi dengan obat-obatan kategori concomintant seperti pambenzacid dan prothrombin complex pada pasien dengan riwayat medis hemphilia B dapat menyebabkan meningkatnya resiko komplikasi thrombotic.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Aminomethylbenzoic Acid?

Apabila terjadi overdosis Aminomethylbenzoic Acid, segera datangi unit gawat darurat terdekat dan sebaiknya membawa obat-obatan, vitamin, herbal yang sedang dikonsumsi oleh pasien untuk memudahkan diagnosa dokter. Apabila ada dosis yang terlewat maka sesegera mungkin konsumsi dosis tersebut, namun jika sudah mendekati waktu konsumsi dosis selanjutnya maka jangan menambah jumlah dosis.

Bagaimana cara penyimpanan obat Aminomethylbenzoic Acid?

  1. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak.
  2. Jangan terkena sinar matahari langsung dan jangan disimpan di tempat yang lembab seperti lemari kamar mandi.
  3. Tempatkan pada suhu ruangan.
  4. Jika tablet berubah warna maka segera kembalikan ke apotek yang memberi anda Aminomethylbenzoic Acid.
  5. Sangat tidak dianjurkan untuk membuang obat yang sudah kadaluarsa atau tidak terpakai lagi di saluran pembuangan atau toilet karena untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
  6. Sisa obat apapun yang anda miliki sebaiknya diberikan kembali ke farmasi untuk dibantu pembuangannya secara tepat.

Efek Samping Obat Aminomethylbenzoic Acid

Pada dasarnya semua obat-obatan dapat menyebabkan efek samping yang berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa efek samping yang berkaitan dengan penggunaan Aminomethylbenzoic Acid adalah sebagai berikut :

  • Muntah-muntah
  • Nyeri abdomen
  • Mual
  • Diare
  • Arrhythmias (Dikenal juga dengan nama aritmia, yaitu kondisi dimana denyut nadi jantung berdetak dengan jumlah yang tidak normal, bisa lebih cepat atau lebih lambat dari yang seharusnya. Detak jantung normal tubuh dalam keadaan istirahat adalah 60 – 100 kali per menit).
  • Bradycardia (kondisi dimana denyut jantung berdeatak lebih lambat atau lebih lambat dari jumlah denyut jantung normal umumnya dalam keadaan beristirahat. Bradikardia merupakan salah satu gejala adanya penyakit serius di dalam tubuh dan dapat mengakibatkan kematian.
  • Vertigo
  • Orthostatic hipotensi (penurunan tekanan darah rendah secara ekstrim yang menyebabkan orang yang bersangkutan sampai pingsan dan kehilangan kesadaran. Hal ini dikarenakan kurangnya aliran darah ke otak. Penyakit itu tidak serius dan hanya disebabkan oleh respon tubuh yang gagal mengalirkan darah ke otak pada saat pasien tiba-tibanya perubahan posisi, misalnya dari duduk ke berdiri atau dari jongkok ke berdiri)
  • Delirium (sangat jarang terjadi) adalah penurunan kemampuan yang bersifat sementara, pasien akan mengalami rasa linglung dan disorentasi. Kemampuan untuk konsentrasi dan berfikir dengan jernih, seperti kebingungan dan kurangnya sensitivitas pada lingkungan sekitar juga termasuk tanda tanda dari delirium
  • Myopathy (kondisi medis yang termasuk ke dalam kategori penyakit otot, dimana otot tidak berfungsi secara normal dan mengalami kelemahan dan kekakuan. Mopati sendiri juga dapat menyebabkan otot merasakan kekakuan, kram dan tegang)
  • Myoglobinuria (kondisi dimana urine berwarna merah gelap akibat ekskresi myoglobin atau protein kecil yang berada di otot jantung dan otot rangka yang dilakukan oleh ginjal)

Makanan atau alkohol tidak boleh digunakan bersama dengan obat-obatan tertentu karena dapat menyebabkan dampak interaksi obat. Terutama pada alkohol dan tembakau, sangat dianjurkan untuk menghentikan konsumsi selama melakukan terapi Aminomethylbenzoic Acid. Selain terjadinya reaksi interaksi, alkohol dan tembakau dapat meningkatkan resiko efek samping dan mengurangi absorpsi yang seharusnya terjadi di dalam tubuh.

Konsultasikan kepada dokter mengenai gaya hidup anda sebelum terapi dan bagaimana saran dokter agar pengobatan ini dapat dilaksanakan dengan efektif dari segi waktu dan tenaga. Begitu juga tentang penggunaan dan kebiasaan jenis makanan yang harus dihindari.

You may also like