Kalipar – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

316

Apa yang anda tahu tentang Kalipar? Mungkin tidak sedikit dari anda yang masih belum mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai obat yang satu ini.

Kalipar merupakan obat yang digunakan untuk mengobati hipokalemia. Hipokalemia merupakan sebuah kondisi dimana kadar kalium yang ada di dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan kondisi normal.

Jika dalam kondisi normal kadar kalium mencapai 3.8 mEq/L darah, namun untuk orang yang menderita penyakit ini maka kadar kaliumnya bisa lebih rendah dari jumlah tersebut. Kita tahu bahwa kalium merupakan salah satu elektrolit penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Seseorang yang menderita hipokalemia ringan biasanya tidak memunculkan tanda-tanda atau gejala yang bisa diketahui.

Namun, bagi seseorang yang menderita hipokalemia berat dimana kadar kaliumnya lebih dari 3 mEq/L, maka biasanya orang tersebut akan mengalami permasalahan pada detak jantungnya, kekejangan otot, kelumpuhan, kram otot, berdebar, dan lain sebagainya. Maka dari itu, Kalipar bisa dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi penyakit tersebut agar supaya tidak semakin berlarut-larut dan semakin parah jika didiamkan.

Di dalam Kalipar terkandung zat aktif bernama potassium L-aspartate yang mana ia nantinya akann berperan penting di dalam mengembalikan kadar kalium yang ada di dalam darah sehingga bisa normal kembali.

Fungsi Kalipar

Seperti apa yang sudah kami berikan di awal bahwasanya Kalipar merupakan obat yang digunakan untuk mengobati hipokalemia. Hipokalemia merupakan kondisi dimana kadar kalium yang ada di dalam darah berada di kisaran rata-rata orang normal.

Untuk menggunakan Kalipar, anda harus memperhatikan dosis yang akan anda gunakan. Hal ini dikarenakan Kalipar termasuk obat keras yang mana anda tidak bisa sembarangan pada saat mengkonsumsinya.

Kontraindikasi Kalipar

  • Seseorang yang pernah mengalami alergi terhadap kandungan di dalam Kalipar dianjurkan untuk berhati-hati ketika ingin mengkonsumsinya.
  • Bagi seseorang yang diketahui pernah mengalami hipersensitivitas terhadap obat keras, maka untuk dosisnya harus dikonsultasikan kepada dokter. Hal ini bertujuan untuk melindungi anda dari berbagai masalah yang tidak diinginkan yang hanya akan merugikan anda.
  • Penggunaan Kalipar bagi ibu hamil dan menyusui kemungkinan besar tidak dianjurkan. Dan jika anda ingin mengetahui informasi tersebut, maka silahkan anda tanyakan kepada dokter.

Dosis Kalipar

Seperti apa takaran dosis yang harus anda konsumsi? Seperti penjelasan kami di awal bahwasanya Kalipar merupakan obat keras. Yang artinya anda harus benar-benar memperhatikan dosis yang akan anda gunakan.

Untuk dosis secara umum yang harus diberikan kepada anda adalah sebanyak 1 sampai dengan 3 kali dalam sehari. Anda harus memberikan dosis tersebut sesuai dengan kebutuhan anda. Jika anda memiliki informasi lain yang berhubungan dengan dosis Kalipar, maka anda bisa tanyakan hal tersebut kepada dokter.

Cara Penggunaan Kalipar

  1. Kalipar harus selalu anda gunakan sesuai dengan petunjuk yang sudah tersedia di dalam obat ini maupun juga berdasarkan apa yang sudah diberikan oleh dokter.
  2. Penggunaan Kalipar akan selalu disesuaikan dengan kondisi dan juga respon tubuh pasien.
  3. Jika anda ingin mengurangi maupun menambah dosis Kalipar, maka anda harus berkonsultasi dengan dokter.
  4. Penggunaan Kalipar dalam jangka waktu yang lama juga harus ditanyakan kepada dokter karena kemungkinan bisa menyebabkan anda mengalami beberapa hal seperti mual tanpa muntah atau kehilangan nafsu makan.
  5. Jika pengobatan dengan Kalipar menyebabkan anda mengalami ruam kulit, gatal, maupun reaksi alergi lainnya, maka hentikan penggunaan obat ini dan segeralah hubungi dokter.