Home Merk Obat A-ZMerk Obat J Justin – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

Justin – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

by Robi Diansah

Justin merupakan obat yang dibuat untuk digunakan sebagai penurun kadar kolesterol total dan juga LDL pada seseorang yang menderita hiperkolesterolemia.

Hiperkolesterolemia merupakan kondisi yang dialami dimana kadar kolesterol melebihi batas wajar alias sudah kelebihan kolesterol. Sebenarnya obat ini memiliki nama-nama lain yang mungkin salah satunya lebih anda kenali dibandingkan dengan nama Justin.

Beberapa nama obat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Cholvastin
  • Lotyn
  • Lovatrol
  • Lipovas
  • Lofacol
  • Lotivas
  • Lovastatin

Biasanya, obat ini akan digunakan oleh mereka yang sedang melakukan diet. Justin termasuk ke dalam kelompok obat statin. Cara kerja dari Justin adalah dengan menurunkan jumlah kolesterol yang diproduksi oleh hati. Kemudian, dengan menurunkan kolesterol jahat dan juga triglycerides serta meningkatkan produksi kolesterol baik.

Informasi yang anda butuhkan seputar Justin akan kami jelaskan lebih lengkapnya pada penjelasan di bawah ini.

Fungsi Justin

  1. Justin merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada di dalam darah.
  2. Justin juga digunakan sebagai obat untuk meningkatkan high-density lipoprotein yang ada di dalam darah.
  3. Justin juga berfungsi sebagai pencegahan primer yang diblokir oleh pembuluh darah dan juga jantung.
  4. Selain itu, Justin juga bisa dijadikan sebagai tambahan bagi mereka yang menjalani diet yang mengalami kelainan generik sehingga dapat mempengaruhi di dalam manajemen kolesterol.

Kontraindikasi Justin

  • Anda yang pernah memiliki riwayat alergi terhadap kandungan di dalam Justin dianjurkan untuk berhati-hati ketika menggunakan Justin.
  • Anda yang juga pernah mengalami hipersensitivitas terhadap obat yang termasuk ke dalam statin dianjurkan untuk bertanya kepada dokter apakah memang obat ini aman untuk anda konsumsi atau tidak.
  • Penggunaan Justin bagi ibu hamil dan juga menyusui juga harus berdasarkan apa yang sudah diberitahu oleh dokter.
  • Untuk pasien yang sebelumnya pernah mengalami penyakit kejang, seperti epilepsi, maka anda disarankan untuk berkomunikasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum dokter memutuskan apakah Justin aman untuk anda gunakan atau tidak.

Dosis Justin

  • Dosis yang harus diberikan kepada orang dewasa yang mengkonsumsi Justin adalah 1 kali dalam sehari sebanyak 1 tablet. Dosis tersebut nantinya harus diminum setelah makan malam.
  • Dosis Justin bisa ditingkatkan secara bertahap dengan interval mencapai 4 minggu. Dosis maksimal yang boleh diberikan adalah sebanyak 4 tablet setiap hari, baik digunakan sebagai dosis tunggal maupun juga digunakan sebagai dosis terbagi.
  • Sementara itu, pasien yang saat ini menjalani pengobatan imunosupresan maupun juga yang mengalami disfungsi ginjal berat, maka Crcl < 30 mL per menit.

Cara Penggunaan Justin

  1. Justin harus selalu anda gunakan seperti yang sudah tertera pada kemasan obat tersebut.
  2. Seseorang yang pernah mengalami alergi dianjurkan untuk berhati-hati dan lebih baik mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter.
  3. Perlu anda ingat bahwasanya obat Justin termasuk ke dlam obat keras. Jadi, anda harus menggunakannya, khususnya penggunaan dosis harus benar-benar seperti apa yang telah diberikan oleh dokter.
  4. Anda tidak diperbolehkan mengurangi maupun juga menambah dosis Justin, jika anda tidak mendapatkan anjuran oleh dokter.
  5. Jika penggunaan Justin menyebabkan anda mengalami mual tanpa muntah dan juga sakit kepala yang tak kunjung sembuh, segera laporkan dokter.

Cara Penyimpanan Justin

  1. Justin harus anda simpan di tempat yang memiliki suhu ruangan.
  2. Anda tidak dianjurkan membekukannya maupun menyimpannya di tempat yang minim cahaya.
  3. Tidak dianjurkan untuk menyimpan Justin di tempat yang dekat dengan benda berbau menyengat.
  4. Jangan meletakkan Justin di tempat yang dekat dengan tempat makan.

You may also like