Hyperhep-B S/D – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

9

Hyperhep-B S/D termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

Hyperhep-B S/D merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang mengandung imunoglobulin antihepatitis B sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

Hyperhep-B S/D diindikasikan untuk sebagai tindakan pencegahan infeksi hepatitis B pada orang yang terpapar sumber infeksi hepatitis B

Mekanisme Kerja Obat

Hepatitis B merupakan penyakit pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. infeksi hepatitis B dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak dengan cairan tubuh penderita hepatitis B, misalnya kontak dengan darah pasien hepatitis B, bayi yang dilahirkan dari ibu penderita hepatitis B, melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis B atau tinggal di rumah yang sama dengan penderita hepatitis B.

Hyperhep-B S/D merupakan obat yang mengandng imunoglobulin atau antibodi untuk virus hepatitis B. Sebenarnya, sistem imun kita mampu memproduksi antibodi untuk berbagai mikroba penginfeksi, namun proses pembuatan antibodi ini dapat memakan waktu yang cukup lama dan dikhawatirkan penyakit tersebut sudah bertambah parah sebelum antibodi selesai dibuat. Pemberian Hyperhep-B S/D dapat mempersingkat waktu pembuatan antibodi karena antibodi yang terkandung di dalamnya dapat langsung menjadi penangkal untuk virus hepatitis B.

Selain dengan menggunakan obat seperti Hyperhep-B S/D yang mengandung antibodi hepatitis B, disarankan juga untuk melakukan vaksinasi untuk virus ini. Pemberian antibodi seperti Hyperhep-B S/D hanya akan memberikan perlindungan terhadap virus selama waktu yang singkat, sedangkan vaksinasi dapat memberikan perlindungan terhadap virus selawa waktu yang lebih lama.

Vaksinasi diberikan untuk merangsang tubuh membuat antibodi untuk hepatitis B dan nantinya antibodi ini dapat kembali diproduksi oleh tubuh dalam waktu yang lebih cepat karena sistem imun sudah memiliki ‘data’ antibodi yang perlu dibuat untuk memerangi virus tersebut.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pemberian vaksinasi dan antibodi tidak boleh dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Saat divaksinasi, kita akan mendapatkan suntikan virus yang sudah dilemahkan atau salah satu bagian tubuh virus yang tidak akan menimbulkan infeksi di dalam tubuh kita namun cukup untuk merangsang sel imun untuk membuat antibodi.

Pemberian antibodi seperti Hyperhep-B S/D dapat mengurangi efektivitas vaksin karena obat ini akan ‘mengalahkan’ virus yang diberikan sebagai vaksin sebelum tubuh berhasil membuat antibodi sehingga pada akhirnya tubuh tidak akan membuat antibodi untuk virus tersebut.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis Hyperhep-B S/D yang biasa diberikan oleh dokter adalah 0,06 mL/kg berat badan yang disuntikkan secara intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot)
  • Hyperhep-B S/D biasanya disuntikkan di area paha atau lengan atas
  • Hyperhep-B S/D hanya boleh disuntikkan secara intramuskular dan tidak boleh disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah)
  • Pemberian Hyperhep-B S/D hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Hyperhep-B S/D:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap obat ini
  • Trombositopenia (kadar trombosit di bawah nilai normal)
  • Gangguan pembekuan darah

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Hyperhep-B S/D termasuk ke dalam kategori C, yaitu obat yang boleh digunakan oleh ibu hamil dalam kondisi manfaat yang diperoleh dari pemberian obat melebihi risiko efek samping yang mungkin terjadi pada janin
  • Belum diketahui apakah antibodi yang terkandung di dalam Hyperhep-B S/D dapat diekskresikan (dikeluarkan) melalui ASI, beritahukanlah kepada dokter jika Anda masih dalam masa menyusui

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi obat dengan Hyperhep-B S/D:

  • Hyperhep-B S/D dapat menurunkan efektivitas vaksin berikut jika diberikan secara bersamaan: BCG (vaksin untuk TBC), MMR (Measles Mumps Rubella / campak gondong rubella), dan cacar air

Sebaiknya pemberian Hyperhep-B S/D dan vaksin-vaksin di atas diberi jeda waktu minimal 3 bulan untuk menghindari penurunan efektivitas vaksin. Beritahukanlah kepada dokter jika Anda baru mendapatkan vaksinasi dalam rentang waktu 3 bulan terakhir.

Perhatian

  1. Jangan menggunakan Hyperhep-B S/D tanpa menggunakan resep dokter
  2. Pemberian Hyperhep-B S/D hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten, misalnya dokter atau perawat (pemberian oleh perawat pun harus berdasarkan resep dari dokter)
  3. Pemberian Hyperhep-B S/D dan obat apapun yang berbentuk sediaan injeksi harus selalu menggunakan jarum suntik yang baru
  4. Jika cairan Hyperhep-B S/D di dalam vial terlihat memiliki partikel-partikel kasat mata atau terjadi perubahan wata cairan, maka obat ini tidak boleh digunakan
  5. Vial Hyperhep-B S/D sebaiknya disimpan pada suhu 2-80C (jangan dimasukkan ke dalam freezer)
  6. Jangan menggunakan Hyperhep-B S/D atau obat apapun yang sudah melewati tanggal kadaluwarsanya
  7. Vial Hyperhep-B S/D hanya diperuntukkan bagi sekali penggunaan, setelah sekali digunakan, vial Hyperhep-B S/D harus segera dibuang (walaupun isinya masih ada)