Frilix – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

106

Frilix adalah salah satu obat yang banyak diberikan kepada pengguna yang mengalami gangguan vascular perifer, nyeria di arteritis, klaudikasia intermiten, kram pada malam hari, gangrene, tukak trifik sindrom Raynaud dan anteriopati diabetic. Frilix di produksi oleh Pharos dalam bentuk tablet. Untuk bisa mengonsumsi Frilix, pengguna bisa memebelinya di apotik atau toko obat berlisensi terdekat dengan menyertakan resep resmi dari dokter atau tenaga ahli medis yang berwenang.

Kandungan Frilix

Frilix memiliki kandungan zat bernama Naftidrofuryl oxalate

Fungsi Frilix

Frilix memiliki beberapa fungsi atau kegunaan untuk meringankan dan mengobati beberapa jenis penyakit dan gangguan seperti:

  1. Mampu mengobati gangguan vascular perifer
  2. Digunakan untuk menyembuhkan gejala sangat nyeri di area arteritis
  3. Mampu menyembuhkan klaudikasia intermiten
  4. Dapat mengurangi kram pada malam hari
  5. Difungsikan untuk menyembuhkan gangrene
  6. Mampu mengatasi tukak trofik
  7. Dapat mengobati sindrom Raynaud
  8. Digunakan dalam pengobata anteriopati diabetic
  9. Difungsikan sebagai obat untuk akrosianosis
  10. Mampu mengatasi gangguan baskular serebral
  11. Digunakan untuk mengatasi aterosklerosis serebral

Dosis Penggunaan Frilix

Dengan tujuan untuk mempercepat dan memaksimalkan penggunaan Frilix, Frilix harus digunakan sesuai dengan dosis dan juga aturan yang ada. Berikut macam dosis penggunaan Frilix yang harus diikuti dengan baik:

  • Pengguna bisa mengonsumsi Frilix sejumlah 100 hingga 200 mg sebanyak 3 kali sehari

Efek Samping Frilix

Efek samping menjadi salah satu hal yang penting dan harus diperhatikan selama pengguna akan atau sedang menggunakan sebuah obat seperti Frilix. Berikut dibawah ini macam-macam efek samping yang mungkin muncul selama penggunaan Frilix:

  1. Pengguna dimungkinkan merasa mual
  2. Pengguna akan merasa nyeri di area epigastrium
  3. Pengguna dapat mengalami reaksi pada kulit
  4. Pengguna cenderung merasa lemas
  5. Pengguna akan mengalami mudah lelah
  6. Pengguna dimungkinkan mengalami mudah mengantuk
  7. Pengguna dapat mengalami sakit kepala
  8. Pengguna akan merasa nyeri di area perut

Kontraindikasi Frilix

Salah satu manfaat dari mengikuti saran penggunaan Frilix sesuai dengan daftar kontraindikasi adalah mampu menghindari penggunanya dari kondisi yang tidak menguntungkan. Berikut macam-macam kontraindikasi yang harus diperhatikan dengan baik selama menggunakan Frilix:

  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki alergi atau reaksi hipersensitif terhadap Frilix atau bahan yang menyusun Frilix

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam menggunakan sebuah obat, pengguna harus memperhatikan beberapa hal agar pengguna bisa merasakan efek positif dari penggunaan Frilix, diantaranya:

  1. Tidak disarankan untuk membekukan Frilix
  2. Jauhkan Frilix dari jangkauan hewan peliharaan
  3. Tidak boleh menyimpan Frilix di kamar mandi
  4. Simpan Frilix di ruangan yang sejuk dan kering
  5. Tidak disarankan untuk mengonsumsi alkohol selama sedang pengobatan dengan Frilix
  6. Jauhkan Frilix dari jangkauan anak kecil
  7. Tidak boleh menyimpan Frilix di freezer
  8. Simpan Frilix jauh dari paparan sinar matahari terik secara langsung
  9. Tidak disarankan untuk melakukan perubahan dosis penggunaan Frilix baik dalam bentuk pengurangan ataupun penggandaan dosis tanpa sepengetahuan dan tanpa instruksi resmi dari dokter
  10. Simpan Frilix di ruangan dengan suhu stabil antara 5 hingga 20 derajat celsius

Frilix Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan yang secara resmi menyatakan bahwa Frilix tidak boleh diberikan kepada pengguna yang sedang dalam keadaan hamil atau menyusui. Hal ini juga didukung dengan belum adanya penelitian yang mampu membuktikan bahwa penggunaan Frilix untuk pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui mampu memberikan efek yang membahayakan bagi tubuh pengguna, janin dalam kandungan dan bayi yang sedang menyusu. Maka dari itu, penggunaan Frilix dinilai masih diperbolehkan dengan syarat tertentu dan pengawasan yang ketat dari dokter.