Dotramol – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

768

Dotramol merupakan salah satu jenis obat yang secara umum dikonsumsi oleh pengguna yang mengalami nyeri akut karena sakit gigi, sakit kepala hingga nyeri saat haid. Obat ini diproduksi dalam bentuk tablet oleh Yarindo Farmatama. Pengguna bisa mengonsumsi Dotramol dengan membelinya di apotik dan membawa resep resmi dari dokter.

Kandungan Dotramol

Dotramol mengandung zat aktif dengan nama Paracetamol sebanyak 325 mg dan Tramadol HCl sebanyak 37.5 mg.

Fungsi Dotramol

Dotramol diketahui mampu membantu dalam proses penyembuhan beberapa jenis penyakit dibawah ini:

  1. Membantu meringankan nyeri
  2. Dapat mengatasi sakit kepala
  3. Digunakan untuk meredakan nyeri karena sakit gigi atau pasca pencabutan gigi
  4. Dapat membantu meringankan nyeri karea haid
  5. Digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit pasca operasi atau pembedahan
  6. Digunakan untuk mengobati nyeri karena pasca melahirkan

Dosis Penggunaan Dotramol

Untuk mengobati dan menangani penyakit diatas, Dotramol harus disesuaikan berdasarkan kondisi yang dialami oleh penggunanya. Maka, berikut macam dosis yang bisa digunakan oleh pengguna Dotramol:

  • Pengguna dengan usia remaja hingga dewasa bisa menggunakan Dotramol dengan dosis awal 2 tablet dengan dosis maksimal 8 tablet setiap harinya dengan interval waktu penggunaan masing-masing tablet Dotramol adalah tidak boleh kurang dari 6 jam.
  • Konsumsi Dotramol dalam bentuk utuh tanpa harus dikunyah atau dihancurkan
  • Pengguna bisa menggunakan Dotramol sebelum atau sesudah makan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dokter

Efek Samping Dotramol

Dalam penggunaannya, Dotramol dimungkinkan meninmbulkan beberapa efek samping yang mampu mengganggu penggunanya. Maka dari itu, sebelum digunakan, harus diketahui dulu macam efek samping Dotramol dibawah ini:

  • Pengguna akan merasa mual dan muntah
  • Pengguna dimungkinkan mengalami pusing
  • Pengguna dapat merasa mudah lemas
  • Pengguna akan mengalami somnolen
  • Pengguna menjadi mudah lelah
  • Pengguna dimungkinkan merasa mudah mengantuk
  • Pengguna dapat mengalami penurunan napsu makan
  • Pengguna lebih sensitive terhadap cahaya

Kontraindikasi Dotramol

Terdapat kondisi khusus atau beberapa jenis kondisi yang harus dihindari dan tidak boleh dilakukan dalam menggunakan Dotramol dengan tujuan untuk menghindari kontraindiasi. Hal tersebut diantaranya:

  • Tidak boleh dikonsumsi oleh pengguna yang memiliki alergi terhadap penggunaan Dotramol atau bahan penyusunnya
  • Tidak disarankan diberikan kepada penderita yang mengalami keracunan terhadap alkohol, analgesic, hipnotik dan obat lain yang berkaitan dengan psikotropika
  • Pengguna yang sedang mengonsumsi MAOI tidak boleh menggunakan Dotramol
  • Pengguna dalam kondisi gangguan hati berat seperti sirosis hati tidak boleh menggunakan Dotramol
  • Pengguna epilepsy tidak disarankan menggunakan Dotramol

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Terdapat kondisi khusus atau beberapa jenis kondisi yang harus dihindari dan tidak boleh dilakukan dalam menggunakan Dotramol dengan tujuan untuk menghindari kontraindiasi. Hal tersebut diantaranya:

  1. Jauhkan Dotramol dari jangkauan hewan peliharaan
  2. Tidak boleh menyimpan Dotramol di kamar mandi
  3. Simpan Dotramol di ruangan yang kering dan juga sejuk
  4. Simpan Dotramol jauh dari anak kecil
  5. Tidak boleh membuang Dotramol di saluran drainase
  6. Tidak boleh merubah dosis penggunaan Dotramol tanpa kesepakatan dengan dokter
  7. simpan Dotramol jauh dari paparan sinar matahari
  8. Tidak disarankan untuk mengonsumsi alkohol selama penggunaan Dotramol
  9. Tidak boleh melakukan kegiatan yang memerlukan konsentrasi penuh selama pengobatan Dotramol

Dotramol Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa penggunaan Dotramol untuk pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui dilarang dan tidak diperbolehkan. Selain itu, tidak ada juga penelitian yang menyebutka bahwa Dotramol mampu memberikan efek yang bruuk dan membahayakan nyawa pengguna, janin dalam kandungan atau bayi yang sedang menyusu. Maka, penggunaannya masih diperbolehkan namun butuh pengawasan.