Dipthen – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

1792

Dipthen merupakan salah satu obat yang digunakan untuk terapi kesehatan reproduksi pada wanita dengan amenorrhea.  Penyakit atau gangguan itu terjadi disebabkan gangguan fungsi hipotalamus-pituitari. Selain itu, Dipthen tidak hanya digunakan untuk wanita saja, namun pria juga dapat menggunakan untuk beberapa kasus penyakit. Biasanya Obat Dipthen digunakan oleh pria guna memperbaiki parameter semen dengan oligozoospermia.

Dipthen merupakan yang diproduksi oleh Dipa Pharmalab Intersains dengan kandungan obat Clomiphene Citrate. Obat ini telah mendapatkan izin distribusi dan registrasi dengan nomor DKL 0802501510A1. Selain itu, Dipthen termasuk dalam golongan obat keras, sehingga pasien dapat menyerahkan resep dokter ke apotek yang terdekat.

Komposisi Dipthen 

Dipthen terdiri dari bahan aktif mempunyai nama Clomiphene citrate sebesar 50 mg. Clomiphen Citrate merupakan obat yang dimanfaatkan sebagai terapi infertilitas guna menambah kesuburan dengan memicu indung telur (ovarium) guna menghasilkan sel telur. Cara kerja Clomiphene Citrate ialah dengan bekerja pada jaringan yang mempunyai reseptor estrogen, lantas Clomiphene akan menstimulasi pelepasan serangkaian hormon pada otak yang menghasilkan perkembangan folikel indung telur dan memicu terjadinya ovulasi.

Dosis Penggunaan Dipthen

Dosis yang tepat adalah berasal dari resep dokter, namun pada umumnya dosis penggunaan yang tepat pada Dipthen, sebagai berikut:

  • Penggunaan Wanita
    • Berikan sebanyak satu tablet (50 mgram) sehari selama 5 hari, dimulai pada hari ke-2 sampai hari ke-5 pada siklus menstruasi.
    • Berikan dosis yang lebih tinggi selama 5 hari apabilatidak terjadi ovulasi pada siklus berikutnya
    • Gunakan terapi lain apabila kehamilan tidak terjadi selama 6 kali siklus pengobatan.
  • Penggunaan Pria:
    • Berikan sebanyak satu tablet sehari selama 40 – 90 hari

Efek Samping Diphten

Efek samping merupakan reaksi yang mungkin dirasakan tubuh setelah mendapat tindakan medis tertentu. Efek samping yang bisa saja dirasakan pada pasien yang telah meminum Dipthen, antara lain:

  • Pasien bisa mengalami perbesaran ovarium, kehamilan ganda.
  • Pasien bisa mengalami hangguan saluran pencernaan sehingga perut tidak nyaman.
  • Pasien akan mengalami Kulit kemerahan dan rasa terbakar pada sekitar kulit atau daerah sensitif
  • Pasien mungkin mengalami Gangguan sakit kepala, pusing dan penglihatan kabur.
  • Pasien bisa mengalami pembentukan kista ovarium, diplopia, insomnia, fotobia, intermenstrual dan menorrhagia.

Kontraindikasi Diphten

Kontraindikasi adalah alasan yang menjadi alasan suatu pasien untuk tidak mendapat tindakan medis tertentu. Obat Dipthen tidak disarankan bagi pasien yang memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Wanita yang sedang hamil.
  2. Penderita dengan riwayat penyakit kista ovarium.
  3. Penderita yang memiliki riwayat penyakit hati.
  4. Penderita dengan gangguan fungsi tiroid atau adrenal.
  5. Penderita pendarahan abnormalitas usus.
  6. Penderita kelainan organ pituitary, ovarium atau organ reproduksi lainnya.
  7. Penderita yang hipersensitif terhadap Clomiphene citrate.

Hal yang perlu diperhatikan 

Hal yang perlu diperhatikan selama penggunaan obat Dipthen, antara lain:

  1. Pasien yang hendak menerapkan atau mengonsumsi Dipthen harus melakukan pemeriksaan obstetri dan ginekologi.
  2. pasien perlu diingatkan bahwa ada kemungkinan terjadi kehamilan kembar (multiple)
  3. Hentikan penggunaan obat Dipthen apabila terjadi gejala gangguan penglihatan dan segera untuk melakukan pemeriksaan ophthalmology.
  4. Pemberian Clomiphene dapat menyebabkan terjadi pembesaran ovarium.
  5. Selalu konsultasikan obat lain yang sedang dikonsumsi guna pemberian dosis obat Dipthen yang tepat.
  6. Penggunaan obat Dipthen pada wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak dianjurkan karena beberapa pasien yang menggunaan Clomiphene dapat mengurangi ASI.
  7. Penggunaan obat Dipthen dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko serangan tumor ovarium.
  8. Obat Dipthen tidak disarankan untuk penderita yang akan mengemudi kendaraan.