Home Merk Obat A-ZMerk Obat C Corsabutol – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Corsabutol – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Imboh Prasetyo

Corsabutol merupakan jenis antibiotik dan manfaatnya berguna untuk mengatasi, mengobati dan sebagai obat utama penyakit tuberculosis (TB atau TBC), baik pada TB paru maupun ekstra paru seperti halnya TB tulang, TB urogenital, dan TB kelenjar. Corsabutol ini biasanya digunakan secara bersamaan dengan obat TB lainnya misalnya isoniazid, prayzinamide, dan ripamficin.

Kandungan Corsabutol

Dalam Corsabutol terdapat zak aktif berupa ethambutol, merupakan obat anti tuberculosis yang bekerja sebagai bakteriostatik. Obat ini juga efektif sebagai penghambat sintesis RNA serta  mencegah replikasi bakteri dari genus Mycobacterium, termasuk jenis Mycobacterium avium complex, Mycobacterium kansasii, dan Mycobacterium tuberculosis.

Fungsi Corsabutol

Beriku ini merupakan daftar fungsi dan khasiat obat buatan Corsa ini, berikut diantaranya :

  1. Berguna untuk mengatasi, mengobati dan sebagai obat utama penyakit tuberculosis atau penyebab TBC.
  2. Mengatasi penyebab TB paru maupun ekstra paru seperti halnya TB tulang, TB urogenital, dan TB kelenjar.
  3. Dapat juga sebagai obat infeksi karena Mycobacterium avium complex, Mycobacterium kansasii.
  4. Penggunaan obat ini sebaiknya dikombinasikan dengan obat tuberculosis lain.

Dosisi Corsabutol

Pengguanna dosisi corsabutol untuk pengobatan utama TB Paru dan estra paru pada umumnya adalah sebagai berikut :

  • Penggunaan pada dosis dewasa yaitu 15 mg/kg diberikan sekali setiap hari atau 30 mg/kg diberikan setiap tiga kali satu minggu. Biasanya dikombinasikan bersamaan dengan isoniazid, pyrazinamide, dan rifampicin digunakan selama 8 minggu.
  • Penggunaan pada anak-anak yaitu 25 mg/kg satu hari selama 60 hari. dilanjtukan 15 mg untuk sehari sampai TB dirasakan sembuh.

Dosisi yang terbaik untuk penggunaan corsabutol adalah dari resep dokter. Maka libatkan dokter jika hendak menggunakan obat ini.

Efek Samping Corsabutol

Berikut merupakan efek samping yang umum terjadi saat menggunakan Corsabutol, diantaranya :

  1. Dapat menyebabkan badan menjadi demam dan panas dingin.
  2. Dapat menyebabkan nyeri perut.
  3. Dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.
  4. Dapat menyebabkan hilangnya selera makan.
  5. Dapat menyebabkan muntah dan mual.
  6. Dapat menyebabkan nyeri sendi dan pembengkaan dibagian badan.
  7. Dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
  8. Dapat menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan (neuritis retrobulbar) disertai adanya penurunan visus, penyempitan pandangan, scotoma sentral, dan buta waran hijau-merah. Lebih rentan terpapar apabila corsabutol diberikan melebihi dosis atau digunakan pada pesien dengan riwayat gangguan ginjal atau penyakit ginjal.

Berikut merupakan efek samping yang jarang terjadi saat menggunakan corsabutol, diantaranya :

  1. Dapat menyebabkan ruam kulit.
  2. Dapat menyebabkan butawarna hijau atau murah.
  3. Dapat menyebabkan neuritis perifer.
  4. Dapat menyebabkan gangguan pada organ hati (penyakit kuning).
  5. Dapat menyebabkan efek samping pada sistem syaraf pusat.
  6. Dapat menyebabkan hiperurisemia.

Hentikan penggunaan obat bila terjadi efek samping yang berkepanjangan, apabila timbul situasi atau keadaan mengkhawatirkan maka segera lah hubungi dokter atau ahli medis terdekat.

Kontraindikasi Corsabutol

Dibawah ini akan disajikan daftar kontraindikasi corsabutol terhadap keadaan tertentu dana tau obat-obatan lain, antara lain :

  • Kontraindikasi terhadap jenis obat antasida khususnya yang memiliki kandungan aluminium hidroksida, sebab dapat mengurangi absorpsi ethambutol.
  • Apabila menggunakan obat antasida secara bersamaan dengan corsabutol sebaiknya dihindari atau diberikan jarak paling tidak 4 jam pasca menggunkan corsabutol.
  • Penggunaan bersama corsabutol dengan jenis obat seperti lomitapide, mipomerson, dan leflunomide dapat menyebablan risiko kerusakan hati.
  • Penggunaan corsabutol bersamaan dengan vigabatrin khususnya jangak waktu panjang bisa meningkatkan risiko gangguan penglihatan, parahnya dapat menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan.
  • Sebaiknya pemberian vaksin kolera aktif dan vaksin BCG tidak diberikan saat mengonsumsi corsabutol.

Hal-hal yang Harus diperhatikan

  1. Jalankan perintah atau resep dokter.
  2. Jika memiliki riwayat alergi pada kandungan corsabutol atau obat lainnya sebaiknya disampaikan kepada dokter agar dapat diberikan pencegahan dan penyesuaian dosisi.
  3. Beritahu dokter bila mempunyai riwayat atau masih mengalami permasalah pada mata semacam katarak, optic neuritis, atau diabetes retinopati.
  4. Sebelum menggunaakan corsabutol ada baiknya melakukan cek keseluruhan keadaan mata supaya dapat mencegah atau menghindari risiko yang mungkin terjadi.
  5. Bagi penderita gangguan fungsi hati dan gangguan ginjal atau gagal ginjal baik parah maupun ringan sebaiknya berhati-hati dengan obat ini.
  6. Cek juga kondisi fungsi hati, ginjal, penglihatan dan hematopoietik (pembentukan sel darah) untuk mengantisipasi risiko yang bisa saja terjadi serta dapat dengan cepat mendapatkan penanganan apabila terjadi keadaan mengkhawatirkan.

Corsabutol Untuk Wanita Hamil

FDA atau badan pengawasan obat Amerika Serikat memasukkan corsabutol sebagai golongan merk obat C (dibaca tidak berisiko). Namun apabila  wanita hamil ingin menggunakan obat ini dengan harapan penyakit TBC sembuh sebaiknya berkonsultasi kepada dokter agar tidak terjadi risiko yang dapat membahayakan kondisi janin.

You may also like