Cetafloxo – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

254

Cetafloxo adalah obat yang diproduksi oleh Soho. Cetafloxo termasuk gologan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti infeksi saluran kencing, infeksi pada  kulit dan jaringan lunak lainnya , infeksi tulang dan sendi, infeksi saluran pernafasan, infeksi genital, infeksi saluran pencernaan dan infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri yang rentan.

Kandungan Cetafloxo

Cetafloxo diproduksi dalam beberpa varian sesuai dengan kandungan zak aktif yang ada di dalamnya:

  • Cetafloxo dengan kandungan Ciprofloxacin 250mg/Kaplet
  • Cetafoxo dengan kandungan Ciprofloxacin 500mg/kaplet
  • Cetafloxo dengan kandungan Ciprofloxacin200mg/100ml

Fungsi Cetafloxo

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Cetafloxo memeiliki kandungan utama zat Ciprofloxacin. Ciprofloxacin adalah obat yang termasuk golongan antibiotik yang dikelompokkan pada golongan fluoroquinolone generasi 2 yang aktif baik terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.

 Cetafloxo berguna untuk mengobati keluhan penyakit infeksi infeksi saluran kemih, saluran pernafasan, infeksi perut, dan pencernaan. Cetfloxo juga mengobati termasuk infeksi oleh bakteri gram negatif seperti :

  1. Escherichia coli,
  2. Klebsiella pneumoniae Haemophilus influenzae,
  3. Legionella pneumophila,
  4. Proteus mirabilis,
  5. Pseudomonas aeruginosa
  6. Moraxella catarrhalis.

Cetafloxo juga dapat mengobati infeksi akibat bakteri gram positif seperti :

  1. Streptococcus pneumoniae,
  2. Staphylococcus aureus,
  3. Enterococcus faecalis,
  4. Staphylococcus epidermidis,
  5. Streptococcus pyogenes.

Cetafloxo juga dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan infeksi pada :

  1. kulit dan jaringan lunak,
  2. gonore akut dan osteomilitis akut,
  3. tulang dan sendi,.

 Dosis Penggunaan Cetafloxo

Penggunaan  Cetafloxo dapat menggunakan acuan umum dosis sebagai berikut:

  • Pasien Dewasa: Cetafloxo dapat dberikan sebanyak 200 mg setiap 12 jam.
  • Untuk penyakit Infeksi Saluran Kemih baik atas dan bawah, Cetafloxo dapat diberikan dengan dosis 100-200mg setiap 12 jam
  • Untuk Pasien Infeksi Saluran Pernafasan gunakan dosis 200 mg diberikan setiap 12 jam.

Dosis- dosis di atas diberikan dengan cara menggunakan infus IV pada kecepatan rendah.

Sedangkan untuk anak anak, Cetafloxo dapat diberikan dengan perhitungan 5-10 mg/kg Berat badan anak perhari yang terbagi dalam  2 dosis.

Akan Tetapi, dosis diatas hanya sebagai acuan saja. konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Efek Samping Cetafloxo

Penggunaan Cetafloxo dimungkinkan dapat menyebabkan beberapa efek samping ringan seperti.

  1. Mual
  2. Fungsi hati yang tidak normal
  3. Muntah
  4. Diare
  5. Ruam pada kulit
  6. Sakit kepala
  7. Pusing
  8. Insomnia

Pada penggunaan dosis tinggi, Efek samping yang lebih jarang dimungkinkan terjadi seperti:

  • Psikosis
  • Halusinasi
  • Paranoia
  • Tremor
  • Percobaan bunuh diri

Selain itu dimungkinkan terjadi beberapa efek samping lain seperti:

  • Efek samping yang sangat jarang terjadi akan tetapi masih dimungkinkan berakibat fatal antara lain  aritmiajantung, nekrolisis epidermal toksik, pneumonitis alergi,  Hepatitis, penekanan sumsum tulang dan fotosensitifitas.
  • Antibiotik jenis fluoroquinolones dapat menyebabkan gejala kejang dan dapat berpengaruh pada saraf pusat.
  • Penggunaan Cetafloxo terkadang dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan keselamatan pasien seperti Reaksi Hipersensitifitas, diare,  Hepatotoksisitas berat dan kolitis yang terkait dengan Clostridium Difficile

 Kontraindikasi Cetafloxo

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif atau alergi pada Ciprofloxacin dan antibiotik yang termasuk golongan kuinolon lainnya.
  • Penderita penyakit epilepsi dan keluhan kejang lainnya
  • Pasien dengan riwayat kejadian tendon
  • Obat ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan tizanidine

Hal Hal yang Harus Diperhatikan

  1. Cetafloxo tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus.
  2. Pasien dengan riwayat penyakit hati harus selalu berada dalam pemantauan dokter selama menggunakan obat ini.
  3. Gunakan obat ini hanya atas resep dari dokter, jangan menghentikan penggunaan obat sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter. Jangan pula merubah dosis obat dari ketentuan yang telah ditentukan oleh dokter karena berpotensi menimbulkan bahaya resistensi antibiotik.
  4. Obat ini dapat menembus plasenta dan masuk ke dalam air susu ibu. Oleh karena itu hindari penggunaan pada wanita hamil ataupun ibu menyusui. Pertimbangkan dengan seksama dengan membandingkan antara Resiko dan Manfaat sebelum menggunakan obat ini pada wanita hamil dan ibu menyusui.
  5. Obat ini dapat menyebabkan kondisi myasthenia gravis menjadi lebih parah.
  6. Hindari mengemudikan kendaraan dan mengoperasikan alat berat selama menggunakan obat ini.
  7. Jika selama menggunakan obat ini merasakan rasa nyeri saat berolahraga, beristirahatlah dan segera hentikan olahraga.
  8. Pastikan asupan cairan yang cukup dalam tubuh untuk menghindari alkalinitas yang berlebihan dalam urine
  9. Hindarkan obat ini dari paparan sinar matahari
  10. Obat ini dapat meningkatkan resiko terjadinya pecah pada tendon, hal ini dimungkinkan rawan terjadi terutama pada pasien yang telah berusia lebih dari 60 tahun dan pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan kortikosteroid. Resiko ini juga dapat terjadi pada pasien transplantasi ginjal, jantung, atau. paru-paru