Cetacycline-P – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

233

Cetacyclin P digunakan untuk perawatan pada infeksi sistem pernapasan, Penyakit menular Seksual, Infeksi Sitem Urinari, Infeksi kulit, Infeksi mata, ataupun infeksi yang disebabkan oleh organisme seperti rickets. Cetacyclin P dapat juga digunakan sebagai obat alternatif untuk perawatan brucellosis, gejala leptospirosis, plague, psittacosis, cholera, tetanus dan Gas-gangrene.

Kandungan Cetacycline-P

Kandungan yang terdapat pada Cetacycline-P adalat:

  • Tetracycline phosphate complex

Fungsi Cetacycline-P

Cetacycline Phospat Complex adalah antibiotik spektrum luas yang diproduksi oleh Streptomyces aureofaciens yang memang dikenal sebagai bakteri penghasil antibiotik tetracycline.

Tetracycline atau Tetrasiklin adalah antibiotik yang bekerja dengan cara menghambat proses sintesis protein dari mikroba. Sebagaimana diketahui bahwa untuk kelangsungan hidupnya, mikroba perlu melakukan sintesis protein sehingga dengan terhambatnya sintesis protein yang diakibatkan oleh adanya tetrasikllin maka bakteri akan mati.

Dalam prakteknya, Cetacycline-P banyak digunakan untuk penanganan infeksi saluran pernapasan, penyakit menular seksual, infeksi mata, infeksi saluran kencing, infeksi bakteri rickets, infeksi kulit. Selain itu, Cetacycline juga sering digunakan untuk penanganan alternatif terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri akibat perpindahan bateri dari hewan pengerat, anjing dan mamalia lainnya kepada manusia atau biasa disebut sebagai Leptospirosis.

Cetacycline dapat pula digunakan untuk pengobatan sakit kepala, demam, pembengkakan kelenjar limpa yang disebabkan oleh perpindahan bakteri dari hewan pada manusia atau Brucellosis.

Penyakit lain yang dapat disembuhkan dengan menggunakan Cetacycline antara lain:

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening
  2. Kolera
  3. Gas-Gangrene atau infeksi bakteri yang mengakibatkan timbulnya gas pada jaringan yang mati
  4. Tetanus atau penyakit serius yang diakibatkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf yang menyebabkan kontraksi menyakitkan pada otot biasanya pada otot rahang dan leher.

Dosis Penggunaan Cetacycline-P

Dosis penggunaan Cetacycline-P secara umum adalah sebagai berikut:

  • Untuk Dewasa, gunakan Cetacycline dengan dosis 500mg sebanyak dua kali sehari atau 250mg sebanyak 4 kali sehari
  • Sedangkan untuk anak anak diatas 8 tahun, cetacycine-p dikonsumsi dengan dosis 25mg sampai 50 mg untuk setiap kilogram berat badan anak yang dibagi sama dalam empat kali pemberian untuk setiap harinya.

Cetacycline diminum dalam keadaan perut kosong atau setidaknya 1 atau 2 jam setelah makan.

Dosis diatas adalah anjuran dosis umum penggunaan Cetacycline. Untuk penyakit penyakit tertentu seperti tetanus, brucellosis, sipilis dan gonore atau penyakit lainnya dosis penggunaan Cetacycline-P harus didasarkan pada dosis yang ditentukan oleh dokter.

Efek Samping Cetacycline-P

Penggunaan Cetacycline dimungkinkan dapat menyebabkan reaksi efek samping sebagaimana kemungkinana efek samping yang diakibatkan karena konsumsi antibiotk tetrasiklin. Reaksi efek samping tetrasiklin dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu :

Reaksi yang terjadi pada kulit dikarenakan sensitifitas kulit terhadap kandungan tetrasiklin. Reaksi tersebut dapat berupa:

  1. Erupsi morbiliformis
  2. Dermatitis ekfoliatif
  3. Urtikaria
  4. Anafilaksis
  5. Udem angioneurotik

Reaksi yang timbul karena efek racun dari tetrasiklin.  Reaksi ini dapat pula merupakan reaksi iritatif terhadap penggunaan tetrasiklin antara lain:

Pada pemakaian jangka panjang, tetrasiklin dapat memberikan efek samping seperti:

  • Leukositosis
  • Limfosit Atipik
  • Granulasi Toksik
  • Trombositopenia

Pada pemakaian dosis tinggi, tetrasiklin berpotensi menyebabka hipatoksisitas

Kontraindikasi Cetacycline-P

  • Pasien dengan gejala penyakit ginjal atau gagal ginjal
  • Hipersensitifitas terhada tetrasiklin

Hal Hal yang Harus Diperhatikan

  1. Simpan Obat pada ruangan sejuk dan kering dengan suhu ruangan sampai 25oC
  2. Jangan merubah dosis yang telah ditentukan oleh dokter baik itu menambah dosis ataupun mengurangi dosis yang telah ditentukan.
  3. Wanita hamil dianjurkan untuk menghindari obat dengan kandungan tetrasiklin karena dapat berpengaruh pada terhambatnya pertumbuhan tulang.
  4. Jangan gunakan obat dengan kandungan tetrasiklin pada pertengahan terakhir kehamilan sampai anak usia 8 tahun karena tetrasiklin dapat pula berpengaruh pada terjadinya perubahan warna permanen pada gigi baik gigi susu maupun gigi tetap.