Home Penyakit dan KelainanDemensia Bocah 2 Tahun Ini Meninggal di Pelukan Sang Ibu Karena Demensia Dini

Bocah 2 Tahun Ini Meninggal di Pelukan Sang Ibu Karena Demensia Dini

by Erlita

Alami demensia dini, seorang anak balita yang usianya masih dua tahun bernama Mirryn Cunningham harus mengembuskan nafas terakhirnya di pelukan sang ibu. Usai menderita penyakit Batten dan berjuang melawannya beberapa waktu, ia tak lagi bisa duduk maupun berdiri.

Mirryn menyenderkan kepalanya saat dipeluk sang ibu sambil mendengarkan cerita favoritnya dan ia pun mengembuskan nafas terakhir, begitu menurut Vicky (ibunda Mirryn) dilansir dari BBC. Kelainan kromoson menjadi penyebab otak Mirryn rusak parah dan balita ini meninggal di Children’s Hospice Association Scotland (CHAS) di Kinross setelah melawan penyakit di rumah sakit tersebut selama delapan minggu.

Vicky mengatakan bahwa putri kecilnya lahir ketika usianya 31 minggu lebih 2 hari dan pertumbuhannya terjadi begitu baik sampai usia Mirryn 10 bulan, ia sehat-sehat saja. Namun kemudian, sang ibu sadar bahwa Mirryn tak mampu mencengkeram apapun pada usia tersebut sehingga memeriksakannya langsung ke dokter.

Januari 2019 lalu Vicky membawa putrinya menempuh pemeriksaan MRI yang hasil pemeriksaannya cukup mengejutkan sebab Mirryn diketahui mengidap penyakit CLN1 Batten. Penyakit tersebut juga dikenal dengan demensia dini sehingga mewajibkan Mirryn memperoleh perawatan secara penuh. Walau lahir dengan perkembangan normal, memasuki usia setahun terjadi kelambatan perkembangan pada Mirryn.

Beberapa gejala yang juga begitu nampak dan tak dapat dihindari adalah susah tidur ketika malam hari sekaligus saat pagi hari ia terasa begitu gelisah. Sementara itu, sejumlah gejala awal lain dari penyakit ini antara lain meliputi:

  • Perubahan perilaku
  • Penglihatan terganggu
  • Tubuh kejang-kejang
  • Pengucapan kata atau kalimat berulang kali
  • Kemampuan belajar yang melambat

Demensia sendiri dikenal sebagai suatu sindrom yang tanda utamanya adalah kemampuan fungsi otak yang menurun dan pada umumnya diidap oleh lansia dengan usia 65 tahun lebih. Sebagai efeknya, biasanya penderita dapat mengalami perubahan perilaku, perubahan suasana hati yang cukup drastis, serta depresi, halusinasi dan kesulitan dalam bersosialisasi.

Penyakit ini pun kemudian lambat laun berdampak buruk bagi sistem saraf Mirryn, sehingga menyebabkan gangguan penglihatan, hingga kemampuan berpikir serta gerakan tubuh. Vicky pun sempat mengenang momen-momen terakhirnya bersama Mirryn saat ke Deep Sea World, membuat acara menginap sekaligus minum teh.

Walau penyakit ini lebih memungkinkan dan umum diderita para lansia, rupanya kondisi demensia dini dapat juga menyerang anak-anak usia bawah lima tahun. Segera ke dokter untuk memeriksakan kondisi anak apabila terjadi keluhan atau gejala perkembangan fisik dan mental yang tak seperti normalnya.

You may also like