Banyak Merk Kosmetik Terkenal Dipalsukan, BPOM Berhasil Gerebek Pabriknya

530

Banyak Merk Kosmetik Terkenal Dipalsukan, BPOM Berhasil Gerebek PabriknyaJumat (5/1/2019), BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia rupanya berhasil menemukan beberapa tempat yang diketahui menjadi lokasi produksi atau pabrik pengedar kosmetik palsu. Lokasi yang ditelusuri dan membuahkan hasil antara lain adalah Taman Surya Molek, Komplek Citra Business Park, Ruko Daan Mogot Baru, serta Perumahan Taman Surya yang semuanya terletak di Jakarta Barat.

Bukti-bukti berupa dokumen, kendaraan, alat produksinya, bahan baku kosmetik palsu, produk jadi kosmetik itu sendiri, produk ruah, hingga bahan-bahan untuk mengemas ditemukan di keempat titik lokasi tersebut dengan total kerugian sampai Rp 30 miliar. Dilansir dari laman Detik Health, Penny K. Lukito selaku kepala BPOM menuturkan bahwa kosmetik ilegal berikut juga produk kosmetik palsu yang mengatasnamakan merk-merk ternama turut ditemukan.

Sementara itu, Hendri Siswadi, SH selaku Deputi Bidang Penindakan BPOM mengutarakan pula bahwa kemasan yang dibuat begitu memberi kesan impor. Belum lagi adanya kemasan ulang dari produk merk terkenal yang sudah dioplos entah dengan bahan apa diketemukan juga di TKP penggerebekan.

Sudah sejak tahun lalu BPOM mengawasi produk-produk kosmetik yang dicurigai palsu dengan mengatasnamakan merk ternama dan pemilik merk produk asli pun mengaku kepada BPOM bahwa ada pihak lain yang memang diduga telah memalsukan. Tak hanya mengumpulkan dan menunggu masyarakat melapor, BPOM pun bertindak dengan mengecek secara online tiap jejak para pemalsu produk kosmetik tersebut.

Pasar kosmetik memang tengah ramai karena permintaan yang juga tinggi sehingga ini menjadi peluang bagi para pemalsu produk untuk memalsukan segala bentuk dan merk kosmetik. Bahkan mereka pun mempunyai fasilitas pembuatan ilegal tanpa disertai dengan cara pembuatan yang benar. Bisa jadi di dalam setiap produk palsu ini pun sudah ada campuran bahan berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan kulit para penggunanya.

Bukan hanya produk riasan wajah, produk perawatan (skincare) hingga alat-alat makeup pun menjadi sasaran pemalsuan. Palsunya produk kosmetik pada umumnya dalam bentuk tanggal yang telah diganti padahal sudah kadaluarsa. Bahkan produk-produk kosmetik murah malah disengaja melalui proses kemasan ulang yang lebih elegan tampak impor.

Sudah tak perlu dipungkiri bahwa kosmetik yang palsu dan telah dioplos tentu akan memberi pengaruh buruk bagi kesehatan penggunanya, khususnya kesehatan kulit. Berikut ini adalah sejumlah bahaya kosmetik palsu yang wajib Anda tahu dan waspadai.

  • Breakout – Pembuatan produk kosmetik palsu jelas diragukan tingkat kehigienisannya apalagi ditambah dengan fakta bahwa bahan-bahan di dalamnya sudah dioplos. Dengan begitu, risiko produk kosmetik berbakteri pun cukup tinggi dan bisa membahayakan kesehatan kulit. Saat kulit terserang berbagai bakteri akan timbul jerawat atau breakout yang bersamaan dan sekaligus banyak.
  • Alergi – Karena hasil oplosan dari bahan-bahan yang tak terjamin dengan tingkat higienis yang rendah, keamanannya pun tidaklah jelas. Jadi untuk Anda yang mempunyai kulit sensitif, sangat memungkinkan untuk menimbulkan masalah alergi pada kulit. Keluhan gejala yang bisa dialami antara adalah kulit serasa terbakar dan panas, membengkak, dan juga bisa sampai mengelupas.
  • Iritasi atau infeksi mata – Kosmetik oplosan apalagi yang palsu dengan bahan-bahan berbahaya di dalamnya mampu memicu infeksi atau iritasi mata dengan gejala berupa pembengkakan di area mata dan juga penglihatan yang buram. Hal ini terjadi pada Katie Brown, dari Amerika Serikat yang mengalami efek tersebut sesudah mengaplikasikan eyeshadow.
  • Kanker kulit – Kosmetik palsu pun mampu meningkatkan risiko kanker kulit apalagi jika penggunaannya dengan dosis yang berlebih dan juga jangka panjang. Kandungan bahan-bahan berbahaya pada kosmetik palsu bisa makin banyak yang terserap ke dalam kulit sehingga kerusakan jaringan tubuh dapat terjadi karena sel-sel kanker yang terdorong bertumbuh dan berkembang.
  • Penyakit ginjal – Walaupun tak dikonsumsi, pemakaian produk kosmetik palsu dengan bahan kimia berbahaya bisa memicu penimbunan di organ seperti ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal. Penggunaan jangka panjang bisa berakibat pada gagal ginjal karena kerusakan fatal di organ tersebut.

Merkuri adalah bahan berbahaya paling umum yang paling sering ditemukan pada produk kosmetik palsu, khususnya produk pencerah kulit. Oleh sebab itu, mulai sekarang waspadai produk-produk kosmetik yang malah justru bisa mengancam kesehatan Anda apalagi terhadap bahaya merkuri.