Penelitian Terbaru Membuktikan Ada Vaksin Untuk Melawan Kanker!

192

Sebuah studi penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine (8 April 2019), membuktikan ada vaksin yang bisa melawan penyebaran kanker. Dalam penelitian yang dilakukan pada 11 pasien penderita kanker limfoma non-Hodgkin yang menerima vaksin kanker ternyata mengalami masa remisi yang cukup panjang. Masa remisi adalah waktu tambahan untuk penderita kanker dimana saat itu tidak ada kanker baru atau tidak ada temuan penyebaran kanker. Sekarang hasil penelitian ini sedang diuji pada penderita kanker payudara dan kanker otak.

Vaksin yang diujikan ini bekerja dengan cara menyerang satu tumor saja dalam tubuh, kemudian tumor menjadi pabrik vaksin. Hasilnya vaksin dalam satu tumor itu melawan penyebaran kanker dan mencegah pertumbuhan kanker baru. Intinya vaksin hanya disuntikkan pada satu tumor dalam tubuh.

Studi yang ditulis oleh Dr. Joshua Brody, sebagai direktur Lymphoma Immunotherapy Program di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York, memang mendapatkan pengakuan dari beberapa peneliti kanker dunia. Pernyataan ini juga mengundang reaksi positif dari penderita kanker yang tidak bisa menjalani perawatan imunoterapi.

Tapi sejauh ini penelitian vaksin baru dilakukan pada 11 pasien dan ini masih jauh dari kesimpulan akhir. Dalam jurnal ini juga dijelaskan bahwa sebenarnya perawatan vaksin kanker ini bukan merujuk pada vaksin untuk mencegah kanker. Vaksin kanker ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mengatasi, mengobati dan memperpanjang masa remisi penderita kanker.

Terapi untuk menyembuhkan kanker dengan vaksin ini membutuhkan tiga tahap yang sangat penting. Tahap pertama adalah pasien akan diberikan suntikan yang mengandung bahan molekul kecil sel dendritik ke bagian tumor. Sel ini yang akan menciptakan sistem kekebalan tubuh.

Kemudian pada tahap kedua pasien akan diberi sinar radioterapi dosis rendah. Perawatan ini bertujuan untuk membunuh sel tumor yang kemudian akan mengeluarkan antigen atau protein. Sel dendritik yang sudah masuk ke tumor akan mengambil antigen ini.Tahap terakhir, pasien akan menerima suntikan yang membuat sel dendritik lebih aktif yang kemudian mencari sel kanker dalam tubuh dan membunuhnya.

Menurut direktur NYU Langone Vaccine Center, Mark Mulligan yang tidak masuk dalam penelitian ini, mengatakan jika temuan baru ini sangat menjanjikan dan masih perlu dikembangkan. Pengujian pada lebih banyak penderita kanker perlu dilakukan secara hati-hati. Termasuk perlu adanya studi khusus untuk melihat efek samping yang mungkin bisa terjadi.

Nah, semoga saja ya, vaksin kanker ini bisa memberikan hasil yang positif sehingga memberi harapan baru untuk penderita kanker di seluruh dunia.