Sponsors Link

Abrasi Gigi

advertisement

abrasi gigiAbrasi gigi. apa sih itu? Apabila selama ini mungkin telah diketahui bahwa abrasi merupakan proses pengikisan garis pantai yang disebabkan oleh air laut, ternyata abrasi juga terjadi di bagian tubuh kita. Nah, istilah ini dipakai untuk bagian tubuh yang mengalami proses abrasi yaitu pada bagian gigi. Abrasi gigi, sama seperti umumnya, merupakan keadaan dimana gigi mengalami pengikisan dan pengausan secara mekanis.

Proses pengikisan atau pengausan gigi ini bisa berdampak pada kerusakan email gigi, dan bahkan bisa mengakibatkan kesurasakan pada bagian dentin. Berikut ini ulasan selengkapnya mengenai abrasi gigi :

Gejala Abrasi Gigi

Ada dua gejala yang menunjukkan tanda-tanda abrasi ini, seperti berikut :

1. Gigi terasa ngilu dan lebih sensitif

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, apabila merasakan ngilu yang berlebihan ketika mengkonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin, merupakan salah sata tanda bahwa gigi sudah mengalami proses abrasi. Hal ini disebabkan oleh kerusakan email gigi. Apabila abrasi gigi sudah menyerang dentin, maka gigi anda akan menjadi lebih sensisitf lagi, atau dikenal dengan istillah hipersensitif.

2. Gigi terlihat terkikis dan tidak rata

Gejala ini bisa terlihat secara kasat mata. Apabila gigi anda memiliki bagian-bagian yang terlihat terkikis dan tidak rata, maka gigi anda sudah pasti mengalami abrasi. Tidak rata yang dimaksud adalah ketinggian atau ketebalan gigi yang tidak rata, bukan struktur atau susunan gigi yang tidak rata.

Penyebab Abrasi Gigi

Lalu, mengapa gigi bisa mengalami abrasi? Hal-hal apa sajakah yang dapat membuat gigi mengalami abrasi dan kemudian menjadi terkikis serta menjadi sangat sensitif? Ada banyak sekali hal-hal yang dapat menyebabkan abrasi pada gigi. percaya atau tidak, abrasi pada gigi lebih didominasi oleh faktor human error, alias perbuatan dan kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri, mungkin saja anda juga melakukannya !

Berikut ini beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya abrasi gigi :

1. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Salah satu penyumbang terbesar penyebab abrasi gigi adalah penggunaan sikat gigi yang tidak tepat. Penggunaan sikat gigi yang tidak tepat ini bisa mencakup banyak hal , antara lain:

  • Pemilihan bulu sikat yang terlalu keras – Walaupun tidak menyikat gigi dengan tekanan yang kuat, namun penggunaan bulu sikat yang terlalu keras akan memicu proses abrasi yang terjadi pada gigi.
  • Salah dalam menyikat gigi – Kesalahan dalam menyikat gigi terjadi ketika , tidak rata dalam melakukan sikat gigi. Beberapa kasus ditemukan, menyikat terlalu lama pada satu bagian gigi sajaakan menambah kemungkinan terjadinya abrasi gigi.
  • Terlalu keras saat menyikat gigi – Selembut apapun bulu sikat, tetap akan percuma apabila menyikat gigi dengan tekanan yang keras dan kuat. Rutinitas ini hampir pasti akan memunculkan gejala-gejala abrasi gigi.

2. Penggunaan Kawat Gigi yang Terlalu Kuat

Apabila anda adalah seseorang yang menggunakan kawat gigi, maka pastikan setelan kekencangan bracket dari kawat gigi tersebut pas, tidak kendor dan juga tidak terlalu kencang. Setelan kekencangan kawat gigi yang terlalu kuat selain akan mengganggu kenyamanan, ternyata dapat berpengaruh juga terhadap proses abrasi gigi. Hal ini disebabkan oleh gigi yang akan tertekan kuat dan terjadinya gesekan-gesekan yang tidak wajar.

3. Pengaplikasian Gigi Palsu yang Kurang Pas

Penggunaan gigi tiruan atau gigi palsu juga dapat menambah proses abrasi pada gigi. Sama seperti penggunaan kawat gigi, penggunaan gigi palsu akan meperparah gesekan-gesekan pada gigi, apabila pemasangannya tidak terpat. Hal ini yang kemudian akan menjadi abrasi gigi.

4. Kebiasaan Menggunakan Tusuk Gigi

Kebiasan mencongkel sela-sela gigi saja, telah terbukti secara medis dapat menambah dan memperparah abrasi gigi. Kebiasaan ini secara langsung dapat mempengaruhi abrasi, karena ketika menggunakan tusuk gigi. Tusuk gigi tersebut akan langsung mengenai gigi, yang dapat mempercepat proses abrasi dan pengikisan gigi, serta akan sangat mungkin merusak email gigi.

5. Kebiasaan Menggigit Objek

Salah satu kebiasaan buruk yang akan sangat mempengaruhi abrasi atau pengikisan yang terjadi pada gigi. Menggigit-gigit objek yang bukan makanan ini akan membuat struktur gigi  menjadi aus. Hal ini disebabkan karena objek yang digigit adalah objek yang bersifat padat dan sangat keras, yang tidak sanggup dihancurkan oleh gigi, sehingga secara tidak langsung malah akan mengikis gigi

Objek ini contohnya adalah pulpen, pensil, pipa rokok, peralatan makan dan benda-benda keras lainnya. Karena kerasnya objek tersebut, anda seakan sedang melakukan proses pengamplasan terhadap gigi. Kebiasaan ini juga bisa menjadi objek penularan virus penyakit paling mematikan yang berasal dari tangan.

Pencegahan Abrasi Gigi

Penyebab abrasi gigi ini sebenarnya kasalahan-kesalahan yang dilakukan oleh kita sendiri. maka kitapun sebenarnya bisa melakukan proses pencegahan abrasi gigi ini . Berikut ini terdapat perawatan untuk pencegahan abrasi gigi :

1. Gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif – Ketika gejala gigi mengalami abrasi, coba gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi untuk gigi sensitif, memiliki kandungan zat-zat khusus yang dapat membantu pembentukan enzim untuk menutup email-email gigi yang sudah mulai hilang.

2. Gunakanlah sikat gigi berbulu halus – Sikat gigi dengan bulu sikat yang keras menjadi salah satu biang keladi terjadinya abrasi pada gigi. Karena itu, beralihlah dari penggunaan sikat gigi yang memiliki bulu yang lebih halus. Tujuannya adalah untuk mencegah terkikisnya gigi karena penggunaan sikat gigi yang salah setiap hari.

3. Sikat gigi cara yang tepat – Selain mengganti sikat gigi dengan bulu yang lebih halus, anda juga harus tau cara menyikat gigi yang baik dan benar. Jangan sampai kesalahan teknik dalam menyikat gigi membuat pengikisan yang terjadi pada gigi anda menjadi semakin parah dari hari ke hari.

4. Perhatikan kekencangan gigi palsu dan behel – Bagi yang menggunakan kawat gigi atau gigi palsu, selalu lakukan pengontrolan rutin terhadap kawat gigi dan gigi palsu anda. Jangan sampai setelan tang terlalu kencang, atau bahkan terlalu longgar.

5. Hilangkan kebiasaan yang  mengikis gigi – Ini salah satu faktor kebiasaan yang harus dihilangkan agar gigi anda tidak mengalami abrasi atau pengikisan yang bertambah parah. Hilangkan kebiasaan menggigit objek – objek yang keras, speerti bolpoint, pinsil, dan pipa rokok. Karena kebiasaan ini akan sangat berpengaruh terhadap pengikisan yang terjadi pada gigi anda.

Penanganan Abrasi Gigi Secara Medis

Apabila ternyata gigi sudah menunjukkan gejala abrasi, apa yang harus anda lakukan? Gigi yang sudah mengalami abrasi yang sangat parah yang sudah mencapai tahap kerusakan dentin, maka tidak ada pilihan lain selain pergi ke dokter gigi dan lakukan penambalan dentin. Tentu hal ini akan memakan biaya yang tidak sedikit. Jadi untuk apa harus mengeluarkan biaya sia sia, apabila anda sendiri bisa mencegah terjadinya hal ini?

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!