Home Featured Di Skotlandia Korek Kuping Plastik Dilarang, Kenapa?

Di Skotlandia Korek Kuping Plastik Dilarang, Kenapa?

by Erlita

Penjualan korek kuping plastik sebenarnya sangat umum, namun ada aturan baru di Skotlandia yang menjadikan negara ini negara pertama di wilayah Inggris yang mengumumkan pelarangan penjualannya. Sebenarnya, pengajuan pertama kali aturan ini kepada parlemen Skotlandia sudah berlangsung September  2019 lalu di mana dampak bagi lingkungan dianggap sebagai alasan utamanya.

Melansir dari The Independent, sekretaris lingkungan Skotlandia bernama Roseanna Cunningham mengatakan bahwa jumlah smapai meningkat karena korek kuping yang sekali pakai sehingga mengotori pemandangan alami di negaranya. Ketika ada tumpukan sampah barang sekali pakai, menurutnya ini justru menjadi ancaman lain.

Membersihkan telinga menurut ahli THT sebenarnya justru tidak dianjurkan memakai korek kuping. Menurut dr Soekirman Soekin, spTHT-KL(K) selalu dokter THT dilansir dari Detik Health, tidak perlu membersihkan telinga dengan mengoreknya ke arah dalam menggunakan korek kuping apalagi cotton bud. Ada risiko semakin dikorek justru kotoran akan tertekan dan makin masuk ke gendang telinga sehingga malah fungsi pendengaran yang terganggu.

Para dokter THT menganggap bahwa mekanisme tubuh akan membuat kotoran telinga keluar dengan sendirinya dari dalam telinga karena pada dasarnya kotoran telinga ada di 1/3 telinga bagian luar saja. Namun, bukankah kalau kotoran telinga mengeras jadi sulit dibersihkan dan bagaimana kalau tak mau keluar sendiri?

Ketika kotoran telinga mengeras dan membandel enggan keluar, alhasil kotoran pasti menumpuk dan telinga bisa-bisa terasa sakit hingga tersumbat sehingga pendengaran menurun. Ada pula yang mengatakan bahwa pemakaian obat tetes telinga lebih aman, padahal juga penggunaannya pun perlu secara hati-hati.

Walau membersihkan telinga dengan mengorek kuping itu sebenarnya tujuan yang baik, ada dampak buruk bagi lingkungan pada penggunaan korek kuping plastik. Tak hanya itu, berikut ini adalah beberapa alasan mengenai bahaya dari aktivitas mengorek kuping perlu diwaspadai bagi kesehatan telinga dikutip dari Kompas Sains:

  • Gendang telinga pecah, hal ini bisa saja terjadi ketika ujung kapas dari cotton bud malah menyenggol dan melukai bagian gendang telinga.
  • Gangguan fungsi pendengaran, hal ini terjadi karena gendang telinga merupakan hasil susunan tulang rawan yang gampang pecah dan berlubang kalau terdapat suara terlalu bising dan kencang, serta terjadi gesekan dengan benda dari luar.
  • Congekan, selain gendang telinga pecah dan fungsi pendengaran terganggu ada pula risiko lainnya seperti congekan. Salah satu tanda utama seseorang mengalami congekan adalah dari dalam telinganya akan terus mengeluarkan air.

Hal ini menjadi alasan dibalik kenapa tak seharusnya memasukkan cotton bud, korek kuping plastik/besi, hingga tetes telinga, yakni supaya pendengaran tidak berkurang. Lalu bagaimana kalau kotoran sampai menumpuk? Dianjurkan oleh dr S. Hendradewi seorang dokter THT dari RS Moewardi, 6 bulan sekali maksimal rutinlah ke dokter THT sebagai langkah membersihkan telinga yang aman.

You may also like