8 Proses Terjadinya Stroke dari Awal Hingga Akhir

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Banyak orang yang paham bahwa penyakit stroke saat ini mulai mudah terjadi pada usia muda. Namun banyak yang belum paham tentang proses terjadinya stroke. Seringkali orang menganggap sepele hal tersebut. Apalagi karena ciri-ciri kena stroke biasanya hanya berupa gejala biasa yang umum terjadi tanpa diikuti kelainan medis apapun. Sehingga kebanyakan orang terlambat menyadarinya. Padahal kian hari penyakit stroke semakin menjadi momok pada banyak orang. Tingginya kadar kolesterol yang tidak terkontrol seringkali memicu terjadinya penyakit ini.

Adapun proses terjadinya stroke merupakan suatu proses yang terdiri dari beberapa tahap. Tidak ada penyakit yang muncul dengan tiba-tiba. Termasuk juga dengan tanda dan gejala stroke yang umum terjadi. Baik stroke ringan maupun berat biasanya melalui beberapa tahapan gejala yang dapat diamati dengan mudah.

Proses Terjadinya Stroke

Berikut ini proses terjadinya stroke pada tubuh manusia mulai dari awal gejala hingga terjadinya serangan:

1. Gejala stroke biasanya diawali dengan tingkat kolesterol yang tinggi dalam darah. Cobalah untuk memeriksa kandungan kolesterol termasuk nilai LDL dan trigliserida dalam darah. Kandungan tinggi dapat berbahaya karena nantinya ini akan memicu terjadinya banyak penyakit, termasuk yaitu penyakit stroke. Karena itu disarankan untuk mengkonsumsi makanan pencegah stroke ringan untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah.

2. Karena kandungan lemak yang tinggi, maka darah mengalami masalah dalam proses sirkulasinya. Lemak yang berada dalam darah mulai menghambat laju penyebaran serta penyaluran darah. Akibatnya pasokan oksigen ke seluruh sistem tubuh juga mulai terganggu. Disinilah awal mula terjadinya penyebab penyakit stroke.

3. Selain berkurangnya oksigen, lemak akan membentuk gumpalan-gumpalan dalam pembuluh darah. Gumpalan tersebut akan melaju bersama aliran darah ke seluruh tubuh. Di satu waktu ketika berada di pembuluh dengan diameter yang lebih kecil, terjadi sumbatan pembuluh darah oleh lemak. Disinilah gejala stroke mulai terjadi sedikit demi sedikit.

4. Pada saat pasokan oksigen dan suplai darah terganggu, secara otomatis nilai oksigen yang dibawa ke dalam otak serta sistem sarafnya mengalami pengurangan. Sehingga hal ini memicu degradasi sistem kerja saraf otak. Hal ini juga memicu terjadinya macam-macam penyakit saraf.

5. Pada tahapan yang lebih berat, penyumbatan darah terjadi secara total. Akibatnya laju darah terhenti di satu titik dimana gumpalan lemak tidak dapat lagi melewati titik tersebut. Sehingga titik yang lain tidak menerima pasokan darah maupun oksigen.

6. Kondisi yang demikian memicu pecahnya pembuluh darah karena pembuluh tidak dapat menahan laju peredaran darah yang terhenti di satu titik. Ketika pembuluh darah pecah maka hal ini memicu sistem saraf otak terhalang dalam menerima oksigen dan menjadi tidak berfungsi.

7. Pada kondisi akhir yang fatal, maka akan membuat sistem saraf otak tidak bekerja. Akibatnya bagian-bagian tubuh yang bersangkutan akan mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan yang terjadi dapat bersifat parsial dan dapat pula bersifat menyeluruh. Tergantung pada bagian pembuluh darah otak yang pecah.

8. Terakhir pada kondisi yang terburuk, seluruh pembuluh darah bisa saja tersumbat dan pecah. Sehingga pasokan oksigen menuju jantung akan terhenti dan selanjutnya otak akan menghentikan fungsinya. Ketika otak dan jantung terhenti maka otomatis seluruh bagian tubuh berhenti berfungsi pula dan berakibat pada kematian.

Demikian proses terjadinya stroke pada sistem tubuh manusia. Jika telah memahaminya tentu kita dapat memikirkan cara pencegahan yang optimal. Sehingga kemungkinan terserang stroke dapat mengecil dan akibat stroke yang lebih parah dapat dihindari.

fbWhatsappTwitterLinkedIn