6 Manfaat Imunisasi Polio Pada Anak Di Masa Pertumbuhan

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam dunia medis manfaat imunisasi polio pada anak telah terkenal luas. Telah sejak lama di negara ini diwajibkan pemberian imunisasi polio mulai dari bayi baru lahir. Hal ini bukan karena tanpa sebab dan tujuan. Namun mengingat bahwa macam-macam penyakit saraf yang masih banyak terjadi di Indonesia salah satunya yaitu penyakit polio. Sehingga sebagai bentuk pencegahan yang efektif, maka pemerintah menggalakkan pemberian imunisasi tersebut.

Hingga saat ini telah banyak masyarakat yang paham akan pentingnya imunisasi polio. Oleh karena itu banyak sekali orang tua yang memanfaatkan pemberian imunisasi polio gratis dari pemerintah. Tujuannya agar anak terhindar dari resiko polio yang berbahaya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini sekilas tentang penyakit polio pada anak-anak terutama manfaat imunisasi polio pada anak.

Tentang Imunisasi Polio

Imunisasi polio merupakan salah satu bentuk perlawanan atau pencegahan terhadap penyakit polio yang rentan menjadi endemi di suatu negara. Penyakit polio sendiri terjadi akibat virus polio dimana virus menyerang otak dan menyerupai gejala awal meningitis yang dapat merusak saraf dan menyebabkan resiko kelumpuhan. Penyakit ini sangat berbahaya dan seringkali menyerang di negara-negara berkembang yang tingkat kemakmurannya belum maksimal.

Imunisasi polio diberikan dengan dua cara, dan keduanya sebaiknya diberikan sejak bayi baru lahir hingga anak memasuki usia balita. Adapun cara pemberian vaksin polio yaitu sebagai berikut:

1. Imunisasi Oral

Yang paling umum diberikan dan banyak tersedia di posyandu adalah vaksin polio alam bentuk oral. Vaksin ini sebenarnya mengandung virus polio tipe satu, dua dan tiga yang dilemahkan. Sehingga dengan diberikan pada anak maka diharapkan tubuh anak akan membentuk antibodi alami terhadap penyakit polio jenis tersebut.

Sayangnya penggunaan vaksin oral memiliki beberapa efek samping imunisasi polio oral seperti demam dan kejang. Hal ini akibat vaksin yang tidak sepenuhnya mati. Akibatnya karena daya tahan tubuh anak berbeda-beda, maka efek yang diterima anak juga dapat berbeda-beda pula. Namun sebenarnya demam karena imunisasi bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Umumnya demam tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

2. Imunisasi Suntik

Apabila pemberian vaksin oral sangat mudah lain halnya dengan vaksin suntik. Hingga saat ini vaksin suntik hanya dapat diperoleh di rumah sakit swasta. Hal ini karena vaksin suntik berisi virus polio tipe satu, dua dan tiga yang telah dimatikan. Sehingga semua bayi maupun anak-anak dengan tingkat ketahanan imun tubuh apapun akan dapat menerima vaksin ini dan membentuk antibodi secara langsung.

Umumnya vaksin suntik harganya lebih mahal karena proses pembuatannya lebih kompleks. Selain itu vaksin suntik tidak menimbulkan demam serta membutuhkan cara penyimpanan yang lebih khusus dan spesifik. Vaksin polio suntik juga bukan merupakan vaksin tunggal. Umumnya telah dicampur dengan beberapa vaksin lainnya seperti misalnya DPT dan HIB. Sehingga dalam satu kali pemberian imunisasi dapat berfungsi untuk berbagai macam penyakit.

[AdSense-B]

Efek Samping Imunisasi Polio

Imunisasi sekalipun baik namun bukan berarti tanpa efek samping. Demikian pula halnya imunisasi polio. Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin:

  • Vaksin oral beresiko menyebabkan demam, sehingga dapat membuat anak maupun bayi menjadi rewel dan sering menangis karena demam yang tidak nyaman pada tubuh mereka. Bahkan jika demam tidak kunjung reda dapat menyebabkan macam-macam kejang.
  • Vaksin suntik beresiko menimbulkan bengkak pada area bekas suntikan. Sehingga ini akan terasa sakit bila disentuh dan dapat membuat terjadinya bengkak.
  • Baik vaksin oral maupun suntik beresiko menimbulkan alergi. Sekalipun sangat jarang namun kemungkinan masih tetap ada.

Manfaat Imunisasi Polio

Tujuan diberikan imunisasi polio yaitu untuk memberikan banyak manfaat bagi bayi dan anak-anak. Adapun umumnya manfaat imunisasi polio pada anak yang cukup besar yaitu sebagai berikut:

1. Mencegah Endemi

Fungsi imunisasi ini yang paling utama yaitu untuk mencegah jangkitan virus yang lebih luas pada anak-anak. Seperti visi dan misi pemerintah saat ini bahwa vaksin polio baik oral maupun suntik wajib diberikan untuk menghambat endemi sekaligus menghilangkan faktor resiko kejadian. Oleh sebab itu dengan vaksin polio maka diharapkan penyakit polio tidak akan menyerang lagi dan anak Indonesia akan sehat serta bebas dari resiko keumpuhan fatal akibat polio.

[AdSense-A]

2. Memperbaiki Fungsi Saraf

Virus polio secara tidak langsung akan menyerang fungsi saraf dan membuat ruang gerak saraf terhambat. Akibatnya respon yang diterima saraf menjadi tidak sesuai dan respon motorik anak juga akan mengalami gangguan. Oleh karena itu diberikan vaksin polio yang diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya hal ini. Dimana vaksin saat membentuk antibodi maka dapat bekerja menangkal virus polio. Dengan demikian kondisi saraf tubuh anak dapat lebih sehat dan terbebas dari penyaki berbahaya.

3. Mencegah Kelumpuhan

Hal paling berbahaya yang dapat disebabkan oleh virus polio yaitu resiko terjadinya kelumpuhan pada anak. Oleh sebab itu manfaat imunisasi polio yang diberikan sejak bayi baru lahir yaitu terutama untuk mencegah bahaya kelumpuhan pada anak. Oleh sebab itu imunisasi polio merupakan salah satu imunisasi wajib. Karena akibatnya yang sangat fatal. Dengan pemberian vaksin secara berkala dan teratur maka dapat membantu mencegah kelumpuhan atau paling tidak meminimalkan kemungkinan penyakit mengakibatkan resiko lumpuh pada anak.

4. Meringankan Efek Penyakit

Fungsi selanjutnya dari pemberian imunisasi sebenarnya juga termasuk untuk meringankan efek penyakit. Karena sekalipun telah diusahakan pencegahan penularan, namun ada kalanya virus cukup kuat untuk melawan dan tubuh anak terlalu lemah imunnya. Dalam kondisi ini maka anak akan rentan terkena penyakit polio. Namun dengan pemberian imunisasi maka umumnya daya tahan tubuh telah meningkat sehingga efek yang terjadi pada tubuh tidak maksimal. Dengan pemberian vaksin, maka jika anak masih terinfeksi virus polio, maka gejala maupun tanda yang terjadi tidak akan memberi efek yang berat. Anak mungkin tetap demam dan sakit, namun bahaya pada saraf dan resiko kelumpuhan masih dapat dihindari.

5. Menghindari Gangguan Otak

Fungsi atau manfaat terakhir dari pemberian imunisasi polio yaitu untuk mencegah resiko gangguan otak. Karena virus polio juga bekerja menyerang otak sebelum mendatangkan kelumpuhan. Inilah mekanisme yang menyerupai gejala meningitis pada balita. Dimana dapat terjadi infeksi atau radang pada jaringan otak anak. Pada saat inilah umumnya saraf juga mengalami kerusakan. Dengan vaksin polio maka virus dapat dicegah untuk berkembang lebih lanjut.

Demikian beberapa penjelasan tentang imunisasi polio yang lebih detail. Terutama manfaat imunisasi polio pada anak yang sangat besar. Dengan memberikan imunisasi polio sejak bayi maka dapat membantu melakukan pencegahan penyebaran penyakit polio. Sehingga semakin sedikit daerah endemi di negara ini. Yang paling penting yaitu untuk menghindari anak dari resiko penyakit berbahaya. Supaya anak dapat beraktivitas normal dan selalu sehat sehari-harinya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn