Obesitas

15 Bahaya Perut Buncit pada Pria dan Wanita

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perut yang buncit kerap kali menjadi masalah bagi banyak orang karena kondisi ini diyakini mampu mengganggu penampilan. Karena mampu menurunkan rasa percaya diri, maka banyak orang dengan perut buncit kemudian mulai mencari cara mengecilkan perut buncit, mulai dari berdiet ketat hingga melakukan olahraga serutin dan serajin mungkin. Namun mengecilkan perut dengan cara demikian tidaklah mudah bukan?

Perut buncit dikenal juga dengan istilah obesitas sentral dan penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah lemak yang menumpuk di bagian perut. Lemak tersebut pun masih terbagi lagi menjadi 2 jenis, yakni lemak subkutan yang terletak di bawah kulit, dan juga lemak viseral yang berhubungan dengan keadaan obesitas pada perut.

Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan kemudian melebihi energi yang diperlukan untuk keperluan aktivitas fisik akan menimbulkan perut buncit seperti halnya obesitas. Makan banyak tapi kurang olahraga atau tidak pernah olahraga sama sekali, maka perut buncitlah yang menjadi akibatnya. Lalu, apa yang kira-kira menjad bahaya perut buncit pada pria dan wanita?

Baca juga:

  1. Gangguan Pernapasan

Pada orang berperut buncit atau mengalami masalah obesitas, biasanya pernapasan akan terganggu yang dirasakan lebih-lebih ketika malam hari ketika tidur. Obesitas kerap dihubungkan dengan meningkatnya risiko penyakit yang berhubungan dengan pernapasan sehingga memang diharapkan untuk bisa mengecilkan perut. Berikut ini adalah contoh berbagai penyakit pernapasan yang menjadi bahaya dari perut yang membuncit:

  • Bronkitis berat
  • Asma
  • Insufisiensi pernapasan
  • Sindrom hipoventilasi

Meski kondisi-kondisi tersebut tergolong umum, alangkah baiknya kalau perut buncit segera diatasi agar tidak berlanjut dan mengalami masalah-masalah kesehatan tersebut. Gangguan pernapasan akan sangat tidak nyaman, dan ini kemudian bisa memicu penyakit lainnya.

  1. Insomnia

Karena pernapasan terganggu setiap malam, maka otomatis ini akan menjadikan seseorang berperut buncit mengalami gangguan tidur, terutama susah tidur. Tentu saja dari satu masalah, hal ini kemudian dapat berujung pada masalah kesehatan lainnya. Insomnia bukan masalah tidur biasa, maka penyebab dasarnya harus segera ditangani.

  1. Penyakit Jantung

Rata-rata orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas akan menaikkan risiko terkena penyakit jantung. Timbunan lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh, apalagi pinggang dan perut mampu meningkatkan potensi pembekuan lemak yang ada pada aliran darah sehingga darah tak bisa mengalir lancar ke seluruh organ tubuh.

Hal ini kemudian menjadikan organ jantung mengalami penurunan fungsi sebab kekurangan oksigen yang seharusnya dibawa oleh darah. Supaya menghindari jenis-jenis penyakit jantung yang termasuk di dalam bahaya dari perut buncit akibat lemak, maka amat disarankan untuk mengurangi berat badan. Ada banyak tips diet sehat dan jenis olahraga yang bisa diikuti supaya perut dapat dikecilkan.

Contoh jenis penyakit jantung yang kiranya dapat terjadi pada pemilik perut buncit adalah:

Bahaya penyakit tersebut bisa berakibat pada kematian sehingga sebaiknya jika memang bisa diatasi dari awal, perut buncit seharusnya segera dikecilkan, apalagi kalau berat badan juga sudah menunjukkan angka berlebih.

(Baca juga: penyebab panas pada perut penyebab kram perut)

  1. Kolesterol Tinggi

Lemak viseral jelas adalah yang paling berbahaya dan jika sudah menumpuk, maka senyawa peradangan pun akan keluar, berikut juga hormon yang mengganggu metabolisme tubuh. Sitokin adalah nama dari senyawa-senyawa peradangan dan senyawa tersebutlah yang mampu menjadi faktor penyebab peradangan ringan pada tubuh.

Asam lemak bebas juga dikeluarkan oleh lemak viseral di dalam tubuh dan senyawa ini kemudian masuk pada organ hati. Dari situlah ia menimbulkan serangkaian perubahan, seperti produksi kolesterol jahat yang meningkat dan ini otomatis membuat produksi kolesterol tinggi menurun. Inilah yang menjadi alasan mengapa perut buncit berpotensi menyebabkan penyakit kolesterol tinggi.

  1. Diabetes

Asam lemak bebas yang lemak viseral keluarkan juga rupanya mampu menganca kadar serta fungsi insulin di dalam tubuh. Senyawa tersebut akan menurunkan tingkat efektivitas insulin yang bertugas sebagai pengendali gula darah. Dengan demikian, otomatis risiko diabetes pun akhirnya meningkat. Risiko diabetes dapat naik karena adanya peningkatan kadar gula darah juga pada tubuh.

Ketika terjadi kenaikan berat badan sekitar 5-10 kg selisih dari berat badan sehat atau idealnya, maka risiko diabetes tipe 2 pun akan ikut naik 2 kali lipat ketimbang mereka yang tak mengalami kenaikan atau kelebihan berat badan. Maka dari itu, perut buncit bisa saja menyebabkan berbagai penyakit kronis yang mengancam.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Lemak yang menimbun pada perut dan menjadikan perut buncit tak hanya memicu kolesterol tinggi atau kadar gula darah tinggi. Tekanan darah juga berpotensi mengalami peningkatan yang nantinya ditandai dengan sering pusing, leher belakang dan bahu yang terasa berat serta penglihatan yang kerap buram.

(Baca juga: bahaya lemak di perut perut terasa penuh)

  1. Perubahan Hormon

Terjadinya perubahan hormon di dalam tubuh juga bisa dipicu oleh perut buncit dan berat badan yang makin mengalami peningkatan. Ketika terjadi perubahan hormon yang mengendalikan penyempitan pembuluh darah, maka otomatis ini akan merugikan kinerja atau fungsi organ lainnya. Untuk sebutan kondisi tersebut kita mengenalnya dengan istilah angiotensin.

  1. Stroke

Ketika terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah oleh karena lemak yang menimbun pada perut dan bahkan juga pada aliran darah, pembekuan darah pun terjadi. Pembekuan darah ini adalah suatu kondisi yang kerap kali menjadi penyebab awal banyaknya kasus stroke. Awal mula selalu dari tekanan darah yang naik lebih dulu.

Tak hanya itu, kebiasaan merokok, kolesterol yang tinggi dan juga kurangnya olahraga mampu membuat perut buncit dan kemudian menyumbat atau mempersempit pembuluh darah. Jalannya darah yang tak lancar itulah kemudian bisa mengakibatkan stroke. Obesitas yang disertai perut buncit adalah faktor sekunder yang mampu mengakibatkan terjadinya stroke.

  1. Masalah Psikologis dan Sosial

Tidak heran mengapa banyak wanita mengutamakan penampilan fisiknya, ini karena masyarakat sendiri sering melihat tampilan luar daripada kepribadian seseorang. Cara pandang banyak orang seperti itulah yang kemudian membuat orang-orang (khususnya wanita) berperut buncit kemudian merasa dirinya kurang menarik.

Kehilangan rasa percaya diri adalah dampak psikologis yang terjadi karena dampak sosial. Hal ini kelihatannya sepele, namun banyak orang kemudian menjadi stres atau bahkan depresi sehingga mencoba diet mati-matian super ketat yang akhirnya hanya merugikan diri sendiri.

Baca juga:

Itulah sedikit informasi tentang bahaya perut buncit pada pria sekaligus juga wanita yang diharapkan bisa diwaspadai. Mengatur pola makan sehat dan juga memperbanyak latihan kardio adalah solusi untuk menjaga berat tetap ideal sehingga perut pun tak makin buncit.