Thursday, July 18, 2019

Leukoplakia

Leukoplakia merupakan sebuah kondisi di mana lapisan mulut serta lidah memiliki bercak putih yang tebal. Timbulnya bercak putih tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor dan salah satunya adalah kebiasaan merokok. Iritasi pun juga mampu mengakibatkan leukoplakia, namun biasanya bercak ini dapat hilang sendiri seiring berjalannya waktu.

Pada kasus leukoplakia ringan, tanpa perawatan khusus bercak putih tebal tersebut tak akan berbahaya bagi kesehatan tubuh penderitanya. Namun juga sebaiknya tidak lalai untuk memeriksakan diri, sebab kasus yang lebih serius mampu menjadi penyebab kanker mulut sehingga perlu diobati dengan cepat dan tepat. Kekambuhan pun kerap dapat terjadi, jadi sebaiknya kenali dengan baik akan leukoplakia ini.

Penyebab

Penyebab secara pasti dari timbulnya bercak putih pada lapisan mulut dan lidah seseorang yang disebut dengan leukoplakia belumlah diketahui. Hanya saja, faktor-faktor seperti iritasi kronis, merokok serta mengunyah tembakau diketahui menjadi alasan terbentuknya bercak putih tersebut. Bahkan pengguna produk tembakau tanpa asap pun justru diketahui berisiko tinggi terkena leukoplakia ini.

Meski belum diketahui jelas apa penyebab pasti dari leukoplakia, kita tetap perlu mengenal kemungkinan-kemungkinan faktor yang meningkatkan risiko perkembangan leukoplakia. Contoh faktor penyebab lain dari leukoplakia dan masih tergolong dalam kondisi iritasi kronis antara lain adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan jangka panjang akan alkohol.
  • Penggunaan gigi palsu yang sudah rusak.
  • Penggunaan gigi palsu yang kurang pas.
  • Gigi yang terlalu tajam atau gigi yang patah menggesek pada permukaan lidah.
  • Penggunaan tembakau, khususnya yang berjenis tanpa asap.
  • Penggunaan kombinasi rokok dengan konsumsi alkohol di waktu yang sama.

Leukoplakia berbulu juga diduga dapat terjadi di mana kondisi ini pada umunya disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Sekalinya terkena infeksi virus tersebut, virus akan tetap berada dan bertahan di dalam tubuh penderitanya seumur hidup walau tidak dalam keadaan aktif.

Walau virus tak aktif, sistem daya tahan tubuh yang menurun dapat mengaktifkan kembali virus tersebut, terutama bila sistem imun yang melemah diakibatkan oleh HIV AIDS. Jadi intinya, penderita HIV AIDS akan lebih berisiko menderita leukoplakia berbulu.

Gejala

Bercak putih yang cukup tebal merupakan gejala paling utama dan umum pada kondisi leukoplakia ini dan hal tersebut tentunya tampak tak biasa. Bercak ini pun bisa saja bervariasi sehingga penderita satu dengan lainnya bisa saja memiliki bercak pada lidah atau lapisan mulut yang berbeda-beda, seperti misalnya:

  • Bercak berwarna abu-abu atau putih.
  • Muncul bintik kemerahan yang termasuk pada kasus jarang.
  • Tesktur dapat datar atau juga bisa tampak tak teratur.
  • Berbulu
  • Bercak keras dan tebal dengan permukaan yang terangkat.

Khusus untuk kasus leukoplakia berbulu, biasanya bintik atau bercak putihlah yang menjadi tandanya dan berbentuk seperti lipatan terletak pada sisi lidah. Tanda-tanda seperti itu justru lebih sering diduga sebagai sariawan oral walau sebenarnya merupakan kondisi leukoplakia berbulu.

Hal yang perlu untuk diwaspadai adalah ketika gejala kemerahan timbul pada bagian lidah atau lapisan mulut Anda. Ini karena kemerahan tersebut berpotensi besar menjadi tanda kanker, jadi ketika bintik merah mulai muncul segera temui dokter dan periksakan.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Kasus leukoplakia ringan memang akan sembuh dengan sendirinya, namun tak ada salahnya untuk memeriksakan diri agar dapat mencegah kondisi yang lebih serius. Segeralah memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami:

  • Sakit pada telinga, khususnya bila dirasakan sewaktu menelan.
  • Terjadi perubahan bersifat persisten di jaringan mulut.
  • Timbul benjolan atau bercak berwarna merah, putih atau gelap pada lapisan mulut maupun lidah.
  • Sulit untuk membuka rahang.
  • Plak berwarna putih atau bahkan terjadi luka di dalam mulut yang tak kunjung sembuh walau sudah 2 minggu lebih.

Diagnosa dan Pengobatan

Saat datang ke dokter untuk memeriksakan gejala-gejala yang merujuk pada leukoplakia, dokter akan memastikan melalui beberapa langkah pemeriksaan. Beberapa metode diagnosa yang kiranya perlu ditempuh oleh pasien adalah seperti:

  • Pemeriksaan bagian dalam mulut, terutama bila memang terdapat bercak atau bintik-bintik dan mencoba untuk menghapusnya.
  • Pengajuan pertanyaan tentang gejala yang dialami dan dirasakan.
  • Pengajuan pertanyaan tentang riwayat kesehatan.
  • Biopsi sikat mulut untuk menentukan apakah gejala berkaitan dengan adanya kanker.
  • Biopsi eksisi yang dilakukan melalui pembedahan untuk memastikan ada tidaknya kanker dan membantu dokter dalam menghasilkan diagnosa yang lebih akurat.
  • Evaluasi kondisi tubuh pasien apabila sistem daya tahan dalam keadaan lemah dan memiliki masalah dengan leukoplakia berbulu.

Setelah dari hasil pemeriksaan tersebut didapati bahwa pasien benar-benar memiliki leukoplakia atau leukoplakia berbulu, dokter segera mencari dan memberikan perawatan paling sesuai dengan kondisi pasien. Ketika bercak masih terlampau kecil dan terdeteksi dari awal, maka pengobatan pun akan menjadi lebih mudah serta tingkat efektivitasnya juga masih tinggi.

  • Bergaya Hidup Sehat

Sebagai salah satu langkah perawatan, pasien dengan kebiasaan merokok biasanya dianjurkan untuk berhenti merokok. Penderita dengan penggunaan alkohol yang berlebihan pun akan diminta untuk berhenti dari kebiasaan tersebut. Bahaya merokok bagi kesehatan sangat mengancam jiwa begitu juga dengan bahaya minuman keras bagi kesehatan. Dengan menghentikan kebiasaan-kebiasaan tak sehat tersebut, sumber iritasi penyebab leukoplakia pun akan lenyap.

  • Penghapusan Bercak

Bila berhenti merokok dan menggunakan alkohol tidaklah cukup dan leukoplakia masih berlanjut, ditambah pula timbul tanda awal kanker. Maka penghabusan bercak pada lidah atau lapisan mulut pun diperlukan. Pembedahan menggunakan laser atau pisau bedah merupakan langkah untuk menghancurkan sel kanker.

  • Terapi Obat

Pada kasus leukoplakia berbulu, terapi obat pasti dibutuhkan dan dokter kemungkinan memberi obat antivirus untuk itu. Dengan obat antivirus, maka virus penyebabnya akan dapat ditekan, namun terkadang kasus seperti ini juga diatasi dengan pengobatan topikal.

  • Kunjungan Rutin ke Dokter

Meski tampaknya sudah hilang atau tidak berbahaya, diperlukan adanya pengecekan kondisi yang rutin. Bercak putih leukoplakia baik yang biasa ataupun berbulu bisa saja kembali datang sewaktu perawatan dihentikan. Jadi, tetaplah lakukan kunjungan pemeriksaan ke dokter secara rutin supaya dokter dapat melakukan pemantauan terhadap perubahan pada kesehatan mulut Anda. Dengan cara ini jugalah Anda bisa mencegah supaya leukoplakia tak dapat kembali secara mudah.

Ikuti tips diet sehat dan pastikan bahwa Anda hidup dengan pola makan dan tidur yang benar. Konsumsilah makanan-makanan dengan kandungan antioksidan tinggi, khususnya wortel dan bayam. Gaya hidup sehat nan seimbang merupakan kunci penting dalam mencegah leukoplakia serta jenis penyakit lainnya.

No posts to display

Recommended