Sunday, January 20, 2019

Kor Pulmonal

Kor pulmonal atau yang juga diketahui sebagai gagal jantung sisi kanan merupakan sebuah kondisi yang kerap muncul sebagai efek dari komplikasi tekanan darah tinggi yang biasanya terjadi pada arteri pulmonal. Karena disebut juga sebagai kondisi gagal jantung sisi kanan, tentu terjadinya adalah tepat di bagian dalam ventrikel kanan jantung.

Karena terjadi kor pulmonal, otomatis ventrikel sebelah kanan mengalami pembesaran sehingga akhirnya proses pemompaan darah menjadi kurang begitu efektif. Walau kor pulmonal merupakan sebuah penyakit yang kronis dengan perkembangan yang lambat, tetap ada komplikasi kesehatan yang dapat mengancam nyawa. Perlu untuk mengenal lebih jauh akan kor pulmonal mulai dari penyebab, gejalanya, sampai cara mengatasi secara tepat.

Penyebab

Paru-paru pada dasarnya bergantung pada jantung khususnya dalam proses pengangkutan darah dari tubuh menuju paru-paru itu sendiri. Sementara itu, hipertensi pulmonal merupakan jenis tekanan yang bisa mengalami kenaikan pada ventrikel kanan jantung dan arteri paru-paru. Ketika kita mengatasi tekanan di paru-paru yang tinggi agar darah dipaksa bisa masuk ke dalamnya.

Tekanan yang meningkat ini akan menjadi penyebab ketidakefektifan aliran darah yang menuju ke paru-paru. Itulah mengapa penyebab paling umum dari terjadinya kor pulmonal pada seseorang adalah ketika hipertensi pulmonal tidak diobati dengan benar atau terlambat mendapatkan penanganan. Namun masih ada juga beberapa faktor lain yang diketahui menjadi pemicu kor pulmonal, yakni:

  • Fibrosis kistik
  • Apnea tidur/sleep apnea
  • Jaringan paru-paru yang rusak
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Bekuan darah pada organ paru-paru

Gejala

Di awal, gejala ini sama sekali tidaklah terlihat sebab memang tanda-tanda dari kor pulmonal sendiri seperti kondisi yang biasanya dirasakan setiap sehabis berolahraga atau berlatih fisik keras. Ketika Anda selesai berolahraga keras, maka beberapa kondisi akan muncul di mana hal-hal itu jugalah yang menjadi gejala dari kor pulmonal paling utama.

  • Kepala terasa melayang atau terasa begitu ringan.
  • Detak jantung meningkat.
  • Kelelahan
  • Sesak nafas

Gejala memang tampak normal karena sehabis olahraga kita sering mengalami kondisi-kondisi tersebut, namun gejala-gejala tersebut berpotensi untuk menjadi lebih buruk ketika sedang mengambil waktu istirahat. Seiring waktu, gejala dapat lebih serius sehingga membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Jangan terlalu lama membiarkan kondisi fisik yang mencurigakan dan tak seperti pada normalnya, pastikan untuk langsung ke dokter saja untuk mendeteksi penyebab keluhan gejala. Ketika gejala yang terjadi berupa:

  • Sakit di bagian dada.
  • Batuk yang berlebihan dan terus-menerus.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Kaki bengkak.
  • Pingsan
  • Mengi
  • Intoleransi terhadap olahraga.
  • Pembengkakan di bagian vena leher.
  • Penumpukan cairan pada bagian perut.

Kondisi-kondisi tersebut tidaklah biasa dan perlu untuk memperoleh penanganan dokter sesegera mungkin. Kelelahan yang terlalu berlebihan walau tidak melakukan aktivitas fisik yang berat kiranya menjadi kecurigaan Anda.

Metode Diagnosa

Ketika Anda segera memeriksakan diri ke dokter, pada umumnya dokter akan melakukan beberapa metode pemeriksaan demi mengetahui penyebab pasti dari kor pulmonal. Dengan hasil pemeriksaan yang didapat, dokter juga akan dapat memberikan penanganan yang tepat bagi pasien.

  • Pemeriksaan fisik – Pemeriksaan ini selalu hal pertama yang dilakukan oleh dokter untuk mengetes atau mendiagnosa kondisi kesehatan pasien dengan gejala kor pulmonal. Dari pemeriksaan fisik, dokter akan mencari adanya gangguan dari detak jantung, retensi cairan, hingga penonjolan yang terjadi di bagian vena leher supaya membantu dokter dalam membuat hasil diagnosa nantinya.
  • Tes darah – Ketika dokter perlu untuk memeriksa kadar antibodi dan mendeteksi peptida natriuretik otak pasien, maka tes darah sangat perlu untuk diperlukan. Peptida natriuretik merupakan asam amino yang proses pembuatannya ada pada organ jantung lalu proses sekresinya dari hati sewaktu stres sedang melanda jantung.
  • Sinar-X dada – Dokter perlu mendeteksi juga kondisi dari beragam bagian dada pasien yang bisa dilakukan melalui proses X-ray ini.
  • CT scan – Melalui proses pemeriksaan ini, pengambilan gambar bagian tubuh bisa dilakukan.
  • Scan paru-paru – Dokter perlu melakukan metode diagnosa satu ini apabila hendak mendeteksi ada tidaknya bekuan darah pada paru-paru.
  • Ekokardiogram – Penggunaan gelombang suara juga dokter perlu lakukan supaya mampu mendeteksi kondisi jantung pasien.
  • Tes fungsi paru-paru – Dokter perlu mengetahui juga apakah fungsi paru-paru pasien bekerja dengan baik dan lancar.
  • Biopsi paru – Langkah diagnosa ini tergolong sangat jarang di mana perlu dilakukan oleh dokter ketika memang dokter ingin melihat ada tidaknya kerusakan jaringan paru-paru.

Pengobatan

Setelah melalui proses diagnosa dan hasil diagnosa telah diperoleh, dokter barulah bisa menentukan pengobatan apa yang tepat bagi kondisi pasien dengan gejala kor pulmonal. Biasanya dokter perlu lebih dulu mengobati segala penyebab hipertensi pulmonal agar bisa mengobati kor pulmonal. Sejumlah obat untuk hipertensi pulmonal antara lain adalah:

  • Obat resep penurun tekanan darah – Obat jenis ini juga otomatis membantu supaya peredaran oksigen dapat menuju ke paru-paru secara lebih lancar.
  • Diuretik – Obat jenis ini diberikan dengan tujuan utama untuk menghilangkan retensi cairan. Tak hanya itu, dokter memberikan obat ini sebagai penjaga kadar natrium darah yang apabila tinggi bisa diturunkan untuk menjadi stabil kembali.
  • Obat pengencer darah/antikoagulan – Ketika bekuan darah terjadi, maka obat pengencer darah biasanya juga perlu digunakan oleh pasien. Tak sekadar mengatasi, obat pengencer darah juga mampu menjadi pencegah pembekuan darah.

Pada kondisi gejala kor pulmonal yang sudah telanjur serius atau parah, perawatan yang diperlukan pasien pun harus lebih tinggi, termasuk operasi transplantasi paru-paru atau jantung, tergantung organ manakah yang paling serius mengalami kerusakan atau gangguan. Bahkan pada beberapa kasus terapi oksigen pun dibutuhkan.

  • Operasi Transplantasi

Operasi transplantasi pada salah satu organ – jantung/paru-paru – penting tersebut merupakan suatu pilihan terakhir ketika memang pada organ tersebut dijumpai adanya kerusakan yang sudah sangat parah dan pemberian obat tak lagi bisa efektif dalam meredakan gejala yang timbul. Apabila operasi tidak dilakukan tepat waktu, risikonya pun lebih besar yang dihadapi oleh pasien, yakni gagal jantung yang tentunya lebih mengerikan dan lebih berisiko tinggi mengancam jiwa.

  • Terapi Oksigen

Terapi oksigen ini kiranya diperlukan oleh pasien di mana tujuan utama terapi ini tak sekadar hanya membantu supaya gejala yang diderita pasien berkurang, tapi juga agar mampu meningkatkan stamina tubuh pasien. Apabila gejala bisa ditangani cukup awal, maka biasanya selalu ada harapan cukup besar untuk kondisi bisa sembuh cepat dan total tanpa adanya kasus kambuhnya kondisi.

Bagaimana cara mencegah kor pulmonal?

Karena kor pulmonal merupakan sebuah kondisi komplikasi dari hipertensi pulmonal, ada beberapa langkah yang penting dilakukan untuk menjaga kondisi tekanan darah. Demi menghindari kor pulmonal, tentu kita perlu mencegah supaya tidak mengalami hipertensi pulmonal lebih dulu dan inilah beberapa cara penting untuk dilakukan.

  • Menghindari kebiasaan merokokBahaya merokok bagi kesehatan bisa sampai mengancam nyawa, maka pastikan untuk tidak merokok dan berhentilah merokok bagi yang sudah mempunyai kebiasaan ini. Merokok juga diketahui sebagai salah satu faktor yang mampu memicu tekanan darah tinggi mengalami peningkatan.
  • Mengecek tekanan darah secara rutin – Karena tekanan darah merupakan alasan sebenarnya dibalik terjadinya kor pulmonal, penting untuk tetap menjaga tekanan darah stabil terus-menerus. Bagaimana cara mengetahui kestabilan dari tekanan darah? Lakukan pengecekan atau pengukuran tekanan darah secara rutin.
  • Menghindari stres – Stres adalah salah satu faktor yang mampu menjadi penyebab kenaikan tekanan darah, jadi carilah cara mengatasi stres yang alami dan efektif. Meditasi atau latihan Yoga bisa menjadi solusi agar Anda tak mudah stres.
  • Menjalani tips diet sehat – Diet yang sehat adalah menjaga asupan dan pola makan yang baik dan bernutrisi seimbang. Diet rendah garam, lemak jenuh dan juga kolesterol tinggi adalah bentuk pencegahan terhadap tekanan darah tinggi. Tak ketinggalan, olahraga rutin adalah cara untuk menjaga kadar tekanan darah tetap stabil.

Apabila kecurigaan adanya kor pulmonal makin besar dengan melihat dari gejala-gejala yang nampak, jangan ragu lagi dan segeralah ke dokter, terutama spesialis jantung. Diagnosa awal akan menjadi faktor yang mendukung Anda mendapatkan penanganan yang lebih baik dan efektif.

No posts to display

Recommended