Wanita Ini Kena Serangan Panik, Rupanya Tanda Dirinya Idap Tumor Otak

Jika serangan panik kerap dihubungkan dengan gangguan kecemasan, depresi dan gangguan panik. Kali ini berbeda pada kasus seorang wanita berusia 36 tahun bernama Catherine Wilcockson. Awalnya, ia kerap mengalami rasa lelah yang tak kunjung hilang di mana sebabnya tak bisa dijelaskan selama setahun terakhir ini.

Hanya saja, serangan panik pun mulai muncul menyusul gejala kelelahan tadi pada Desember tahun 2018 lalu. Dokter yang memeriksa dan menangani Catherine meresepkan obat antidepresan karena menduga ini adalah gejala gangguan derealisation, yakni sebuah perasaan bahwa segala hal yang ada di sekelilingnya tak nyata atau perasaan sedang melakukan pengamatan kepada diri sendiri dari luar tubuh, atau justru dua-duanya.

Mengutip dari Metro, Catherine pun mengatakan bahwa setelah ia menonton video mengenai perasaan orang dengan penyakit serangan panik dan derealisation, dirinya merasa gejala yang dirasakan cocok dengan perasaan yang ia alami. Namun demikian, obat antidepresan resep dokter tadi sama sekali tak mempan mengatasi segala keluhannya.

Parahnya, Catherine tak hanya mengalami kelanjutan serangan panik, tapi juga mengalami kejang sampai-sampai kepalanya sempat terbentur. Wanita ini pun segera dibawa ke RS Northern General di Inggris untuk diperiksa secara mendetil lebih dulu. Usai menempuh CT scan, hasilnya sangat membuat kaget karena ditemukan ada tumor seukuran buah apel pada otaknya.

Catherine sendiri meyakini bahwa sejak dari usianya 6 tahun, tumor itu sudah ada dan berkembang di otaknya sehingga berdampak pada personalitinya lama-kelamaan. Gejala tumor otak sendiri memang beragam tergantung dari tingkat keparahan dan perkembangan pertumbuhannya, lokasi tumor, serta ukurannya. Namun umumnya menurut Mayo Clinic, inilah hal-hal yang terjadi para orang yang diduga menderita tumor otak:

  • Rasa sakit kepala yang persisten dan makin hebat
  • Perubahan pola sakit kepala
  • Mual dan muntah di mana sebabnya sendiri tak dapat dijelaskan
  • Penglihatan ganda atau kabur
  • Gangguan pendengaran
  • Tubuh kejang-kejang
  • Perubahan kepribadian maupun perilaku
  • Mudah bingung saat beraktivitas normal
  • Kesulitan bicara
  • Gangguan keseimbangan tubuh
  • Secara bertahap kehilangan sensasi atau gerakan di bagian kaki maupun lengan

Walau sudah ukuran tumor sudah cukup besar dan diduga tumor tumbuh sudah terlalu lama di otaknya, beruntung nyawa Catherine dapat diselamatkan. Ya, tumor otaknya berhasil diangkat lewat prosedur operasi meski masih ada kemungkinan bahwa tumor kembali tumbuh dan membesar.

Setelah operasi berhasil, ia pun berencana hendak menjalani kemoterapi. Sebelumnya diduga depresi dan diberi antidepresan oleh dokter, Catherine menyarankan kepada orang-orang di luar sana untuk lebih waspada, baik itu dokter maupun pasien agar tidak mengalami kesalahan diagnosa.