Awalnya Didiagnosa Sembelit, Anak Balita Ini Justru Meninggal Karena Kanker

109

Bocah bernama Aoife Flanagan yang masih berusia 3 tahun awalnya mengeluhkan beberapa bagian tubuhnya yang terasa sakit. Sang ibu pun sudah beberapa kali membawanya ke dokter untuk memeriksakan kondisi tubuh anaknya, namun dokter terus-menerus mengatakan kalau sembelitlah yang menjadi penyebab keluhan Aoife.

Dalam 3 minggu sudah terhitung 11 kali sang ibu membawa anaknya ini ke dokter dan Aoife sendiri menurut ibunya sempat keluar masuk rumah sakit karena masalah kesehatan berbeda-beda, termasuk infeksi. Hanya saja melansir dari Fox News, pihak medis selalu mengatakan kalau buah hatinya hanya mengalami masalah sembelit yang umumnya dialami bocah seusianya.

Meski sadar bahwa ada yang tak beres pada tubuh anaknya, tiap kali membawa ke dokter justru pihk medis seperti enggan memeriksa bagian tubuh Aoife yang terasa sakit. Justru sang ibulah yang ditanya oleh beberapa dokter mengenai bagaimana selama ini ia memberi makan anaknya dan apakah Aoife melakukan olahraga dengan cukup.

Pada akhirnya, pemeriksaan X-ray pun dilakukan sewaktu menunggu pindah rumah sakit di mana hasil diagnosa sangat mengejutkan dengan keberadaan tumor besar di organ hati Aoife. Tumor inilah yang menjadi penyebab usus tersumbat dan hasil akhir diagnosa menyatakan balita ini positif kanker germ cell, yakni pertumbuhan kanker yang terjadi di sel-sel reproduksi, tapi juga dapat berkembang di dada, perut, maupun otak.

Jenis kanker ini melansir dari Mayo Clinic sebenarnya merupakan penyakit langka dengan kemungkinan penyembuhan yang sebenarnya cukup besar ketika ditangani dengan tepat, bahkan pada kasus stadium lanjut. Hanya saja pada kasus Aoife ini pengobatan yang dilakukan pun sudah terlampau terlambat karena beberapa hari setelah didiagnosa, balita ini harus mengembuskan nafas terakhirnya.

Aoife meninggal di pelukan sang ibu karena segalanya sudah begitu terlambat yang bahkan membuat tubuh anak ini begitu kurus. Menurut sang ibu, meski menjadi sangat kurus Aoife memiliki keberanian yang besar untuk bertahan dan berjuang dengan keluhan yang ia rasakan.

Sejumlah organ tubuh dari balita yang aktif dan periang ini, begitu juga dengan jaringan dan tumor orangtuanya sumbangkan untuk tujuan riset. Meski begitu, rasa kehilangan tetap tak dapat ditutupi oleh sang ibu yang menyesal karena anak perempuannya yang menyenangkan dan suka berkuda itu pergi untuk selamanya karena telah terlambat ditangani.