Monday, May 27, 2019
Home Hernia Hernia Femoralis

Hernia Femoralis

Hernia femoralis merupakan sebuah kondisi di mana otot penjaga usus dan organ lainnya agar bisa tetap berada di tempatnya menembus dinding kanal femoralis. Jadi, ketika ada tonjolan yang tampak pada area dekat paha atau pangkal paha, maka itulah yang dinamakan dengan hernia femoralis. Hernia jenis ini lebih berisiko dialami oleh para wanita ketimbang pria walau memang hernia ini tergolong langka.

Sifat femoralis pada hernia ini termasuk kurang dari 3 persen bila dilihat dari seluruh kasus hernia jenis ini dan bahkan pada rata-rata kasus yang ada, gejala tidak ditemukan. Hanya saja, terkadang masalah bisa menjadi tiba-tiba serius ketika aliran darah mulai terhambat oleh hernia menuju usus sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Penyebab

Penyebab hernia femoralis masih belum jelas diketahui hingga kini, begitu pun jenis hernia lainnya. Namun, bukan berarti tak ada faktor yang menjadi dugaan akan alasan dibalik munculnya kondisi ini. Tetap ada beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan dan bahkan diwaspadai oleh kita.

Ada kemungkinan bahwa hernia femoralis merupakan sebuah kondisi yang terjadi karena seseorang lahir dengan area kanal femoralis yang tergolong lemah sehingga dindingnya mudah tertembus. Ada pula yang bukan lemah dari lahir, melainkan area kanal femoralis melemah seiring waktu dan pada akhirnya menjadi lebih gampang bagi jaringan menembusnya.

Ketegangan pun dapat menjadi alasan atau faktor penyebab dari hernia femoralis karena ketegangan merupakan hal yang berperan dalam menimbulkan kelemahan dinding otot. Sementara itu, beberapa faktor peningkat risiko ketegangan yang kemudian menyebabkan hernia femoralis antara lain adalah:

  • Batuk kronis.
  • Sulit buang air kecil sebagai efek dari prostat yang mengalami pembesaran.
  • Kelebihan berat badan.
  • Angkat berat.
  • Sembelit kronis.
  • Proses persalinan.

Gejala

Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab hernia femoralis, kita juga perlu mengetahui tanda-tandanya agar dapat mewaspadai dan mengatasi dengan cepat. Umumnya, gejala tidak ada sama sekali pada kasus hernia yang ukurannya kecil hingga sedang. Bahkan biasanya tonjolan kecil pun dari hernia jenis ini tak akan kelihatan.

Sementara ketika hernia ada dalam ukuran yang lebih besar, maka akan dengan mudah bagi mata kita untuk melihat dan menyadarinya. Dengan ukuran hernia yang juga lebih besar, biasanya kita pun akan merasakan ketidaknyamanan. Berikut adalah beberapa contoh gejala bila hernia berukuran besar dan tonjolan tampak terlihat:

  • Tonjolan yang nampak pada umumnya ada di area selangkangan dan ada di area bagian atas dekat paha.
  • Letak hernia seringkali tergolong dekat dengan tulang pinggul.
  • Nyeri pada pinggul yang disebabkan oleh letak hernia yang ada di area dekat tulang pinggul tadi.
  • Tonjolan dapat menjadi makin besar ukurannya dan akan menimbulkan rasa sakit sewaktu berubah posisi dari duduk ke berdiri atau mengangkat benda yang berat.

Tak hanya itu saja, ada kemungkinan bahwa gejala dari hernia femoralis bisa menjadi lebih serius. Gejala yang berat artinya usus sudah terhalang oleh hernia femoralis dan sudah seharusnya langsung ditangani secara medis secepat mungkin. Gejala parah yang dimaksud di sini antara lain adalah:

  • Nyeri secara mendadak pada bagian pangkal paha.
  • Sakit perut yang sangat parah.
  • Perut mual.
  • Muntah-muntah

Segera cari bantuan medis apabila memang gejala beratlah yang dialami karena saat hernia sudah menjadi penghalang usus, aliran darah yang menuju usus otomatis terhambat total. Namun ketika perawatan darurat bisa didapatkan, hernia dapat ditangani.

Pengobatan

Pada waktu memeriksakan diri setelah gejala muncul, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik lebih dulu dengan cara menyentuh juga bagian yang diperkirakan menderita hernia femoralis demi membuktikan dan menentukan hasil pemeriksaan. Apabila hernia berukuran besar, tonjolan akan lebih kelihatan sehingga tak perlu disentuh.

Diagnosa juga akan dibantu dengan metode USG apabila memang dokter memiliki kecurigaan tentang hernia femoralis pada pasien tapi tak ada tonjolan yang nampak saat diperiksa secara fisik. Metode pencitraan merupakan pemeriksaan selanjutnya yang kiranya diperlukan agar dapat memperlihatkan bagian jaringan yang menyebabkan tonjolan serta gangguan di dinding otot.

Tak ada perawatan khusus untuk hernia femoralis yang ringan karena bahkan gejala pun biasanya tak nampak. Namun, dokter juga tetap perlu mengamati apakah ada perkembangan hernia dengan sifat femoralis ini karena bila menjadi tambah besar akan lebih serius lagi gejalanya. Jika berpotensi untuk berkembang menjadi hernia femoralis besar, otomatis tingkat ketidaknyamanan pun akan makin tinggi. Khusus untuk hernia femoralis besar, inilah beberapa contoh perawatan yang diperlukan:

  • Operasi Terbuka

Langkah pembedahan menjadi hal utama yang perlu dilakukan bila kondisi hernia sudah cukup berat dan berukuran besar dan penggunaan anestesi umum perlu dilakukan. Selama prosedur bedah, pasien akan tidur dan tak akan merasa kesakitan karena efek anestesi tadi.

Operasi hernia terbuka biasanya adalah yang dilakukan atau juga laparoskopi. Pada langkah operasi terbuka, sayatan lebih besar dengan masa pemulihan pun memerlukan waktu panjang. Jadi, sebelum memutuskan jenis operasi mana yang ingin ditempuh, hendaknya memerhatikan dan mempertimbangkan segala kekurangan dan kelebihan pilihan operasi bedah itu sendiri.

Metode ini juga merupakan metode bedah, namun laparoskopi hanya akan menciptakan 3-4 sayatan saja yang tak begitu besar untuk mencegah perdarahan. Pembedahan seperti laparoskopi kini banyak dipilih karena menjadi yang lebih aman sebab mampu meminimalisir kehilangan darah. Rasa sakitnya pun lebih sedikit ketimbang operasi terbuka.

Dengan begitu, laparoskopi memang lebih menguntungkan juga, ini karena waktu pemulihan juga tergolong singkat. Untuk pasien-pasien yang ingin segera bisa beraktivitas seperti biasa, prosedur laparoskopi jauh lebih dianjurkan supaya masa penyembuhan tidak lama. Namun, biaya pun perlu dipikirkan karena laparoskopi lebih mahal bila dibandingkan dengan operasi terbuka.

Jenis-jenis operasi bedah yang perlu diambil untuk mengatasi masalah hernia femoralis adalah kedua jenis operasi tersebut. Hanya saja, ada beberapa faktor yang juga turut menjadi penentu jenis manakah yang sebaiknya diambil oleh pasien. Beberapa faktor yang dimaksud tersebut antara lain adalah:

  • Biaya
  • Keahlian tim ahli bedah.
  • Komplikasi atau efek operasi hernia.
  • Ukuran hernia.
  • Tingkat keparahan hernia.
  • Lama waktu penyembuhan.

Kebanyakan penderita hernia femoralis membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu untuk bisa benar-benar pulih. Walau hernia femoralis bukanlah suatu kondisi berbahaya yang bisa sampai mengancam jiwa dan bahkan dpaat diobati dengan pembedahan yang tepat, selalu perhatikan kondisi tubuh agar hernia jenis ini berikut efek samping hernia tak terjadi pada Anda.

No posts to display

Recommended