Penularan Hepatitis B Melalui Alat Makan, Bisa Atau Tidak? Simak Penjelasannya !

Bila bicara tentang penyakit hepatitis, maka jenisnya terdiri dari hepatitis A hingga E dengan beberapa kemiripan gejala, cara penularan hingga risiko komplikasi. Lalu, apakah penyakit kuning menular? Ya, apabila hepatitis disebabkan oleh infeksi maka kemungkinan penyebaran dan penularannya cukup tinggi. Namun untuk kasus hepatitis B, benarkah penularan hepatitis B melalui alat makan dan alat pribadi lainnya?

Penularan Hepatitis B Dapat Melalui Alat Makan, Bisa atau Tidak?

Perlu diketahui lebih dulu bahwa proses menularnya hepatitis B adalah melalui cairan tubuh seperti air mani, cairan dari vagina, ataupun air liur beserta juga melalui darah. Penularan pada bayi dapat terjadi ketika bayi usianya masih kurang dari 1 tahun dari ibunya langsung di mana hal ini berasal dari proses kelahiran.

Jadi, apakah hepatitis B bisa menular ketika menggunakan alat makan yang sama? Ya, sangat memungkinkan bahwa penularan terjadi karena berbagi alat makan atau pinjam-meminjam alat makan yang belum dicuci. Air liur adalah salah satu perantara penularan hepatitis B, maka sangat memungkinkan bila kita makan atau minum dari alat makan yang sudah terkena air liur penderita hepatitis B, kita pun bisa tertular dan mengalami beberapa gejala seperti:

  • Diare
  • Mual
  • Penurunan nafsu makan
  • Muntah
  • Sakit kuning.
  • Tubuh lelah
  • Tubuh lemas
  • Perut nyeri.
  • Berat badan turun.
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada tubuh
  • Demam tinggi

Meski begitu, orang dewasa memiliki kemungkinan sembuh yang besar dan bahkan berisiko rendah dalam mengalami hepatitis kronis. Jadi walau penularan hepatitis B dapat melalui penggunaan alat makan bersama, kondisi gejala bisa tetap disembuhkan.

Cara Menyembuhkan Hepatitis B

Walau penularan hepatitis B bisa cukup mudah terjadi, tetap ada cara-cara penyembuhan atau pengobatan hepatitis B yang bisa Anda andalkan, termasuk juga cara meningkatkan daya tahan tubuh supaya hepatitis lebih cepat sembuh.

  • Menggunakan obat penghilang nyeri.
  • Menggunakan obat penurun demam.
  • Mencukup kebutuhan tubuh akan gizi yang seimbang.
  • Menggunakan obat penghilang rasa mual.
  • Minum banyak air putih supaya kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.
  • Istirahat cukup.

Langkah-langkah tersebut dapat dilakukan apabila kondisi hepatitis B yang diderita masih dalam tahap akut. Jadi apakah hepatitis bisa sembuh? Tanpa harus mendapatkan perawatan medis, biasanya hepatitis B bisa sembuh dengan cukup cepat asalkan daya tahan tubuh baik dan stabil.

Namun walau sudah merasa sehat dan bugar, hal ini tidaklah menentukan bahwa tubuh penderita benar-benar telah bebas dari virus hepatitis. Untuk itu, penderita hepatitis B akut perlu melakukan tes darah dan bahkan check up kesehatan rutin supaya dapat dipastikan bahwa virus sudah tak ada lagi di dalam tubuh.

Sementara itu, untuk kasus hepatitis B yang sudah pada tahap kronis, gejala tidak terasa dalam waktu yang lama karena penderita tak sadar bahwa infeksi sudah menyerang mereka. Jika memang sudah sampai di tahap kronis, obat-obatan jangka panjang perlu digunakan. Tujuan penggunaan obat jangka panjang adalah demi mencegah supaya fungsi hati tidak rusak.

Beberapa pemeriksaan rutin dan perawatan pun perlu ditempuh para penderita hepatitis B kronis supaya dapat mengecek perkembangan kesehatan organ hati. Beberapa pemeriksaan inilah yang dimaksud di mana penting agar mengetahui apakah virus memang telah merusak hati dan sudah sampai mana kerusakannya.

  • USG
  • Tes darah
  • Biopsi hati
  • FibroScan
  • Obat penekan virus seperti entecavir dan tenofovir.
  • Obat penginterferon alfa-2a.

Itulah beberapa informasi tentang benar tidaknya penularan hepatitis B melalui alat makan yang memang sesungguhnya dapat terjadi demikian. Tak ketinggalan beberapa cara menyembuhkannya pun sudah diuraikan. Semoga bermanfaat dan Anda bisa cepat bertindak ketika gejala hepatitis B muncul.