Sunday, January 20, 2019
Home Diabetes Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus merupakan sebuah kondisi di mana tergolong langka di mana tanda utamanya adalah penderitanya selalu merasakan haus. Tak hanya merasa haus, ia juga akan sering buang air kecil dengan jumlah yang banyak. Namun perlu diketahui betul bahwa kondisi diabetes insipidus ini berbeda dari diabetes melitus.

Ini karena diabetes insipidus tak ada kaitannya dengan kadar glukosa di dalam darah sementara diabetes melitus tanda utamanya adalah peningkatan kadar gula darah di mana kadarnya di atas normal. Bahkan pada diabetes insipidus penderitanya dalam waktu satu hari saja mampu mengeluarkan air kencing 20 liter banyaknya yang tentunya di luar kewajaran. Apa penyebab diabetes insipidus dan tanda-tanda lainnya yang perlu diketahui dan ditangani secepatnya?

Klasifikasi dan Gejala

Ada klasifikasi yang perlu kita tahu dalam kondisi diabetes insipidus di mana klasifikasi ini adalah berdasar pada sistem yang mengalami gangguan. Supaya dapat menangani secara tepat, tentu klasifikasi dari diabetes insipidus inipun perlu untuk kita ketahui bersama.

  • Diabetes insipidus dipsogenik – Ini adalah klasifikasi diabetes insipidus yang merupakan kelainan yang diakibatkan oleh asupan cairan yang terlalu banyak atau berlebih sehingga menyebabkan pusta haus pada hipotalamus mengalami kerusakan. Dalam jangka panjang, bila asupan air terlalu berlebih terus-menerus, maka ginjal pun ikut rusak dan ADH pun mendapatkan tekanan sehingga urine tak mampu dikonsentrasikan.
  • Diabetes insipidus gestasional – Ini adalah klasifikasi diabetes insipidus yang merupakan sebuah kondisi kelainan juga. Ketika plasenta menghasilkan vasopressinase berlebih, otomatis akan terjadi degradasi ADH yang mengakibatkan klasifikasi diabetes ini terjadi. Kondisi ini sangatlah berkaitan dengan peningkatan risiko pre-eklampsia, yakni salah satu komplikasi kehamilan.
  • Diabetes insipidus nefrogenik – Ini adalah klasifikasi diabetes insipidus yang merupakan sebuah efek dari cacat tubulus ginjal. Hal ini akan menjadi faktor penyebab pada ginjal akhirnya tak mampu merespon baik pada ADH. Kelainan ini juga dapat difaktori oleh beberapa obat.
  • Diabetes insipidus sentral – Ini adalah klasifikasi diabetes insipidus yang disebabkan oleh kelenjar hipofisis atau hipotalamus yang menjadi efek dari tumor, peradangan, pembedahan, cedera pada bagian kepala atau meningitis. Ketika hal ini terjadi pada anak-anak, kasus seperti ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik dan sebaiknya ditangani dengan cepat sebab kerusakan ini adalah penyebab gangguan pembuatan, proses penyimpanan sekaligus pelepasan ADH dalam tubuh.

Setelah klasifikasi, kita juga perlu melihat apa saja yang menjadi kemungkinan gejala dari diabetes insipidus ini, seperti yang paling umum terjadi adalah seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Rasa haus berlebih disertai dengan urine yang keluar pada waktu buang air kecil serta seringnya buang air kecil adalah tanda paling umum untuk dicurigai.

Pada kasus diabetes insipidus, penderitanya dapat mengeluarkan urine sebanyak 15-20 liter hanya dalam waktu sehari, sedangkan normalnya seorang dewasa yang sehat akan buang air kecil dengan jumlah urine yang dikeluarkan dalam sehari mencapai 3 liter. Berikut ini adalah daftar gejala yang bisa disimak dan pastikan untuk mewaspadainya.

Nokturia atau keinginan untuk buang air kecil setiap malam ketika sudah terlelap dan bahkan bisa saja mengompol. Sementara itu, untuk tanda-tanda diabetes insipidus pada remaja atau anak-anak antara lain adalah:

  • Gangguan tidur.
  • Pertumbuhan fisik yang lambat.
  • Penurunan berat badan.
  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Demam
  • Mudah tersinggung dan marah-marah.
  • Mudah menangis dan sulit untuk dikendalikan.

Anda perlu segera ke dokter apabila beberapa tanda tersebut terjadi karena merupakan kondisi yang kurang dianggap wajar.

Penyebab

Faktor Penyebab Diabetes Insipidus Sentral

Penyebab untuk jenis diabetes insipidus sentra adalah dari kondisi-kondisi gangguan mulai dari proses pembuatan, penyimpanan hingga pelepasan ADH. Seluruh rentang usia bisa mengalami hal ini, namun faktor usia tetap berperan sebab kasus ini lebih banyak terjadi pada usia 10-20 tahun.

  1. Diturunkan

Ada beberapa kasus diabetes insipidus di mana penyebabnya adalah bersifat genetik. Sejumlah jenis resesif autosomal dan x-linked diketahui menjadi faktor dari penyebab diturunkan pada jenis diabetes ini.

  1. Diperoleh

Penyebab diabetes insipidus sentral juga bisa diperoleh dan untuk kondisi ini, beberapa faktor di bawah ini dapat disimak.

  • Idiopatik – Kasus idiopatik menjadi faktor penyebab 50 persend ari kasus diabetes insipidus sentral di mana ini berhubungan dengan lesi intrakarnial yang pertumbuhannya lambat. Atrofi neurohipofisis, paraventrikuler, dan nukleus supraoptik ditunjukkan oleh sejumlah otopsi kasus, sementara itu peranan autoimun juga turut dicurigai.
  • Racun kimia – Pada umumnya, kasus penyebab diabetes insipidus sentral dapat disebabkan oleh racun ular.
  • Kelainan vaskular – Diabetes insipidus sentral dapat disebabkan oleh faktor seperti sindrom Sheehan dan aneurisma.
  • Rusaknya regio hipotalamoneurohipofiseal oleh tumor, operasi, atau cedera kepala – Neuron yang hancur oleh kerusakan proksimal rupanya bisa lebih banyak ketimbang rusaknya bagian distal.

Faktor Penyebab Diabetes Insipidus Nefrogenik

Penyakit ginjal adalah faktor utama penyebab pada kebanyakan kasus diabetes insipidus nefrogenik, baik itu sementara atau permanen. Penyebab ini justru adalah yang paling sering dijumpai berikut juga faktor penurunan sensitivitas ginjal pada ADH sekaligus penggunaan obat-obatan tertentu.

Kerusakan ginjal yang dimaksud di sini dan mampu menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik adalah penyesuaian osmosis antara isi medula dan tubulus yang terganggu oleh karena aliran yang termasuk cepat di tubulus. Aliran cepat tersebut diketahui menjadi efek dari rusaknya komponen proksimal dan/atau distal sistem ADH-CAMP.

Kerusakan ginjal lainnya adalah berupa gangguan pada pemeliharaan dan/atau pembentukan gradien osmotik kortikomedular yang menjadi pengatur tekanan osmosis air yang berasal dari duktus kolektikus mengarah pada interstisial.

  1. Diturunkan

Sama seperti diabetes insipidus sentral, penyebabnya dibedakan menjadi 2 kategori, yakni diturunkan dan diperoleh. Untuk penyebab yang diturunkan, hal ini meliputi mutasi gen AQP2 pada kromosom 12q13 yang menjadi faktor pemicu kanal air yang meningkat di mana hal ini diekspresikan pada bagian duktus kolektikus ginjal. Sementara mutasi gen lainnya adalah mutasi gen pengkode reseptor ADH tipe-2 pada kromosom Z128 di mana ini adalah bentuk paling umum dan sering dijumpai pada kebanyakan kasus diabetes insipidus nefrogenik.

  1. Diperoleh

Faktor diperoleh ini juga perlu untuk kita ketahui bersama agar dapat ditangani secara tepat sesuai penyebabnya, yakni:

  • Penggunaan obat tertentu – Contoh obat yang dimaksud di sini terutama adalah lithium, karena pengguna lithium dalam waktu yang sangat lama bisa menderita gangguan konsentrasi urine. Furosemid dan gentamisin adalah contoh obat lainnya yang berpengaruh.
  • Penyakit ginjal – Sudah disebutkan sebelumnya apa saja bentuk kerusakan ginjal yang memperbesar risiko diabetes insipidus nefrogenik.
  • Gangguan elektrolit – Mekanisme konsentrasi urine dapat terganggu oleh karena gangguan anatomis ginjal yang menjadi akibat dari fibrosis dan kalsifikasi pada hiperkalsemia. Pada kasus hipokalemia, ada gangguan pada proses pembentukan serta pertahanan gradien osmotik di medula yang juga menjadi masalah penyebab gangguan elektrolit.
  • Kondisi lainnya – Ada beberapa kondisi lain yang diduga mampu berperan besar terhadap munculnya gejala diabetes insipidus nefrogenik, yakni mieloma multipel, kehamilan, kekurangan protein, sickle cell anemia, sindrom Sjorgen, dan amiloidosis.

Diagnosa dan Pengobatan

Untuk mengetahui bahwa gejala yang dialami penderita benar-benar adalah karena diabetes insipidus maka serangkaian pemeriksaan perlu ditempuh seperti berikut ini.

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan di mana hasil temuannya bisa berupa nyeri pada pinggang, anemia apabila disebabkan gagal ginjal kronis, penyebaran rasa nyeri hingga area genital, kandung kemih yang membesar serta pelvis penuh. Pada pemeriksaan fisik ini akan diketahui bahwa diabetes insipidus gestasional memiliki kaitan dengan disfungsi hepar, pre-eklampsia dan oligohidramnion.

  • Pemeriksaan Laboratorium

Pengukuran volume akan urin juga perlu ditempuh oleh para penderita gejala dari diabetes insipidus selama 24 jam. Apabila jumlah urine yang dikeluarkan >3 liter, perlu untuk melakukan pengukuran osmolalitas. Apabila jumlah urine yang dikeluarkan <3 liter, maka ini dianggap poliuria. Ketika osmolalitas urine bisa lebih dari 300 mOsm/kg ini merupakan tanda kondisi diuresis zat terlarut yang disebabkan dari kondisi gagal ginjal kronis atau diabetes melitus.

  • Radiologi

Hidronefrosis adalah kemungkinan gambaran radiologi pada pemeriksaan CT scan atau IVP.  Sementara untuk pemeriksaan MRI adalah untuk mendeteksi adanya gangguan pada kelenjar hipofisis, hipotalamus, dan jaringan sekitarnya supaya dapat ditemukan penyebab pasti.

  • Uji Kekurangan Air

Pada pemeriksaan ini, pasien akan diminta oleh dokter untuk berhenti minum cairan dalam waktu tertentu di bawah pengawasan medis. Hal ini agar dokter bisa melakukan pengukuran perubahan berat badan pada pasien. Lalu ADH darah pun tingkatnya akan diperiksa atau juga akan dilakukan pemberian ADH sintetis selama tes ini. Uji kekurangan air ini bisa dilakukan dalam pengawasan yang ketat khususnya pada wanita yang sedang hamil serta anak-anak supaya bisa dipastikan bahwa tak lebih dari 5 persen berat badan hilang selama tes berlangsung.

Untuk penanganan akan diabetes insipidus sendiri dibedakan menurut klasifikasi atau jenis kondisinya. Setiap jenis memiliki solusi pengobatan yang berbeda, yaitu:

  • Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Dokter akan meresepkan penderita untuk berdiet rendah garam karena kondisi diabetes satu ini diketahui merupakan hasil ginjal pasien yang tak bereaksi pada ADH secara tepat. Dengan diet rendah garam hal ini akan membantu jumlah urin berkurang yang dibuat ginjal. Supaya dehidrasi juga dapat dihindari, maka pasien juga perlu minum banyak air. Apabila obat-obatan tertentu merupakan penyebabnya, maka penderita diharapkan untuk bisa menghentikan penggunaan obat tersebut dengan berkonsultasi lebih dulu sebelumnya dengan dokter.

  • Pengobatan Diabetes Insipidus Sentral

Karena kekurangan ADH adalah penyebab yang paling utama, pengobatan untuk diabetes jenis ini adalah dengan hormon sintetis yang kita bisa sebut dengan istilah desmopressin dalam bentuk suntikan, semprotan hidung atau tablet oral. Hanya saja desmopressin adalah jenis obat yang hanya perlu dikonsumsi seperlunya saja dan tak boleh sampai berlebihan atau efek samping seperti rendahnya kadar natrium darah dan retensi air bisa terjadi.

  • Pengobatan Diabetes Gestasional

Untuk kasus diabetes jenis ini, hormon sintetis desmopresin adalah yang juga diberikan. Pada kasus yang cukup jarang, penyebab dari kondisi ini bisa jadi adalah kelainan pada mekanisme haus, jadi desmopressin kemungkinan tidak diberikan dan Anda bisa berkonsultasi untuk pengobatan yang paling sesuai.

  • Pengobatan Diabetes Insipidus Dipsogenik

Diabetes insipidus tipe ini pada umumnya memerlukan pengobatan berupa penurunan jumlah asupan cairan. Namun tergantung pada penyebabnya, jika yang menyebabkan adalah penyakit jiwa, maka penyakit jiwa tersebutlah yang perlu lebih dulu ditangani agar diabetes insipidus dipsogenik dapat teratasi.

Selalu jaga tubuh untuk tetap terhidrasi dan jauhi bahaya dehidrasi bagi tubuh. Diabetes insipidus dapat diwaspadai dan dicegah kiranya dengan mengetahui penyebab, gejala, hingga cara pengobatannya. Datanglah ke dokter sesegera mungkin setelah gejala utamanya nampak dan dirasakan tak sebentar.

No posts to display

Recommended