Saturday, May 25, 2019

Dermatofibroma

Mungkinkah Anda pernah atau tengah mengalami yang namanya benjolan keras pada kaki atau lengan? Kondisi yang dihadapi tersebut bisa saja adalah dermatofibroma di mana kondisi ini digambarkan dengan kondisi pertumbuhan benjolan yang timbul di kaki serta lengan. Memang benjolan seperti ini diketahui jinak dan tak membahayakan, hanya saja jaringan kulit berserat adalah bagian terbesar dari benjolan tersebut.

Benjolan dermatofibroma sendiri diketahui memiliki ukuran kecil dan bahkan tak ada satu inci. Pada kebanyakan kasus, benjolan hanya muncul satu atau dua di permukaan kulit walau juga ada beberapa kasus yang benjolannya muncul secara berkelompok. Ada pula kasus di mana benjolan yang timbul bisa sampai sepuluh benjolan atau lebih, namun memang terbilang jarang.

Warna benjolan rata-rata adalah hitam dan coklat, namun ada pula yang berwarna kuning, ungu, merah muda, merah hingga warna biru dan oranye. Paling jarang dermatofibroma dijumpai pada bagian kulit bawah lengan dan bokong, sementara yang paling umum adalah di bagian tubuh atas seperti leher, wajah maupun tungkai bawah.

Gejala

Untuk kasus dermatofibroma, seperti kasus penyakit kulit lainnya, ada sejumlah gejala yang akan nampak dan bisa diwaspadai. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, benjolan dermatofibroma bisa muncul di bagian kulit tubuh manapun, hanya saja daerah bawah kaki merupakan yang paling banyak dijumpai pada kasus ini.

Benjolan juga ada kemungkinan terasa gatal pada sejumlah kasus; tak selalu seperti ini, namun memang ada beberapa orang penderita dermatofibroma yang merasakan gatal saat ruam terjadi. Hanya saja, tak ada risiko komplikasi berbahaya dari benjolan tersebut, tapi saat penderita makin merasa tak nyaman akan kemunculan gejala, sebaiknya diatasi dengan tindakan medis. Sejumlah karakteristik akan tanda-tanda dermatofibroma wajib untuk kita ketahui bersama adalah:

  • Benjolan termasuk keras.
  • Warna benjolan bisa berubah seiring waktu.
  • Benjolan bisa saja gatal, sakit, atau bahkan lembut, namun biasanya tidaklah terasa sakit.
  • Benjolan pada umumnya berukuran kecil namun dapat bertumbuh lebih besar dari ukuran kuku jari.
  • Benjolan bisa saja terlihat mengkilap atau bahkan terlihat kusam.
  • Pertumbuhan atau perkembangan benjolan yang terlihat jelas dapat terjadi beberapa bulan.
  • Pada orang-orang berkulit gelap, benjolan pun warnanya nanti akan lebih gelap dari kulit.
  • Benjolan biasa dijumpai di area kaki, tapi juga tak menutup kemungkinan timbul di bagian lengan.

Penyebab

Lalu, apa yang sebenarnya menjadi penyebab dermatofibroma? Penyebab pastinya belumlah diketahui secara jelas namun ada dugaan-dugaan mengenai faktor yang memicu kemunculan dermatofibroma ini, seperti:

  • Hasil pertumbuhan berlebihan akan jaringan fibrosa. Walau para periset meyakini bahwa dermatofibroma adalah sebuah hasil pertumbuhan jaringan fibrosa berlebih pada bagian antara epidermal kulit dan lapisan kulit. Berlebihannya pertumbuhan ini bakal nampak dalam bentuk benjolan bulat yang bila disentuh akan terasa keras dan benjolan ini yang kita sebut dengan dermatofibroma.
  • Celluar berubah. Perubahan pada struktur sel rupanya bisa menjadikan pertumbuhan sel terstimulasi lebih dan nantinya akan terjadi pembelahan diri secara berbeda dari siklus sel yang pada umumnya terjadi.
  • Luka ringan. Diperkirakan pula bahwa salah satu faktor risiko dari timbulnya dermatofibroma ini adalah luka ringan. Luka seperti tergores atau terkena gigitan serangga rupanya mampu memicu dermatofibroma untuk timbul pada permukaan kulit.

Benarkah bahwa dermatofibroma ganas?

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa dermatofibroma pada dasarnya bukanlah jenis penyakit berbahaya. Perlu diketahui dan dipahami dengan baik bahwa dermatofibroma adalah suatu pertumbuhan jaringan fibrosa yang tak membahayakan tubuh di bawah lapisan epidermis kulit. Diketahui pula bahwa dalam komplikasi dermatofibroma yang bersifat kanker sekalipun sangat jarang dijumpai adanya kondisi berbahaya lain yang terlibat. Bila ingin lebih waspada, berhati-hatilah terhadap dermatofibroma seluler karena pertumbuhannya diketahui bersifat ganas.

Pengobatan

Bila gejala cukup mengganggu, khususnya berpengaruh cukup besar pada penampilan Anda, penting untuk segera memeriksakan gejala-gejala yang dikeluhkan supaya mampu mendeteksi apakah benar kondisi yang dialami merupakan tanda dermatofibroma. Untuk perawatan bagi penderita dermatofibroma, tak ada perawatan khusus kecuali penderita sangat tak nyaman dengan gejala yang timbul.

Pada beberapa kasus, lesi wajah bisa terjadi di mana dermatofibroma mampu mengalami perdarahan sewaktu kecelakaan terjadi saat bercukur. Bila penderita mengalami hal tersebut, barulah perawatan khusus diperlukan. Berikut ini merupakan beberapa cara perawatan medis maupun mandiri yang dapat coba dilihat dan dipertimbangkan oleh Anda ketika dermatofibroma menyerang.

Pengobatan Medis

Untuk kasus dermatofibroma yang gejalanya telah cukup mengganggu, maka berikut ini adalah sejumlah pengobatan medis yang bisa dicoba dan bahkan kemungkinan dokter turut sarankan bagi pasien.

  • Cryosurgery

Pada tindakan medis ini, cyrosurgery merupakan pemanfaatan suhu sangat dingin yang bertujuan untuk membasmi jaringan yang sakit. Para dokter spesialis kulit pada umumnya akan menggunakan metode ini sebagai pemusnah tumor kulit. Namun pada masa kini, dokter lebih memanfaatkan metode ini sebagai pemusnah tumor yang sudah ganas. Untuk kasus dermatofibroma, cryosurgery termasuk ampuh dalam mengobati benjolan, namun tergolong sebagai pengobatan sementara dan ada risiko meninggalkan bekas berwarna putih pasca prosedur dilaksanakan tepat di bagian benjolan yang diatasi.

  • Laser

Terapi laser carbondioxide diketahui cukup berhasil dalam mengatasi masalah dermatofibroma pada sejumlah pasien. Metode perawatan ini lebih dianjurkan bagi para penderita kasus multiple facial dermatofibroma.

  • Pembedahan

Saat benjolan berada di bagian kulit tubuh yang menurunkan rasa percaya diri karena penampilan fisik terganggu, aktivitas pun ikut menjadi tidak nyaman. Dalam kasus seperti ini, pembedahan dengan tujuan pemindahan dermatofibroma bisa dipilih. Pemindahan yang dimaksud di sini adalah penyingkiran benjolan yang hanya akan berhasil ketika melewati prosedur bedah. Dokter sebelumnya akan memberikan anestesi lebih dulu kepada pasien sebagai pemati rasa di area yang hendak diangkat benjolannya melalui operasi.

Anestesi sudah diberikan, maka kemudian dilanjutkan dengan pemotongan benjolan yang memang ada risiko untuk kambuh. Apabila pengangkatan benjolan hendak dilakukan secara total, hal ini memerlukan proses pengangkatan sebagian lemak subkutan yang diketahui berada pada sekeliling dermatofibroma. Pembedahan jenis ini tak termasuk berbahaya namun memang harus dikonsultasikan lebih dulu secara mendetil dengan dokter serta mewaspadai adanya risiko bekas luka operasi yang cukup mengganggu nantinya.

Pengobatan Mandiri

Pengobatan juga bisa dilakukan secara mandiri oleh para pasien dermatofibroma di mana beberapa yang paling direkomendasikan antara lain adalah:

  • Krim Selulit

Ketika benjolan yang menandakan dermatofibroma sangat mengganggu penampilan fisik, bisa Anda coba untuk menggunakan krim selulit yang biasanya merupakan cara menghilangkan selulit efektif. Penggunaan secara rutin dalam jangka waktu tertentu dianggap sebagai solusi yang cukup efektif untuk meredakan pertumbuhan benjolan dermatofibroma. Tentu saja krim ini bisa dipakai di rumah secara langsung; asalkan dipakai sesuai dengan aturan pakai yang tertera di labelnya, otomatis tak perlu terlalu khawatir akan efek samping yang terjadi.

  • Camphor Spirit

Alternatif lain untuk pengobatan dermatofibroma secara mandiri adalah dengan menggunakan camphor spirit. Penerapan akan camphor spirit ini pada bagian benjolan yang muncul di permukaan kulit diketahui efektif dan efisien dalam menyembuhkan serta menghilangkannya. Cobalah pakai secara rutin sampai benjolan benar-benar mereda dan hilang sepenuhnya.

Dermatofibroma pada dasarnya merupakan kondisi ringan yang bahkan tak berkomplikasi berbahaya bagi kesehatan tubuh penderitanya. Hanya saja, gejala yang muncul bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang sebab penampilan fisik akan terkena dampaknya dan bahkan akan sangat terlihat bila benjolan berada di bagian tubuh yang terekspos. Selama ini terjadi, cobalah jauhi bahaya sinar ultraviolet dan juga bahaya sinar matahari langsung.

Apabila pada kulit Anda dijumpai adanya benjolan mencurigakan, khususnya di tungkai bawah dan gejala persis seperti gejala dermatofibroma ini, jangan panik dulu. Amati dulu beberapa hari dan bila dalam beberapa hari itu lesi atau benjolan tak kunjung menghilang serta bila disentuh keras hingga mengganggu aktivitas harian, segera minta bantuan dokter untuk memastikan kondisi serta mengobati secara medis. Dan jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan sehat untuk kulit agar senantiasa terjaga kesehatannya.

No posts to display

Recommended