Monday, September 23, 2019

Cedera Lecutan

Cedera lecutan juga dikenal dengan istilah whiplash di mana ini merupakan sebuah keadaan cedera pada leher. Ketika leher kita paksa untuk menjulur ke belakang dan dari belakang langsung maju ke arah depan secara cepat dan terlalu jauh, maka cedera pun terjadi. Cedera ini akan otomatis mengakibatkan luka pada otot ikat/ligamen, sendi, otot dan tulang.

Penyebab

Terjadinya cedera lecutan ini disebabkan utamanya oleh karena gerakan cepat dari mundur kemudian maju secara cepat sehingga leher mengalami ketegangan. Karena gerakan yang diciptakan terlalu mendadak, otomatis ligamen atau tendon leher bisa robek atau meregang yang kemudian kita sebut kondisi ini sebagai cedera lecutan.

Ada sejumlah faktor yang perlu untuk kita ketahui bersama yang mampu memperbesar risiko terjadinya cedera lecutan pada leher seseorang. Hal-hal tersebut antara lain adalah:

  • Penganiayaan fisik, contohnya seperti ketika seseorang diguncang atau dipukul terlalu keras.
  • Kecelakaan mobil.
  • Kecelakaan saat bersepeda.
  • Pukulan ke arah kepala menggunakan benda yang berat.
  • Terjatuh lalu kepala tersentak ke arah belakang secara keras.
  • Menunggang kuda.
  • Kontak fisik sewaktu melakukan olahraga tertentu, seperti karate, tinju, dan sepak bola.
  • Faktor usia di mana kondisi cedera lecutan juga paling rentan terjadi pada orang-orang yang usianya sudah masuk 65 tahun ke atas.
  • Penundaan perawatan ketika gejala telah mulai dirasakan.

Apakah ada kemungkinan terjadi komplikasi?

Ya, walaupun komplikasi dari cedera lecutan tergolong jarang. Pada kebanyakan kasus cedera lecutan, penderitanya akan sembuh secara total hanya dalam waktu beberapa bulan saja, namun memang tak seluruh kasus dapat berujung baik seperti itu.

Ada sebagian kasus di mana penderita cedera lecutan masih terus mengalami rasa sakit selama berbulan-bulan bahkan bisa sampai bertahun-tahun dari sejak pertama kalinya terjadi cedera. Ketika awal gejala cedera tak segera ditangani, maka otomatis ini menjadi nyeri kronis yang bakal berpeluang lebih besar untuk menjadi lebih parah yang bahkan rasa sakit bisa bisa menyebar hingga ke lengan dan menyebabkan sering sakit kepala.

Gejala

Sejak terjadinya cedera, perkembangan gejala bisa terjadi dalam waktu 24 jam saja, namun ada pula beberapa kasus di mana perkembangan gejala berjalan setelah beberapa hari dan bisa bertahan selama beberapa minggu atau lebih. Berikut ini merupakan gejala paling umum dari cedera lecutan yang patut Anda waspadai.

  • Ketegangan pada leher.
  • Nyeri pada leher.
  • Sakit kepala terutama pada dasar tengkorak.
  • Kelelahan yang terus-menerus.
  • Kesemutan di area lengan/tangan.
  • Mati rasa di area lengan/tangan.
  • Penglihatan menjadi kabur.

Selain gejala-gejala umum yang telah disebutkan tersebut, ada pula sejumlah keluhan gejala yang tak begitu umum. Beberapa gejala yang kurang umum di antaranya adalah:

  • Nyeri yang sangat tak tertahankan atau nyeri kronis pada bagian kepala, bahu dan leher.
  • Mudah tersinggung dan cepat marah.
  • Gangguan tidur di malam hari.
  • Telinga berdenging/tinnitus.
  • Gangguan pada konsentrasi.
  • Gangguan pada memori.
  • Depresi

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Ketika memang Anda baru saja mengalami guncangan hebat pada bagian kepala dan leher yang menyebabkan rasa sakit pada kedua bagian tubuh tersebut, maka silakan untuk tak ragu datang ke dokter. Baik itu gejala terjadi setelah Anda mengalami cedera olahraga, kecelakaan mobil atau akibat trauma lainnya, pastikan untuk segera memeriksakan diri agar lebih cepat dalam memperoleh diagnosa yang tepat dan akurat.

Perlu adanya diagnosis yang akurat dan tepat supaya dokter sendiri bisa menentukan adanya kerusakan jaringan lainnya. Tentu selalu ada potensi jaringan lain di dalam tubuh yang ikut terganggu atau rusak sehingga berperan juga dalam terjadinya gejala yang dirasakan pasien.

Diagnosa dan Pengobatan

Bila Anda mulai ada keluhan gejala, pastikan untuk ke dokter secepatnya dan ada beberapa metode pemeriksaan atau diagnosa yang perlu untuk dijalani. Di awal, dokter pada umumnya bakal memberikan sejumlah pertanyaan terkait cedera yang dialami, seperti misalnya kapan cedera terjadi, bagian tubuh mana saja yang mengalami rasa sakit, serta seperti apa bentuk nyeri yang dirasakan, lalu dilanjutkan dengan sejumlah tes lainnya bila diperlukan:

  • Pemeriksaan fisik
  • Sinar-X
  • Pemeriksaan MRI
  • CT scan
  • DTI/diffuse tensor imaging
  • PET (positron emission tomography) scan

Pengobatan Medis

Bila positif bahwa rasa nyeri dan gejala lain yang dirasakan adalah benar-benar karena cedera lecutan, maka beberapa pengobatan bisa diberikan oleh dokter, yakni:

  • Obat nyeri. Contoh obat nyeri yang dimaksud ini adalah OTC seperti aspirin atau tylenol yang memang bertujuan meredakan rasa sakit di leher atau bagian lain yang terpengaruh.
  • Obat penghilang rasa sakit atau relaksan otot. Pemberian obat semacam ini biasanya berguna untuk menurunkan risiko terjadinya kejang otot, terutama pada kasus cedera yang lebih parah.
  • Suntikan lidocaine. Metode perawatan ini adalah obat yang akan membantu penderita untuk tak merasakan rasa sakit yang tak tertahankan.
  • Terapi fisik. Terapi ini juga memberikan dukungan pemulihan yang cukup besar karena dari terapi inilah pasien akan dilatih postur tubuhnya supaya lebih baik sambil juga mempelajari teknik relaksasi supaya otot leher tak menegang.
  • Penggunaan alat penyangga leher. Hal ini supaya kestabilan leher tetap terjaga juga berkemungkinan akan diberikan. Namun konsultasikan secara benar dan detil tentang aturan penggunaannya.

Pengobatan Alami

Selain bantuan medis untuk merawat para penderita yang mengalami gejala cedera lecutan, ada pula sejumlah metode pengobatan alami dan alternatif yang bisa dipertimbangkan. Sejumlah rekomendasi perawatan berikut ini dapat Anda coba walau memang belum dapat dipastikan efektif 100%.

  • Pijatan – Cara ini cukup membantu bila Anda datang pada ahlinya dan bukan sembarang orang yang memberikan pijatan pada bagian yang cedera. Bila pijatan benar, otomatis ada kelegaan yang dirasakan dan ketegangan akan sedikit demi sedikit berkurang pada bagian leher yang terkena cedera.
  • Perawatan chiropractic – Metode pengobatan ini sudah dipercaya oleh banyak orang dalam mengatasi gangguan sistem tulang belakang maupun otot bahkan hingga sistem saraf. Jadi, tak ada salahnya mencoba perawatan ini, khususnya karena metode chiropractic memang diperuntukkan bagi penderita rasa sakit hingga kecacatan yang diakibatkan oleh cedera maupun gangguan-gangguan otot serta sendi lainnya.
  • TENS atau Stimulasi saraf transkutaneous listrik – Terapi ini berupa terapi listrik karena penerapan arus listriklah yang dilakukan secara ringan pada kulit. Penelitian akan efektivitas dari terapi ini masih terbatas memang, namun telah ada bukti bahwa perawatan ini memang berguna sebagai pereda nyeri pada leher.
  • Akupuntur – Jika Anda tipe orang yang berani mencoba, maka terapi tusuk jarum atau akupuntur dapat menjadi pilihan. Namun, waspadai pula sejumlah efek samping akupuntur.

Cedera lecutan cukup berbahaya karena mampu menimbulkan komplikasi dan bahkan ada kemungkinan untuk pulih begitu lama. Maka saat ada yang salah pada leher Anda, segeralah periksakan ke dokter supaya cepat memperoleh perawatan medis.

No posts to display

Recommended