Tuesday, March 19, 2019

Anotia

Anotia mungkin kurang begitu familiar karena memang ini adalah suatu istilah bagi cacat bawaan yang sangatlah langka dan bukan termasuk jenis penyakit yang menyerang telinga karena merupakan kondisi cacat lahir. Kondisi anotia ini terjadi pada seseorang dari lahir di mana tanda paling umum yang perlu kita ketahui adalah tak adanya bagian eksternal telinga pada bayi saat lahir. Mikrotia memang adalah kondisi yang mirip dengan anotia dengan ketiadaan sebagian telinga.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan antara tahun 1988 dan 1992, anotia atau mikrotia rupanya dialami oleh 453 kasus dari 3 juta lebih kelahiran. Angka tersebut mungkin tergolong kecil, namun diketahui menurut statistik penelitian kondisi penyakit bawaan ini pun mempunyai tingkat kejadian 1,40 per 10 ribu kelahiran yang artinya tetap perlu untuk kita waspadai.

Penyebab

Cacat atau kelainan bawaan biasanya tak mudah diketahui apa faktor yang menyebabkannya dan mutasi genetiklah yang terkadang menjadi dugaan paling besar menjadi alasan dibalik terjadinya anotia. Mutasi genetik biasanya menjadi faktor yang bisa menjadi pengganggu kenormalan pertumbuhan telinga pada janin sehingga terjadilah anotia.

Walau memang faktor penyebab dan risikonya kurang begitu jelas diketahui, kondisi anotia ini diduga dialami sebagai akibat dari perkembangan abnormal telinga atau justru malah tidak adanya perkembangan telinga selama janin bertumbuh makin besar. Terhambatnya perkembangan telinga pada janin ini bisa jadi merupakan gangguan pada sinyal pengendali pertumbuhan telinga dan faktor tersebut pun masih belum jelas.

Pada kasus-kasis anotia yang pernah ada, kondisi ini rupanya diduga juga memiliki kaitan erat dengan beberapa penyakit bawaan tertentu lainnya, seperti:

  • Sindrom Ablepharon-macrostomia
  • Sindrom Goldenhar
  • Sindrom Treacher-Collins

Tak hanya itu, ada kemungkinan besar pula bahwa faktor lingkungan tertentu turut berperan dalam meningkatkan risiko terhambatnya perkembangan telinga janin sehingga bayi saat lahir mengalami anotia atau mikrotia. Contoh faktor lingkungan ini adalah penggunaan obat-obatan seperti thalidomide yang dikonsumsi oleh wanita yang berencana atau sedang hamil tanpa adanya pengawasan dari dokter. Peningkatan risiko melahirkan anak dengan kelainan bawaan tanpa telinga pun dapat terjadi karena hal tersebut.

Apa perbedaan anotia dan mikrotia?

Memang cukup membingungkan bila dinyatakan bahwa anotia dan mikrotia merupakan kasus kelainan pada telinga yang mirip. Kedua kondisi cacat lahir ini memang pada dasarnya sama karena terjadi pada bagian telinga. Mikrotia sendiri adalah suatu kondisi yang tepatnya adalah bayi lahir dengan telinga kecil atau lahir hanya dengan telinga luar sebagian.

Sementara untuk anotia, kondisi cacat lahir ini justru tidaklah mampu mengembangkan telinga bagian luar di mana itu artinya perkembangan telinga luarlah yang terhambat. Klasifikasi dari kondisi mikrotia sendiri ada 4 kategori tergantung dari seberapa besar kegagalan perkembangan telinga luar. Untuk kategori atau tipe keempat dari mikrotia inilah yang kita bisa sebut dengan kondisi anotia.

Gejala dan Diagnosa

Setiap kondisi penyakit atau kelainan rata-rata akan menampakkan gejala yang jelas dan begitu juga dengan anotia. Pada kasus anotia, satu-satunya gejala paling jelas dan dikatakan sebagai gejala utamanya adalah ketiadaan telinga pada bayi yang baru lahir sehingga bisa disebut dengan cacat lahir atau cacat bawaan.

Karena ketiadaan telinga pada bayi yang baru lahir akan begitu nampak jelas, demi memastikan betul bahwa kondisi ini adalah anotia, diperlukan adanya langkah pemeriksaan. Diagnosa akan mengonfirmasi apakah anotia merupakan kondisi sebenarnya dan pemeriksaan fisik tentunya adalah metode pemeriksaan pertama dan paling awal yang bakal dilakukan oleh dokter.

Wajib untuk diwaspadai betul bila anak Anda ketika sudah cukup besar mengeluh tentang gangguan pendengaran di mana biasanya ada kaitannya dengan penyakit atau kelainan seperti anotia ini. Gangguan ini bisa dievaluasi lebih jauh supaya dapat terdeteksi adanya disfungsi lainnya yang masih terkait.

  • Periksa kehamilan – 5-7 minggu masa kehamilan adalah masa paling penting dalam perkembangan janin dan pada masa ini jugalah kemungkinan terjadinya disfungsi tiroid tertentu dapat terjadi pada janin sehingga pertumbuhan telinga bisa dipicu menjadi kurang normal. Itulah mengapa memeriksakan kehamilan secara rutin terutama pada awal kehamilan sangatlah penting.
  • Diagnosis prenatal – Metode diagnosa ini kiranya para wanita hamil perlu untuk jalani supaya bisa mengetahui apakah perkembangan janin di dalam perut berjalan normal.
  • Diagnosis kondisi bawaan – Kondisi bawaan apapun perlu didiagnosis apalagi yang berisiko menyebabkan cacat lahir karena hal ini lebih penting dibandingkan pemeriksaan apakah perkembangan telinga janin berjalan dengan baik.

Pengobatan

Setelah terdiagnosa dan positif bahwa anotia adalah kondisi dibalik masalah perkembangan telinga yang tak sempurna atau dianggap tidak normal, dokter barulah bisa merekomendasikan beberapa cara sebagai solusi. Berikut ini adalah beberapa langkah perawatan atau pengobatan yang bisa ditempuh oleh pasien anotia.

  • Bedah Korektif – Teknik rekonstruktif tertentu di sini bisa berupa bedah korektif yang berarti anak perlu menjalani prosedur operasi untuk mengatasi kelainan pada telinga yang bisa berujung pada ketulian entah itu telinga tuli sebelah atau keduanya yang mengalami tuli. Pada waktu operasi berlangsung, sistem pendengaran biasanya juga akan ikut ditingkatkan dan akan ada pula proses rekonstruksi pada bagian telinga yang perkembangannya tidak sempurna.
  • Rekonstruksi Aurikuler – Rekonstruksi aurikuler termasuk tindakan medis yang mampu membantu menyembuhkan kelainan pada telinga. Pertama kali metode ini diperkenalkan do tahun 1930-an dan sejak itulah metode ini dianggap efektif dalam masa perawatan dan pemulihan pasien yang pertumbuhan telinga luarnya mengalami gangguan. Perlu adanya konsultasi lebih lanjut dengan dokter bila tertarik untuk mengambil langkah ini untuk kesembuhan anak Anda.
  • Alat Implan BAHA/Bone Anchored Hearing Aid – Metode pengobatan ini juga berguna karena perangkat pendengaran ini cara kerjanya bisa melalui konduksi tulang langsung. Namun tentunya perlu untuk dikonsultasikan lebih jauh dengan dokter agar benar-benar diketahui apakah langkah perawatan ini sesuai dan tepat untuk pasien.

Tentu setelah menjalani proses operasi korektif selalu ada kemungkinan-kemungkinan bahaya yang terjadi pada pasien. Pada beberapa kasus, inilah sejumlah komplikasi yang perlu diwaspadai:

Maka dari itu, segala kemungkinan komplikasi dari setiap tindakan perawatan yang hendak ditempuh perlu dibicarakan sedetil-detilnya dengan dokter agar mampu mewaspadai kemungkinan buruk seperti di atas. Namun, solusi bedah kelainan sebenarnya tak menyebabkan efek buruk pada umumnya dan tidaklah berpengaruh pada perkembangan anak.

Segera temui dokter bila memang si kecil mengalami gejala anotia atau kelainan pada bagian telinga sewaktu lahir supaya dokter juga bisa secepatnya memberikan penanganan yang tepat walau ini bukan jenis sakit telinga.

No posts to display

Recommended