Pria 66 Tahun Meninggal Dunia Setelah Tersengat Tawon Saat Memetik Rambutan! Ini Penyebabnya

148

Anak dari pria 66 tahun Bapak Quek Lye Seng tidak pernah menyangka bahwa ayahnya meninggal dunia akibat tersengat tawon. Peristiwa ini terjadi sore hari ketika sang ayah memetik rambutan dan durian di  hutan Hillview  dekat rumah mereka. Quek Lye Seng berhasil lari ke MRT terdekat sampai ditemukan oleh saksi yang menolongnya memanggil ambulan. Sayangnya nyawa Quek Lye Seng tidak tertolong pada keesokan harinya. Tim medis rumah sakit tempatnya dirawat mengatakan bahwa korban mengalami keracunan akibat digigit tawon yang membuat organ vital tubuhnya gagal bekerja.

Mengapa tersengat tawon bisa menyebabkan kematian? Berikut ini penjelasannya.

Kasus Quek Lye Seng juga pernah terjadi pada Jane Murray seorang warga Inggris. Bahkan ia mengalami koma beberapa menit setelah tersengat tawon. Setelah mengalami koma selama tiga tahun, akhirnya Jane Murray dinyatakan meninggal dunia.

Dari kedua kasus ini banyak peneliti dan ahli yang mengatakan bahwa alergi yang memicu keracunan akibat sengatan tawon tidak selalu terjadi pada setiap orang. Diperkirakan hanya ada 1 persen dari seluruh penduduk di dunia. Jadi ini termasuk kejadian yang sangat langka dan jarang.

Penyebab Keracunan Sengatan Tawon

Sengatan tawon dan lebah bisa menyebabkan histamin dalam tubuh diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak. Proses produksi histamin dilakukan oleh sel-sel tubuh yang kemudian juga disimpan oleh sel tubuh itu sendiri. Ketika tubuh tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik maka pertahanan akan hancur dan munculah reaksi alergi yang berlebihan.

Kondisi ini dinamakan anafilaksis. Dimana proses ini akan membuat pembuluh darah terus melebar, menurunkan tekanan darah dengan cepat, muncul ruam dan gatal, bengkak pada lidah dan tenggorokan. Sampai akhirnya korban akan sulit bernafas dan gagal organ sampai terjadi kematian.

Gejala Anafilaksis

Sengatan tawon yang memicu anafilaksis memang harus diperhatikan. Hal ini karena anafilaksis jarang menyebabkan gejala lanjutan tapi langsung bereaksi parah. Terkadang juga tidak menyebabkan bengkak pada bekas gigitan tawon. Berikut gejala lengkap anafilaksis.

  1. Gatal pada bekas gigitan tawon.
  2. Tiba-tiba sulit menelan dan sulit bernafas bukan karena faktor penyebab asma.
  3. Semua bagian tubuh gatal.
  4. Ruam pada semua bagian kulit.
  5. Gangguan pencernaan seperti mual dan kram perut.
  6. Denyut jantung meningkat.
  7. Tubuh menjadi lemah akibat tekanan darah menurun.
  8. Tubuh terasa tidak berdaya.
  9. Kehilangan kesadaran.
  10. Sulit bernafas akibat tenggorokan bengkak.

Perawatan

Ketika terkena sengatan tawon maka sebaiknya langsung menuju fasilitas kesehatan terdekat, baik itu menimbulkan gejala anafilaksis atau tidak. Hal ini karena terkadang anafilaksis membutuhkan waktu untuk menyerang tubuh. Penderita biasanya akan mendapatkan antihistamin dan epinefrin yang bisa diberikan lewat suntikan lewat pembuluh darah. Selanjutnya penderita perlu mendapatkan perawatan sementara untuk memantau gejala alergi lanjutan.

Ternyata kejadian digigit tawon juga bisa sangat berbahaya. Karena itu jika Anda terkena sengatan tawon atau lebah maka segera pergi ke rumah sakit terdekat atau melakukan pertolongan pertama disengat lebah. Hati-hati dengan gejala lanjutan anafilaksis karena ini bisa menyebabkan kematian.