7 Gejala Leukositosis yang Dapat Dikenali dengan Mudah

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Seperti yang sudah kita ketahui, sel darah putih (leukosit) memiliki peran penting dalam sistem imun tubuh kita begitu pula dengan manfaat tranfusi darah dan manfaat tranfusi trombosit. Keberadaan sel darah putih membantu tubuh kita untuk menyerang sel-sel, bakteri, dan virus asing yang menyerang tubuh kita, seperti saat kita terserang flu, atau luka yang terkena infeksi.

Dengan kata lain, sel darah putih berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Tapi bagaimana jika kandungan sel darah putih dalam darah justru sangat tinggi? Apakah tingginya kandungan sel darah putih dalam darah menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang baik? Belum tentu!

Nyatanya, meningkatnya kadar leukosit melebihi ambang normal justru menjadi indikasi bahwa tubuh sedang tidak dalam kondisi sehat. Ambang normal kandungan leukosit dalam darah bagi bagi orang dewasa umumnya adalah  3.500-10.500 untuk tiap mikroliter darah.

Lebih dari itu maka akan terdiagnosa mengalami leukositosis. Kandungan leukosit umumnya akan meningkat bila terjadi infeksi, reaksi terhadap obat-obatan kortikosteroid, dan lain-lain. Selain itu, kadar leukosit juga bisa meningkat karena sebab non-fisik, seperti stress dan depresi.

Karena leukositosis adalah indikator bahwa tubuh sedang tidak dalam kondisi prima, dan bisa menjadi indikator akurat bahwa seseorang mengalami penyakit yang berbahaya, alangkah-baiknya jika kita memahami gejala-gejala leukositosis termasuk gejala kanker darah, ciri-ciri infeksi sel darah putih, penyebab infeksi sel darah putih, serta ciri-ciri kelebihan sel darah putih dan akibat kurang darah merah.

Berikut adalah gejala leukositosis yang umum  dialami oleh penderita. Jika anda, atau mungkin kerabat, maupun orang dekat anda mengalami gejala-gejala ini, jangan ragu untuk membawanya ke rumah sakit, atau mengkonsultasikannya ke dokter terdekat:

  1. Demam yang ekstrim

Demam seringkali disebabkan karena terkena flu, atau karena luka yang terkena infeksi bakteri. Sebenarnya demam adalah fenomena umum reaksi alamiah tubuh ketika terjadi hal-hal tersebut, yang menandakan bahwa tubuh sedang melawan virus atau bakteri yang menyerang bagian tubuh kita.

Ketika hal ini terjadi, suhu tubuh alamiah manusia akan meningkat. Pada kondisi demam, suhu tubuh orang  dewasa yang biasanya 27 derajat celcius, meningkat dari level sedang (30-33 derajat celcius) hingga yang ekstrim (>39 derajat celcius). Pada kondisi normal, demam akan berangsur pulih, seiring dengan hilangnya virus atau bakteri dari tubuh kita.

Namun, jika anda mengalami demam berkepanjangan hingga melebihi 39 derajat celcius, melebihi 2 hari, segera bawa ke rumah sakit! Jangan anggap demam persoalan sepele! Demam ini bisa jadi disebabkan oleh aktivitas abnormal dari leukosit.

2. Gampang Mengalami Pendarahan dan Memar

Luka dan memar adalah hal yang wajar terjadi pada kehidupan sehari-hari. Mulailah waspada jika anda merasa tubuh anda gampang mengalami pendarahan termasuk pendarahan dalam kulit dan memar. Jika anda menyadari bahwa tubuh anda mulai mudah terluka, dan luka tersebut susah kering. Luka yang biasanya bisa kering dalam hitungan hari, sekarang dalam hitungan minggu.

Bahkan sekedar menggaruk bisa menyebabkan luka bernanah. Pun juga ketika tubuh kita seringkali terdapat memar tanpa sebab yang jelas. Terutama jika memar terjadi di daerah pinggul, paha, dan lengan. Daerah-daerah itu adalah bagian tubuh yang jarang mengalami luka. [AdSense-B]

3. Merasa lemah, capek, dan mual

Rasa lelah adalah hal yang umum ketika usai melakukan aktivitas, baik yang sifatnya fisik maupun non-fisik; seperti bekerja, olah-raga, bahkan membaca. Tapi jika rasa lelah tersebut hadir tanpa alasan yang jelas, dan tetap bertahan bahkan ketika kita sudah full istirahat, maka hal itu bisa jadi adalah gejala leukositosis yang perlu kita waspadai.

Perlu ditekankan juga, kondisi mental sangat mempengaruhi kandungan leukosit dalam darah. Orang yang mengalami stress atau depresi seringkali juga memperlihatkan gejala yang sama.

4. Merasa pusing, dan lemas

Jika anda merasa pusing seharian tanpa sebab yang jelas, bahkan hingga sampai merasa mau pingsan, sehingga aktivitas sehari-hari anda terganggu. Waspadalah! Segera konsultasikan ke dokter. Hal itu bisa jadi adalah gejala sel darah putih anda melebihi ambang normal. Dan gejala itu juga bisa berarti ada serangan penyakit tertentu yang mengakibatkan naiknya kandungan sel darah putih dalam darah. Jangan disepelekan.

5. Rasa Sakit atau nyeri di bagian tangan, kaki, atau perut

Rasa sakit ini biasanya seperti digigit semut, atau ditusuk jarum. Nyeri ini datang terus menerus di tangan, kaki , atau perut. Dalam kasus biasa nyeri akan cepat hilang. Tidak sampai dalam hitungan jam. Nyeri yang terjadi akibat leukositosis tidak cepat hilang. Kalaupun dia hilang, akan hadir lagi beberapa saat kemudian. Ketika ini terjadi pada anda, jangan pernah ragu untuk mengkonsultasikannya ke dokter terdekat. [AdSense-C]

6. Mengalami masalah pernapasan, susah berpikir, dan penglihatan berkurang

Asma, reaksi alergi terhadap makanan tertentu bisa menyebabkan gejala leukositosis. Perlu diingat, reaksi alergi selalu memicu naiknya kadar leukosit dalam darah. Yang perlu kita catat adalah apabila tidak ada alergen yang masuk ke dalam tubuh kita, namun gejala leukositosis di atas masih kita alami.

7. Berat badan turun tanpa diet, nafsu makan yang berkurang drastis

Sepintas memang gejala ini mirip dengan yang dialami seorang penderita stress. Dan turunnya berat badan tanpa diet mungkin bahkan menjadi impian bagi penderita obesitas karena kita tahu tekanan darah tinggi akibat obesitas sering menjadi momok bagi sebagian besar orang.

Bagi sebagian orang, turunnya nafsu makan bisa disebabkan oleh tekanan pekerjaan yang menumpuk, stress pasca melahirkan pada wanita, atau masalah-masalah yang berdatangan dan tak kunjung menemukan penyelesaian. Jika hal itu yang terjadi, biasanya turunnya nafsu makan akan disertai dengan insomnia. Orang yang baru mengalami pemulihan pasca operasi juga umum mengalami hal yang sama.

Namun jika turunnya nafsu makan terjadi akibat perut yang terus-menerus mengalami nyeri dan mual, itu bisa jadi adalah pertanda seorang menderita leukositosis.

Jangan ragu. Jika anda merasa mengalami salah satu, atau beberapa gejala leukositosis yang disebutkan di atas. Segera periksakan diri anda ke dokter. Jangan sampai penyakit sudah terlanjur parah kita baru memeriksakannya ke dokter. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

fbWhatsappTwitterLinkedIn