Canrenone – Obat Apa – Cara Penggunaan – Dosis – Fungsi

274

Resep dokter merupakan salah satu pengobatan yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu jangan ragu untuk bertanya jika mendapatkan resep pengobatan penyakit yang anda derita. Termasuk jika dokter meresepkan canrenone untuk anda. Pahami benar kondisi kesehatan anda dan cara mengkonsumsi obat supaya kesembuhan optimal dapat tercapai. Berikut ini penjelasan tentang obat canrenone, manfat, penggunaan, dosis dan fungsinya supaya banyak orang awam yang tadinya kurang familiar dapat memperoleh banyak informasi tentang obat tersebut.

Obat Apa

Canrenone merupakan salah satu terapi pengobatan yang banyak digunakan oleh dokter-dokter di Eropa untuk mengobati pasien diuretik. Obat ini merupakan obat yang bersifat antagonis aldosteron. Selain itu sifat obat ini juga termasuk sebagai tambahan obat anti androgen. Dengan nama kimia Pregna-4,6-diene-21-carboxylic acid, 17-hydroxy-3-oxo- serta monopotaβium salt, obat ini beredar di pasaran dalam bentuk kapsul maupun tablet.

Obat ini merupakan obat yang dijual di pasaran dengan merk dagang Contaren, Luvion, Phanurane maupun Spiroletan. Obat ini merupakan anti mineral kostikoroid yang berhubungan dengan penyakit diuretic. Oleh sebab itu di negara-negara Eropa yang besar seperti Italia dan Belgia, penggunaan obat ini cukup umum bagi penderita diuretik. Selain itu obat ini dapat berperan bagi metabolisme tubuh. Dimana obat akan bekerja memberikan efek pemulihan bagi pasien yang maksimal. Obat ini bekerja hampir serupa dengan makanan yang mengandung potasium aktif dalam menghadapi penyakit diuretik.

Cara Penggunaan

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari pengobatan canrenone, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut. Karena jika disepelekan dapat membuat perbedaan dalam tahap pemulihannya:

  1. Selalu gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter atau sesuai dengan yang tertera pada kemasan. Usahakan untuk tidak meminum obat menggunakan asumsi dosis sendiri. Karena kebutuhan tiap orang bisa jadi berbeda. Selalu konsultasikan pada dokter tentang keadaan anda supaya dosis yang diberikan dokter tepat pada sasaran.
  2. Jika dosis terlewat sebaiknya jangan menggandakan dosis. Apabila menggandakan dosis maka tubuh rentan terkena efek samping yang berbahaya yaitu over dosis. Apabila over dosis dan komposisi kimia obat merasuk ke dalam darah, maka sistem tubuh akan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu jika terjadi overdosis secara tidak sengaja, segera bawa ke rumah sakit untuk pengobatan yang lebih optimal.
  3. Obat ini banyak terdapat dalam bentuk tablet maupun kapsul. Oleh sebab itu konsumsi obat dengan air putih dan segera minum obat sesudah makan. Sebaiknya jangan pada saat perut kosong, supaya tidak terjadi efek samping pada penyebab lambung berdarah misalnya maag.
  4. Selalu simpan obat di tempat yang baik, tidak lembab serta jauh dari pancaran sinar matahari. Supaya obat yang dikonsumsi lebih awet dan dapat digunakan sewaktu-waktu. Hindari dari jangakauan anak-anak supaya obat tidak tertelan. Karena tidak baik resikonya bagi anak kecil.
  5. Usahakan untuk tidak membuang obat sembarangan. Karena dapat memicu terjadinya reaksi kimia pada lingkungan yang tidak cocok dengan bahan kimia di dalam obat tersebut. Salah-salah perbuatan ini memicu terjadinya polusi,
  6. Jangan minum obat menggunakan alkohol karena komposisi obat bisa jadi berubah. Awasi pula penggunaan obat bersamaan dengan antibiotik lainnya karena dapat memicu salah satu obat menjadi tawar dan tidak berfungsi lagi. Jika tidak berfungsi maka proses kesembuhan tidak dapat maksimal.

Dosis Penggunaan Obat

Dosis penggunaan obat yang tepat sebaiknya gunakan sesuai dalam kemasan atau petunjuk dokter. Karena dosis yang sembarangan akan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Berikut ini salah satu dosis yang direkomendasikan bagi orang dewasa. Sementara pada anak-anak belum terbukti efektifitasnya. Oleh sebab dosis anak-anak umumnya spesifik.

Dosis pada penderita tanda gula darah drop yang berhubungan dengan penyakit jantung:

  • 50-200mg sehari yang sebaiknya dapat dijadikan dua atau tiga kali minum. Dosis dapat dinaikkan sampai dengan 300mg dalam sehari. Namun usahakan untuk tetap minum obat ini dalam pengawasan dokter.
  • Karena beberapa efek samping dapat mengancam penderita bukannya bertambah sembuh namun bertambah sakit.

Sementara dosis pada anak-anak belum diuji efektifitasnya. Oleh sebab itu jangan berikan obat ini kepada anak-anak kecuali atas saran dan petunjuk dokter. Karena umumnya tiap dokter memiliki preferensi obat yang berbeda untuk satu tujuan.

Fungsi

Pada dasarnya obat ini berfungsi untuk terapi kelebihan kadar potasium dalam tubuh. Selain itu fungsi utamanya yaitu membantu mempercepat pemulihan pasien diuretik. Yaitu kondisi dimana air seni meningkat tajam tanpa sebab. Umumnya karena tubuh mengkonsumsi terlalu banyak gula sehingga dibuang melalui sistem pencernaan dan dibutuhkan penstabil mineral tubuh yaitu dengan jalan sekresi urin. Semakin banyak air putih yang dikonsumsi maka proses detox dari obat ini berjalan lebih optimal. Selain itu pada beberapa kasus fungsi obat selain memaksimalkan potasium juga mengoptimalkan jumlah kalsium pada tubuh seseorang. Jika kondisi pasien berangsur-angsur normal, maka fungsi metabolisme tubuh akan berjalan dengan maksimal.

Efek Samping

Sama halnya dengan obat-obatan yang lain. Obat ini tentu juga memiliki efek samping yang tidak dapat dipungkiri. Namun tentunya masih bisa diminimalkan. Berikut ini beberapa efek samping obat yang umum terjadi dan wajib diperhatikan:

  1. Pada beberapa kasus dilaporkan timbul ruam atau alergi berupa gatal-gatal dan merah di sekujur tubuh. Adakalanya jika reaksi obat tidak sesuai dengan tubuh maka dapat membentuk ciri-ciri alergi.
  2. Efek samping lain yang pernah dilaporkan berupa rasa pusing dan mual sesaat setelah mengkonsumsi obat. Belum jelas apakah karena komposisi obat yang berubah dan menimbulkan efek samping, atau karena faktor obat yang bereaksi dengan makanan atau minuman tertentu yang dikonsumsi oleh pasien. Sebaiknya tetap berhati-hati saat meminum obat ini. Usahakan jangan menggunakan minuman yang mengandung kafein, namun gunakan saja air putih.
  3. Sekalipun belum ada penelitian lebih lanjut, sebaiknya ibu hamil dan menyusui menghindari untuk meminum obat ini. Karena bisa jadi terdapat efek samping pada bayi dan janin yang dikandung. Yang paling fatal jika terjadi keguguran, tentu hal ini sangat berbahaya bagi ibu dan bayi.
  4. Efek samping juga termasuk rasa haus yang berlebihan dan jumlah urin yang meningkat. Bisa jadi sebaliknya pula jumlah urin terlalu sedikit. Oleh sebab itu selalu cek kondisi fisik setelah mengkonsumsi obat ini.
  5. Beberapa kasus dilaporkan terjadi diare. Oleh karena itu disarankan untuk tidak minum obat sebelum perut diisi dengan makanan. Sehingga menghindari perut menjadi kembung dan memproduksi banyak gas. Jika diare menyebabkan gejala dehidrasi, segera hentikan konsumsi obat dan bawa ke rumah sakit.

Demikian penjelasan lengkap tentang obat canrenone. Diharapkan masyarakat awam yang awalnya tidak mengerti kegunaan dan fungsi obat ini dapat lebih jelas setelah membaca sekilas tentang obat tersebut. Sehingga jika mendapatkan pengobatan sejenis, maka dapat dilakukan tindakan serta terapi yang benar sesuai dengan peruntukannya.