Acrivastine + Pseudoephedrine – Obat Apa – Kontraindikasi – Dosis – Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Acrivastine + Pseudoephedrine?

Acrivastine adalah antihistamine yang mengurangi substansi natural histamine di dalam tubuh. Histamine dapat menyebabkan gejala-gejala seperti bersin-bersin, gatal-gatal, mata terus berair dan hidung tersumbat. Sedangkan Pseudoephedrine adalah decongestant yang mengecilkan pembuluh darah yang berada di area pernafasan. Pembuluh darah yang membesar di hidung dapat menyebabkan hidung tersumbat.

Acrivastine + Pseudoephedrine juga dikenal dengan nama Semprex-D. Obat ini adalah kombinasi obat yang digunakan untuk mengurangi respon alergi dan juga menangani hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal-gatal, mata berair, dan sinus yang disebabkan oleh alergi. Acrivastine + Pseudoephedrine juga dapat digunakan untuk penanganan masalah pernafasan lain seperti sinusitis dan bronkitis dan tujuan yang mungkin belum disebutkan di atas. Obat ini tidak tersedia dalam bentuk generik dan dikonsumsi secara oral, dan hanya bisa keluar dengan resep dokter yang diminum dalam bentuk kapsul.

Sangat penting untuk mengetahui masing-masing substansi dalam obat kombinasi karena masing-masing obat tersebut dapat memberi dampak yang berbeda pada tubuh kita. Acrivastine + Pseudoephedrine mungkin digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, yang maksudnya adalah anda mungkin harus meminumnya bersama dengan obat yang lain.

Kontraindikasi Acrivastine + Pseudoephedrine dan info yang Harus Didiskusikan ke Dokter

Acrivastine + Pseudoephedrine tidak boleh digunakan apabila anda memiliki darah tinggi yang parah dan tidak terkendali atau penyakit jantung koroner (pengerasan arteri). Acrivastine + Pseudoephedrine juga tidak boleh digunakan apabila anda telah menggunakan MAO inhibitor selama 2 minggu terakhir, seperti isocarboxazid, linezolid, methylene, blue injection, phenelzine, rasagiline, selegiline, atau tranylcypromine.

Berikut adalah beberapa hal lain selain kedua hal diatas yang harus diberitahukan kepada dokter untuk menghindari terjadinya kontraindikasi pada Acrivastine + Pseudoephedrine :

  • Alergi kepada antihistamine lain seperti tripolidine
  • Alergi kepada decongestant seperti phenylephrine atau phenylpropanolamine
  • Pastikan anda tidak memiliki penyakit jantung dan tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Glaukoma
  • Luka pada lambung
  • Hipertiroidisme
  • Prostat yang membesar
  • Penyakit ginjal

Masih belum diketahui apakah Acrivastine + Pseudoephedrine akan membahayakan janin di dalam1 rahim. Beritahukan kepada dokter apabila anda sedang hamil atau berencana untuk hamil saat menggunakan obat-obatan ini. Begitu juga dengan ibu yang sedang menyusui, lebih baik dikonsultasikan dahulu ke dokter.

Acrivastine + Pseudoephedrine tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada anak-anak dibawah umur 12 tahun. Pengobatan pada anak lebih baik selalu dikonsultasikan ke dokter meskipun hanya batuk dan pilek. Kematian dapat terjadi dari penyalah gunaan obat-obatan batuk pilek ke anak-anak. Sedangkan untuk lansia juga tidak disarankan karena kerja ginjal yang sudah tidak lagi optimal akan menyebabkan absorsi obat ke dalam tubuh melambat. Hal ini akan menyebabkan obat berada di dalam tubuh dalam waktu yang lebih lama dari yang diinginkan. Secara tidak langsung hal ini akan berpengaruh pada efek samping.

Interaksi Acrivastine + Pseudoephedrine Dengan Produk Obat Lain

Acrivastine + Pseudoephedrine akan mempengaruhi kemampuan berfikir dan kemampuan responsi anda. Sangat tidak dianjurkan untuk mengendarai mobil atau bekerja dengan alat berat jika mengkonsumsi Acrivastine + Pseudoephedrine. Obat-obatan lain yang digunakan dengan tujuan penanganan batuk, alergi atau obat tidur juga mengandung antihistamine dan decongestan. Oleh sebab itu sebaiknya hubungi dokter sebelum minum obat apapun bersamaan dengan Acrivastine + Pseudoephedrine.

Kombinasi dengan obat lain menyebabkan gejala yang lebih parah, terutama obat-obatan yang membuat mengantuk seperti berikut

  • Obat tidur
  • Tipe narcotic pain medicine
  • Muscle relaxer
  • Obat-obatan untuk anxiety, depresi dan kejang-kejang
  • Obat-obatan untuk jantung dan tekanan darah
  • Obat diet
  • Obat-obatan yang mengandung kafein
  • Stimulan yang termasuk jenis ADHD
  • Obat-obatan beta blocker seperti
    • Carvedilol
    • Atenolol
    • Labetalol
    • Metoprolol
    • Nadolol
    • Propranolol
    • Sotalol

Prosedur Minum obat Acrivastine + Pseudoephedrine

Minum Acrivastine + Pseudoephedrine sesuai dengan anjuran yang tertera pada resep dokter. Jangan meninggikan atau mengurangi dosis atau mengkonsumsi lebih lama dari yang disarankan. Obat-obatan untuk flu dan demam biasanya hanya diminum dalam jangka waktu pendek sampai gejala-gejala berkurang.

Acrivastine + Pseudoephedrine tidak disarankan untuk pemakaian lebih dari 7 hari berturut-turut. Segera hubungi dokter apabila gejala masih tidak hilang setelah 7 hari atau jika anda merasa demam yang disertai sakit kepala, batuk atau ruam pada kulit. Jika anda akan melakukan operasi, beritahukan kepada dokter yang bersangkutan bahwa beberapa hari yang lalu telah mengkonsumsi Acrivastine + Pseudoephedrine.

Ukuran Dosis Obat Acrivastine + Pseudoephedrine

Pada dasarnya dokter akan memberikan dosis sesuai dengan kebutuhan dan dengan jangka waktu yang paling minimal, untuk menghindari adanya efek samping dan kontraindikasi yang tidak diinginkan.

  • Untuk dewasa – Pada orang dewasa untuk pengobatan alergi rhinitis adalah 1 kapsul (8 mg – 60 mg) secara oral 4 kali dalam sehari. Untuk penanganan hidung tersumbat atau nasal congestion adalah 1 kapsul (8 mg – 60 mg) secara oral 4 kali dalam sehari.
  • Untuk anak – anak – Pada anak-anak berusia lebih dari 12 tahun, untuk pengobatan alergi rhinitis adalah 1 kapsul (8 mg – 60 mg) secara oral 4 kali dalam sehari. Untuk penanganan hidung tersumbat atau nasal congestion adalah 1 kapsul (8 mg – 60 mg) secara oral 4 kali dalam sehari.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Acrivastine + Pseudoephedrine?

Apabila terjadi overdosis akibat Acrivastine + Pseudoephedrine, segera datangi unit gawat darurat terdekat dan sebaiknya membawa obat-obatan, vitamin, herbal yang sedang dikonsumsi oleh pasien untuk memudahkan diagnosa dokter. Apabila ada dosis yang terlewat maka sesegera mungkin konsumsi dosis tersebut, namun jika sudah mendekati waktu konsumsi dosis selanjutnya maka jangan menambah jumlah dosis.

Bagaimana cara penyimpanan obat Acrivastine + Pseudoephedrine?

  1. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak.
  2. Jangan terkena sinar matahari langsung dan jangan disimpan di tempat yang lembab seperti lemari kamar mandi. Tempatkan pada suhu ruangan.
  3. Jika tablet berubah warna maka segera kembalikan ke apotek yang memberi anda Acrivastine + Pseudoephedrine.
  4. Sangat tidak dianjurkan untuk membuang obat yang sudah kadaluarsa atau tidak terpakai lagi di saluran pembuangan atau toilet karena untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
  5. Sisa obat apapun yang anda miliki sebaiknya diberikan kembali ke farmasi untuk dibantu pembuangannya secara tepat.

Efek Samping Obat Acrivastine + Pseudoephedrine

Meskipun memiliki efek yang luar biasa, kebanyakan obat-obatan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya. Efek yang tidak diinginkan seringkali meningkat khususnya apabila tubuh sedang beradaptasi dengan substansi obat yang baru. Berikut adalah beberapa efek samping yang telah dilaporkan, namun jika efek samping ini terus berlanjut dan menjadi sangat parah maka segera hubungi dokter :

  • Detak jantung semakin cepat
  • Detak jantung yang kencang dan terasa bertubi-tubi
  • Kepala pusing
  • Kurang konsentrasi
  • Mulut kering
  • Muntah-muntah
  • Merasa gugup
  • Insomnia atau gangguan tidur

Ini hanya beberapa efek samping yang mungkin terjadi. Hubungi dokter jika gejala semakin memburuk dan mintalah saran mengenai minimalisir efek samping. Beberapa efek samping serius adalah :

  • Sulit untuk bernafas
  • Rasa sesak di dada yang menjulur ke leher, lengan, punggung dan bahu
  • Nafas pendek-pendek
  • Merasa kelelahan
  • Berkeringat berlebihan
  • Kejang-kejang

Untuk menghindari efek samping yang telah disebutkan, interaksi dengan alkohol sangat harus dikurangi, karena Acrivastine + Pseudoephedrine sudah menyebabkan efek berkurangnya konsentrasi dan rasa lemah pada tubuh. Konsumsi alkohol akan membuat efek tersebut bertambah-tambah. Jika anda terpaksa harus mengkonsumsi alkohol, maka diskusikan dengan dokter berapa dosis yang tepat untuk anda.

fbWhatsappTwitterLinkedIn