Abiraterone – Obat Apa – Kontraindikasi – Dosis – Efek Samping

Apa itu Abiraterone?

Hormon adalah substansi kimia yang diproduksi oleh kelenjar di dalam tubuh, yang memasuki aliran darah dan kelenjar lain. Penggunaan terapi hormon dalam kanker dilakukan berdasarkan observasi bahwa reseptor hormon khusus dibutuhkan untuk pengembangan sel yang berada di permukaan beberapa sel tumor. Terapi hormon dapat bekerja dengan menghentikan produksi hormon-hormon tertentu, menghambat reseptor hormon atau mengganti dengan yang serupa yang tidak bisa dimanfaatkan oleh sel-sel tumor. Beberapa jenis terapi hormon dikategorikan oleh fungsinya masing-masing dan tipe hormon apa yang terkenda dampaknya. Salah satu obat terapi hormon adalah Abiraterone.

Abiraterone juga dikenal dengan brand lain yaitu zytiga, abiratas, abretone dan abirapro. Obat ini adalah tipe obat terapi hormon dan diklasifikasikan sebagai inhibitor adrenal. Abiraterone digunakan sebagai kombinasi dengan prednisone untuk penanganan pasien pria dengan penyakit prostat metastatic castration-resistant yang telah sebelumnya mendapatkan kemoterapi menggunakan docetaxel. Abiraterone telah dikaji secara mendalam oleh para peneliti yang ternyata dapat membantu harapan hidup pasien dengan penyakit kanker prostat dan dewasa ini Abiraterone sedang dalam pengembangan pengkajian klinis untuk digunakan dalam penanganan kanker payudara stadium 2.

Dokter mungkin akan memberikan resep Abiraterone kepada Anda jika pengobatan dengan hormon lainnya tidak berfungsi optimal dan anda telah menjalani kemoterapi docetaxel. Selain itu, Abiraterone juga diresepkan kepada pasien untuk percobaan klinis pengobatan kanker prostat stadium awal. Kanker prostat membutuhkan testoteron untuk berkembang. Untuk membuat testoteron, tubuh kita memproduksi enzim bernama cytochrome p17. Abiraterone akan menghambat cytochrome p17 dan menghentikan produksi testoteron dari tubuh kita. Hal ini telah terbukti dapat memperlambat tumbuhnya kanker tersebut. Selama Abiraterone berfungsi optimal dan tubuh anda memberikan respon positif terhadapnya, anda akan terus diberikan resep Abiraterone oleh dokter.

Kontraindikasi ABIRATERONE dan info yang Harus Didiskusikan ke Dokter

Kontraindikasi Abiraterone salah satunya adalah meningkatnya resiko hipersensitif. Akan ada beberapa kontraindikasi yang menjadi beberapa gejala yang nantinya mengharuskan anda untuk menghubungi dokter yang bertugas apabila gejala tersebut tidak berkurang dalam waktu 24 jam. Gejala tersebut adalah:

  • Kepala terasa ringan
  • Sakit kepala terus menerus
  • Diare 4 sampai 6 kali dalam 24 jam
  • Berdarah dan terluka
  • Feses berwarna hitam
  • Mata dan kulit menguning
  • Naiknya tekanan darah yang tidak seperti biasa

Namun jika anda merasakan gejala lebih serius seperti demam lebih dari 38 derajat, menggigil, detak jantung tidak normal, rasa sakit di dada, kesulitan bernafas dan kesulitan buang air kecil lebih dari 8 jam, maka secepatnya harus menghubungi dokter yang bertugas. Bahkan jika anda sedang sakit gigi , lebih baik konsultasikan ke dokter dahulu sebelum menerima resep Abiraterone. Abiraterone juga terkandung di dalamnya jumlah garam sodium yang mungkin agak tinggi, oleh karena itu jika anda sedang menjalani diet sodium maka sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter.


Prosedur Minum obat Abiraterone

Obat ini dikonsumsi secara oral dan berbentuk pil. Abiraterone adalah jenis obat yang harus diminum dengan kondisi perut kosong, bisa diminum 2 jam setelah makan atau satu jam sebelum makan. Mengkonsumsi Abiraterone dengan tidak perut kosong akan memperngaruhi berapa jumlah Abiraterone yang dapat diserapoleh aliran darah.  Setiap hari dianjurkan untuk dikonsumsi pada jam yang sama.

Abiraterone harus diminum dengan banyak air putih, tidak boleh digerus dan tidak boleh dikunyah. Biasanya dokter akan menganjurkan untuk mengkombinasikan Abiraterone dengan obat steroid bernama prednisolone untuk menurunkan resiko efek samping yang tidak diinginkan. Abiraterone adalah subtrat CYP3A4 oleh karena itu tidak boleh dikonsumsi dengan CYP3A5 inhibitor lain seperti :

KetonconazoleItraconazoleClarithromycinAtazanavir
NefazodoneSaquinavirTelithromycinRitonavir
IndinavirNelfinavirVoriconazolePhenytoin
CarbamazepineRifampinRifabutinRifapentine

Ukuran Dosis Obat Abiraterone

  • Untuk orang dewasa

Dosis Abiraterone harus diminum bersama dengan 10 mg prednisone setiap harinya. Jumlah dosis Abiraterone yang diresepkan dokter kepada anda bergantung dari banyak faktor. Abiraterone pada umumnya diberikan berupa tablet dan diminum sehari sekali. Terkadang sesuai kebutuhan, anda dapat meminumnya 2 sampai 4 tablet per harinya. Anda harus meminum sesuai kebutuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Jangan pernah menghentikan konsumsi obat atau membiarkan adanya gap kosong tanpa konsumsi obat kecuali telah berkonsultasi dengan dokter.

Informasi terbaru mengenai Abiraterone adalah tidak dianjurkan bagi wanita untuk mengkonsumsinya. Meskipun demikian, jika seorang dokter merekomendasikan Abiraterone, maka sebaiknya wanita yang sedang hamil atau berusaha hamil dan wanita menyusui tidak mengkonsumsinya. Obat ini mungkin akan memberikan bahaya pada janin bayi yang sedang dalam kandungan. Abiraterone juga belum diketahui apakah akan terekskresi ke dalam cairan semen, oleh karena itu laki-laki yang sedang mengkonsumsi Abiraterone lebih baik menggunakan kondom atau alat pengontrol kehamilan lain selama penanganan dan selama 1 minggu setelah berhenti mengkonsumsi Abiraterone.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Abiraterone?

Apabila terjadi overdosis akibat Abiraterone, segera datangi unit gawat darurat terdekat dan sebaiknya membawa obat-obatan, vitamin, herbal yang sedang dikonsumsi oleh pasien untuk memudahkan diagnosa dokter. Apabila ada dosis yang terlewat maka sesegera mungkin untuk mengkonsumsi dosis tersebut, namun jika sudah mendekati waktu untuk mengkonsumsi dosis selanjutnya maka jangan menambah jumlah dosis.

Bagaimana cara penyimpanan obat Abiraterone?

  1. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak
  2. Jangan terkena sinar matahari langsung dan jangan disimpan di tempat yang lembab seperti lemari kamar mandi.
  3. Tempatkan pada suhu ruangan. Jika tablet berubah warna maka segera kembalikan ke apotik yang memberi anda Aceclofenac.
  4. Sangat tidak dianjurkan untuk membuang obat yang sudah kadaluarsa atau tidak terpakai lagi di saluran pembuangan atau toilet karena untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan. Sisa obat apapun yang anda miliki sebaiknya diberikan kembali ke farmasi untuk dibantu pembuangannya secara tepat.

Efek samping obat Abiraterone

Yang harus diketahui dari efek samping adalah tidak semua orang akan merasakannya.  Adanya efek samping pada Abiraterone seringnya akan mudah dikenali karena adanya beberapa pemicu seperti durasi dan tingkat keparahan suatu penyakit. Namun demikian, efek samping Abiraterone akan hilang dengan sendirinya setelah berhenti mengkonsumsi dan tidak terlalu susah untuk diatur. Ada banyak cara untuk mencegah dan meminimalisir efek samping dari Abiraterone itu sendiri.


Efek samping yang telah dilaporkan dari konsumsi Abiraterone adalah sebagai berikut :

  • Infeksi saluran kencing
  • Hipertensi atau darah tinggi
  • Hipokalemia
  • diare
  • Peripheral edema
  • Gagal jantung
  • Dyspepsia
  • sakit kepala yang berlebih sampai mengganggu aktifitas sehari-hari
  • Luka dan berdarah yang tidak signifikan
  • Kulit dan mata menguning
  • Feses berdarah dan berwarna hitam
  • Ruam pada Kulit
  • Meningkatnya alanine aminotransferase
  • Meningkatnya aspartate aminotransferase
  • Patah tulang
  • hematuria
  • Arrhythmia

Untuk menghindari efek samping yang dikhawatirkan, selain mengikuti saran dan jadwal resep yang telah diberikan dokter, menjaga nutrisi baik yang masuk ke tubuh kiat juga sama pentingnya. Istirahat adalah hal lain yang tidak kalah penting untuk menjaga tubuh agar menjadi lebih sehat. Dokter akan melakukan pemeriksaan berkala ketika memberi anda penanganan obat menggunakan Abiraterone, untuk memonitor efek samping dan respon yang diberikan tubuh anda dengan terapi obat ini. Termasuk didalamnya akan ada beberapa kali tes darah untuk memonitor jumlah darah keseluruhan dan juga pemeriksaan organ internal secara keseluruhan, khususnya ginjal dan hati yang mungkin memiliki resiko terpengaruh dengan Abiraterone.

, , ,
Oleh :
Kategori : Obat A