Home Merk Obat A-ZMerk Obat H Hexer – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

Hexer – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Cara Penggunaan

by Robi Diansah

hexerHexer meruapakan sebuah obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk pengguna yang menaglami hiperasiditas, ulkus peptikum, esiphafigits, hipertrofi gastritis, dudentis kronis dan hipersekresi patologik.

Pengguna yang mengonsumsi Hexer sebagai pengobatan rata-rata akan mengalami diaresakit kepalademam, dan sulit tidur atau gangguan insomnia. Pengguna juga akan merasa mudah lelah dan juga merasa lemas. Namun, gangguan ini akan berlangsung sementara.

Hexer diproduksi dalam bentuk tablet, kaplet dan juga ampul oleh Kalbe Farma. Untuk bisa menggunakan Hexer, pengguna bisa membelinya di apotik atau toko obat berlisensi dengan menyertakan resep resmi dari dokter atau tenaga ahli medis lain yang berwenang.

Kandungan Hexer

Hexer memiliki kandungan zat bernama Ranitidine HCl

Fungsi Hexer

Hexer dapat digunakan untuk meringankan dan mempercepat proses penyembuhan dan penanganan dari beberapa penyakit seperti:

  1. Mampu meringankan hiperasiditas
  2. Digunakan untuk menyembuhkan ulkus peptikum
  3. Dapat digunakan untuk mengobati esophagitis
  4. Dapat menyembuhkan hipertrofi gastritis
  5. Difungsikan sebagai duodentis kronis
  6. Mampu menyembuhkan hipersekresi patologik

Cara Penggunaan Hexer

Agar bisa tepat digunakan dan juga bisa cepat mengobati beberapa jenis penyakit yang sudah disebutkan diatas, Hexer perlu dikonsumsi seusai dengan aturan dan ketentuan masing-masing yang terbagi didalam dosis dan cara. Berikut cara penggunaan Hexer:

  • Pengguna bisa menggunakan Hexer sebanyak 2 kali sehari sejumlah 150 mg atau sebanyak 300 mg pada malam hari
  • Konsumsi Hexer selama 4 hingga 8 minggu
  • Penggunaan Hexer sebaiknya bersamaan dengan makanan

Kontraindikasi Hexer

Kontraindikasi dikenal sebagai sebuah kondisi yang harus dihindari dalam penggunaan Hexer. Atau bisa dikatakan, dalam kondisi tertentu, pengguna tidak disarankan untuk menggunakan Hexer. Untuk menambah kewaspadaan, berikut macam-macam kondisi yang harus dihindari dalam kontraindikasi penggunaan Hexer:

  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki alergi atau reaksi hipersensitif terhadap Hexer atau bahan penyusun Hexer

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam menggunakan sebuah obat, pengguna harus memperhatikan beberapa hal agar pengguna bisa merasakan efek positif dari penggunaan Hexer, diantaranya:

  1. Tidak boleh mengosumsi alkohol selama penggunaan Hexer
  2. Simpan Hexer di ruangan yang sejuk dan kering
  3. Tidak boleh menyimpan Hexer di kamar mandi
  4. Simpan Hexer jauh dari paparan sinar matahari terik
  5. Tidak boleh menyimpan Hexer di freezer
  6. Jauhkan Hexer dari hewan peliharaan
  7. Tidak disarankan membekukan Hexer
  8. Jauhkan Hexer dari jangkauan anak kecil
  9. Tidak boleh melakukan perubahan dosis konsumsi Hexer seperti mengurangi atau menggandakan dosis Hexer tanpa sepengetahuan dokter atau tenaga medis yang berwenang
  10. Simpan Hexer di ruangan dengan suhu antara 5 hingga 20 derajat celisus
  11. Tidak boleh membuang Hexer di saluran drainase karena dapat mencemari lingkungan sekitar

Hexer Untuk Wanita Hamil

Telah ditemukan pernyataan yang dengan tegas menyatakan bahwa Hexer tidak dipermasalahkan jika diberikan kepada pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui. Hal itu sudah dipastikan dengan penelitian yang membuktikan bahwa Hexer tidak memberikan efek yang berbahaya bagi pengguna, janin dalam kandungan dan bayi yang sedang menyusu.

Maka dari itu, konsumsi Hexer sesuai dengan dosis yang diberikan dan dianjurkan. Dalam hal ini, penggunaan Hexer juga harus dibawah pengawasan dokter atau tenaga medis yang berwenang untuk memastikan keadaan pengguna.

You may also like