Home Merk Obat A-ZMerk Obat G Glotron – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Glotron – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Robi Diansah

Glotron Injeksi merupakan obat yang diproduksi oleh Global Health Pharma.

Komposisi Glotron

Indikasi Glotron

Glotron seringkali digunakan secara individual atau bersamaan dengan obat lain untuk mencegah mual dan muntah yang diakibatkan setelah kemoterapi untuk terapi kanker.

Obat ini juga umum digunakan untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah setelah pembedahan. Obat ini bekerja dengan memblok substansi alami pada tubuh (serotonin) yang mengakibatkan efek muntah.

Cara Penggunaan Glotron

Berikut ini adalah cara penggunaan Glotron, yaitu:

  1. Untuk mencegah rasa mual akibat kemoterapi, glotron seringkali dicampur bersamaan dengan larutan
  2. Kemudian diberikan dalam bentuk injeksi yang diinjeksikan ke dalam intravena secara langsung oleh dokter, biasanya dilakukan selama 15 menit.
  3. Obat ini biasanya dimulai dalam waktu 30 menit sebelum pengobatan kemoterapi dimulai.

Jangan gunakan obat ini di luar dosis rekomendasi oleh dokter, sebab seringkali dapat meningkatkan efek samping serius, seperti:

  • Penglihatan kabur
  • Detak jantung yang lambat atau tidak teratur

Berikut ini adalah beberapa perhatian yang perlu diketahui yaitu:

  • Dosis maksimum tunggal yang dapat digunakan yaitu 16 miligram.
  • Pada pasien lanjut usia dapat digunakan dosis yang lebih rendah untuk menurunkan risiko efek samping yang mungkin terjadi.
  • Bergantung pada jenis pengobatan yang diterima, dosis kedua dan ketiga dapat diberikan dalam waktu 4 hingga 8 jam setelah dosis pertama.
  • Penggunaan obat ini juga dapat ditukar dengan obat yang digunakan secara oral.
  • Dokter akan menyarankan Anda untuk melanjutkan pengobatan selama 1 hingga 2 hari setelah pengobatan kemoterapi.
  • Gunakan obat secara rutin untuk mendapatkan efek yang diinginkan.

Dosis Glotron

Dosis yang direkomendasikan pada orang dewasa dan anak yang berusia lebih dari 6 bulan adalah tiga kali sehari, 0.15 mg/kg dosis hingga dosis maksimum 15 mg per dosis. Dosis pertama diinfuskan selama 15 menit dalam waktu 30 menit sebelum mulai pembedahan. Dosis berikutnya diadministrasikan dalam waktu 4 hingga 8 jam setelah dosis pertama

Efek Samping Glotron

Efek samping yang umum terjadi adalah:

  1. Sakit kepala
  2. Demam
  3. Pusing,
  4. Keadaan mengantuk
  5. Kelelahan
  6. Konstipasi
  7. Kemerahan
  8. Nyeri pada tempat yang diinjeksikan.

Apabila gejala ini semakin memburuk, segera hubungi dokter. Ingatlah bahwa apabila dokter meresepkan obat ini, berarti dokter telah memutuskan bahwa efek yang akan didapatkan lebih besar dibandingakn dengan efek samping yang mungkin terjadi.

Efek samping serius lainnya yang mungkin terjadi adalah:

  1. Nyeri perut
  2. Kejang otot atau kram otot
  3. Penglihatan yang berubah (seperti kehilangan penglihatan secara sementara, penglihatan kabur, pergerakan mata yang tidak terkontrol)
  4. Nyeri dada
  5. Detak jantung yang tidak teratur
  6. Pusing yang hebat
  7. Pingsan

Obat ini juga seringkali meningkatkan kadar serotonin dan mengakibatkan kondisi serius yang dikenal sebagai toksisitas serotonin. Risiko ini akan meningkat apabila Anda mengonsumsi obat lain yang juga meningkatkan serotonin, dengan gejala sebagai berikut:

  • Detak jantung yang semakin cepat
  • Halusinasi
  • Kehilangan koordinasi
  • Pusing yang parah
  • Mual/muntah/diare parah
  • Demam yang tidak terkontrol
  • Agitasi

Perhatian

Sebelum menggunakan glotron, segera hubungi dokter atau apoteker apabila Anda memiliki riwayat alergi atau kontraindikasi dengan obat ondansetron atau antagonis serotonin (seperti granisetron).

Sebelum gunakan obat, beri tahukan juga kepada dokter terkait riwayat medis dan penyakit yang pernah dialami, seperti detak jantung yang tidak teratur, penyakit hepatic, gangguan perut atau usus. Ondansetron bahkan dapat mengakibatkan efek ritme jantung seperti prolongasi QT, yang dapat menyebabkan penyakit serius.

Kontraindikasi

Obat ini sebaiknya dihindari apabila digunakan bersamaan degnan apomorphine karena dapat mengakibatkan hipotensi mendalam dan kehilangan kesadaran. Selain itu, obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami hipersensitivitas terhadap ondansetron.

You may also like