Epodion – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

647

Epodion merupakan salah satu obat yang secara umum diresepkan oleh dokter kepada pengguna yang mengeluhkan mengalami anemia. Obat ini diproduksi oleh PT daewong dalam bentuk injeksi atau suntikan. Untuk bisa mengonsumsi Epodion, pengguna bisa membeli Epodion di apotik atau toko obat berlisensi resmi terdekat dengan menyertakan resep dari dokter.

Kandungan Epodion

Epodion mengandung zat aktif dengan nama Erythropoetin sebanyak 2000 hingga 4000 IU

Fungsi Epodion

Epodion dapat difungsikan untuk membantu membantu meredakan maupun mempercepat proses penyembuhan dari beberapa jenis penyakit dibawah ini, diantaranya:

  1. Digunakan untuk membantu mengobati anemia yang berkaitan dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani hemodialysis atau cuci darah dan dialysis peritoneal
  2. Mampu mengatasi anemia berat pada penderita penyakit ginjal yang disertai dengan gejala klinis pada penderita dewasa dengan insufisiensi ginjal dan belum menjalani dialysis atau cuci darah.

Dosis Penggunaan Epodion

Dengan tujuan untuk membantu dan memeprcepat proses penyembuhan penyakit diatas, Epodion perlu diterapkan sesegera mungkin dengan beberapa macam kondisi. Berikut beberapa jenis dosis yang bisa disesuaikan dalam penggunaan Epodion:

  • Dosis penggunaan Epodion berbeda-beda bagi setiap penggunanya, sehingga tidak dapat dipastikan dosis yang tepat bagi pengguna Epodion karena dosis dapat berubah bagi setiap pengguna dengan keadaan tertentu.

Efek Samping Epodion

Epodion dapat memberikan efek samping bagi penggunanya. Baik efek samping tunggal atau beberapa efek samping sekaligus. Untuk itu, berikut dibawah ini beberapa kemugkinan efek samping yang dirasakan oleh pengguna Epodion:

  1. Pengguna dapat merasa lemas
  2. Pengguna akan mengalami peningkatan tekanan darah
  3. Pengguna dimungkinkan mengalami agresi hipertensi
  4. Pengguna cenderung merasa mual dan muntah
  5. Pengguna dapat merasa sakit kepala
  6. Pengguna akan mengalami edema
  7. Pengguna cenderung mengalami vertigo
  8. Pengguna akan merasa lemas
  9. Pengguna dimungkinkan mengalmai kelelahan atau mudah lelah
  10. Pengguna dapat mengalami diare ringan
  11. Pengguna akan mengalami artharalgia
  12. Pengguna cenderung mengalami sulit tidur
  13. Pengguna akan mengalami gatal dan ruam merah pada area suntikan

Kontraindikasi Epodion

Kondisi yang membahayakan pengguna dan harus dihindari untuk penggunaan suatu obat adalah Kontraindikasi. Hal ini harus diperhatikan dengan baik dan benar dan diikuti. Berikut kontraindikasi dalam penggunaan Epodion yang harus diperhatikan:

  • Tidak boleh diberikan kepada penderita yang memiliki alergi terhadap penggunaan Epodion dan bahan penyusunnya
  • Tidak boleh dikonsumsi penderita hipertensi atau darah tinggi berat yang tidak terkontrol

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam menggunakan Epodion, alangkah baiknya pengguna memperhatikan beberapa hal penting dengan tujuan untuk menghindari penggunanya dari hal yang mengkhawatirkan. Hal tersebut diantaranya:

  1. Jauhkan Epodion dari paparan sinar matahari
  2. Berikan Epodion dengan pengawasa bagi penderite epilepsy
  3. Disarankan untuk memperbanyak mengonsumsi air putih
  4. Simpan Epodion di ruangan yang sejuk dan kering
  5. Tidak boleh membekukan Epodion
  6. Tidak disarankan untuk menyimpan Epodion di kamar mandi
  7. Tidak boleh mengonsumsi alkohol selama pengobatan menggunakan Epodion
  8. Jauhkan Epodion dari jangakuan anak kecil
  9. Tidak boleh membuang Epodion di saluran drainase atau saluran pembuangan akhir lainnya karena dinilai dapat merusak lingkungan sekitar
  10. Lakukan pemantauan kadar fosfat dalam tubuh
  11. Tidak boleh menyimpan Epodion di freezer
  12. Jauhkan Epodion dari hewan peliharaan
  13. Tidak disarankan untuk melakukan perubahan dosis penggunaan Epodion baik penambahan atau pengurangan dosis tanpa sepengetahuan dokter atau tenaga medis yang berwenang

Epodion Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini penggunaan Epodion untuk pengguna dalam keadaan hamil atau menyusui diperbolehkan dan tidak dilarang. Hanya saja penggunaannya harus diawasi dengan baik dan ketat karena pada beberapa kasus ditemukan adanya reaksi yang berlebihan pada pengguna hamil atau menyusui.