Corsagrip – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Corsagrip adalah jenis obat dengan fungsi serta khasiat untuk mengobati dan mengatasi gejala flu seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, dan bersin disertai dengan batuk. Obat ini memiliki beberapa kandungan didalamnya antara lain paracetamol dan dextromethorphan.

Kandungan Corsagrip

Obat ini memiliki beberapa kandungan zat aktif didalamnya antara lain paracetamol yaitu obat dengan fungsi sebagai antipyretic sekaligus analgetic, chlorpheniramine malate merupakan sejenis obat alaergi golongan anthistamin generasi pertama, phenylpropanolamine diketahui sebagai obat nasal decongestan yang ternyata merupakan stereoisomer dari norephedrine, dan dextromethorphan berfungsi sebagai obat batuk berasal dari kelas morphinan.

Corsagrip merupakan obat pabrikan Corsa, dipasarkan dalam bentuk caplet dan ada juga yang dipasarkan dalam bentuk syrup.

Fungsi Corsagrip

Corsagrip merupakan obat pabrikan Corsa dan berikut merupakan khasiat serta manfaat  :

  1. Untuk mengobati dan mengatasi gejala flu.
  2. Untuk mengobati dan mengatasi demam.
  3. Untuk mengobati dan mengatasi hidung tersumbat.
  4. Untuk mengobati dan mengatasi sakit kepala.
  5. Untuk mengobati dan mengatasi bersin disertai dengan batuk.

Dosisi Corsagrip

Corsagrip dapat digunakan tanpa adanya resep dokter, berikut ini merupakan dosisi yang lazim digunakan :

  • Dosis pada dewasa yaitu diberikan sebanyak 3 kali sehari sebanyak 1-2 caplet.
  • Dosis pada anak-anak usia 6-12 tahun yaitu diberikan sebanyak 3 kali sehari sebanyak ½ (setengah) caplet.

Meskipun obat ini aman digunakan tanpa adanya resep dokter tidak ada salahnya bila melibatkan saran dokter atau ahli medis agar mendapatkan dosis yang sesuai kebutuhan.

Efek Samping Corsagrip

Pada umumnya Corsagrip dapat diterima dan ditoleransi secara baik oleh kebanyakan orang, selama pemberiaan dosisi sesuai dengan aturan. Untuk langkah preventif, ada baiknya mengetahui efek samping yang lazim terjadi selama pengguaan obat ini, antara lain :

  1. Terjadinya gangguan pencernaan miasalnya mual dan muntah. Pada kasus penggunaan dosisi yang tinggi dari aturan dapat memciu risiko terjadinya pendarahan lambung.
  2. Penggunaan obat yang mengandung Paracetamoh dengan dosisi melebihi aturan pakai dapat mengakibatkan rusaknya hati, hal ini juga meningkatkan risiko gagal hati bila Corsagrip digunakan secara bersamaan dengan alkohol.
  3. Dampak terhadap ginjal relatif jarang terjadi, pengguaan Corsagrip dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal termasuk penyebab gagal ginjal akut.
  4. Efek lain yang dapat muncul adalah sakit kepala, mengantuk,  arimia, takikardia, mulut kering, palpitasi, gangguan psikomoto, vertigo, dan retensi urin.
  5. Penggunaan dosisi tinggi melebihi aturan pada zat aktif dextromethorphan pada kandungan Corsagrip berpotensi mengakibatkan kejang epilepsi.

Jangan ditunda-tunda, langsung saja hentikan menggunakan Corsagrip dan pergi kei dokter jika terjadi efek samping dalam jangka waktu berkepanjangan dan muncul tanda-tanda mengkhawatirkan.

Kontraindikasi Corsagrip

Pahami kontraindikasi atau reaksi Corsagrip  pada obat-obatan atau penyakit tertentu agar terhindar dari risiko berbahaya, berikut ini merupakan daftarnya :

  • Jika mempunyai riwayat atau sedang mengalami penyakit jantung, diabetes militus, serta gangguan fungsi hati dilarang mengkonsumsi obat ini.
  • Beritahu dokter bila mempunyai kepekaan terhadap kandungan Corsagrip agar dapat dilakukan pencegahan interaksi oleh dokter.
  • Pasien dengan riwayat atau sedang mengalami penyakit hipertensi parah dilarang menggunakan obat ini.
  • Bagi pasien yang memiliki hipersensitif terhadap golongan obat simpatomimetik lainya seperti pseudoefedrin, fenilefrin dan efedrin dilarang mengkonsumsi obat ini.
  • Menyebabkan darah tinggi bagi pasien yang sedang menggunakan obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors. Sebab Corsagrip berkontraindikasi dengan Corsagrip .

Hal-hal yang Harus diperhatikan

Perhatikan dan patuhi hal-hal dibawa ini agar nyaman saat menggunakan Corsagrip , berikut ini diantaranya :

  1. Pasien dengan penyakit asma harus lebih hati-hati jika ingin menggunakan obat Corsagrip.
  2. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin jika menggunakan obat ini, karena sakit kepala serta kantuk dapat sewaktu-waktu menghantui.
  3. Hentikan penggunan Corsagrip  jika timbul gejala reaksi elergi berupa sakit tenggorokan, pucat, demam, arthralgia, ruam, dan gatal-gatal, ataupun keadaan mengkhawatirkan lainnya.

Corsacin Untuk Wanita Hamil

Obat ini masuk dalam golongan merk obat yang tidak berisiko (merk obat C) untuk wanita hamil. Tetapi, untuk menjaga kesehatan serta pertumbuhan janin dan juga menghindari paparan risiko berbahaya lainnya ada baiknya konsultasi dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Corsagrip. Hal tersebut juga bertujuan untuk memperoleh manfaat maksimal pengguaan Corsagrip untuk wanita hamil.

fbWhatsappTwitterLinkedIn