Cinolon-N – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Obat Cinolon-N adalah merupakan jenis obat yang masuk kedalam golongan obat anti-inflamasi (peradangan), yang biasanya digunakan untuk mengatasi pruritus atau rasa gatal, baik yang disertai ruam ataupun tidak yang terjadi akibat dermatosis yang ditandai dengan munculnya benjolan yang disertai dengan darah ataupun nanah pada kulit.

Senyawa fluocinolone acetonide sendiri adalah obat kortikosteroid sintetis derivat hidrokortison, yang biasanya digunakan untuk mengurangi peradangan serta menghilangkan rasa gatal pada kulit. Sementara itu senyawa Neomycin Sulfate adalah merupakan antibiotik yang masuk dalam kelompok aminoglikosida yang bisanya digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri gram negatif.

Indikasi:

Dibawah ini merupakan daftar indikasi dari penggunaan obat Cinolon-N yang perlu diketahui oleh pengguna sebelum menggunakan obat Cinolon-N tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Obat Cinolon-N ini seringkali digunakan untuk mengatasi inflamasi dermatosis.
  2. Dapat juga digunakan untuk pengobatan infeksi kulit akibat bakteri.
  3. Mengobati penyakit fimosis
  4. Digunakan untuk mengatasi masalah infeksi mukosa seperti radang serta dermatitis yang diakibatkan oleh bakteri yang peka dari antibiotik jenis neomycin.
  5. Mengatasi penyakit Psoriasis.
  6. Dapat digunakan juga untuk mengatasi Acne vulgaris (jerawat).

Dosis & Cara Penggunaan:

Dibawah ini merupakan dosis dan cara penggunaan dari obat Cinolon-N yang perlu diketahui oleh pengguna sebelum menggunakan obat Cinolon-N tersebut, yaitu sebagai berikut:

  • Berikan obat Cinolon-N ini dengan cara memberikan olesan tipis pada bagian tubuh yang terinfeksi, lakukan hal tersebut sebanyak 3-4 kali sehari tergantung kondisi infeksi yang dialami.

Kontra Indikasi:

Dibawah ini merupakan kontra indikasi dari penggunaan dari obat Cinolon-N yang perlu diketahui oleh pengguna sebelum menggunakan obat Cinolon-N tersebut, yaitu sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan obat Cinolon-N ini, apabila pengguna terindikasi mengalami alergi fluocinolone acetonide.
  • Tidak diperkenankan menggunakan obat Cinolon-N ini, apabila pengguna memiliki riwayat alergi zat neomycin ataupun obat antibiotik lainnya dari golongan aminoglikosida.
  • Sangat tidak disarankan menggunakan obat Cinolon-N ini untuk bayi yang lahir prematur ataupun bayi yang baru lahir.
  • Obat Cinolon-N ini tidak boleh dipergunakan oleh pengguna yang menderita penyakit herpes simplex, varicella, dan dermatitis yang disebabkan akibat penyakit sifilis.

Efek Samping:

Dibawah ini merupakan efek samping dari penggunaan dari obat Cinolon-N yang perlu diketahui oleh pengguna sebelum menggunakan obat Cinolon-N tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Iritasi kulit.
  2. Rasa terbakar pada kulit.
  3. Gatal.
  4. Pruritus.
  5. Rasa kering pada kulit.
  6. Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan rasa terbakar.
  7. Menyebabkan alergi kulit.
  8. Perubahan atrofi lokal.
  9. Hiperkortisisme.

Interaksi dengan Obat Lain:

Dibawah ini merupakan efek samping akibat penggunaan bersama dari obat Cinolon-N bersamaan dengan obat-obatan lainnya yang perlu diketahui oleh pengguna sebelum menggunakan obat Cinolon-N tersebut, yaitu sebagai berikut:

  • Penggunaan obat Cinolon-N bersamaan dengan obat-obatan dari golongan anti-jamur ataupun anti-bakteri dapat meningkatkan manfaat dari penggunaan obat Cinolon-N tersebut.

Peringatan dan Perhatian:

Dibawah ini merupakan peringatan dari penggunaan dari obat Cinolon-N yang perlu diketahui dan diperhatikan oleh pengguna sebelum menggunakan obat Cinolon-N tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Pada saat menggunakan obat Cinolon-N ini, harap hindari kontak dengan mata. Namun apabila terlanjur terkena mata, maka segera basuh dengan air dingin yang banyak.
  2. Hati-hati dalam menggunakan obat Cinolon-N ini apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang, karena penggunaan obat Cinolon-N dalam jangka panjang dapat menyebabkan meningkatnya absorpsi obat ke dalam darah pengguna.
  3. Penggunaan obat Cinolon-N yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya superinfeksi bakteri, jamur ataupun kuman-kuman non peka lainnya.
  4. Segera hentikan penggunaan obat Cinolon-N ini apabila mulai terjadi superinfeksi ataupun terjadi iritasi kulit pada pengguna.
  5. Jangan menutup luka yang sedang diberi obat Cinolon-N ini, kecuali hal tersebut dilakukan atas petunjuk dari dokter.
  6. Untuk pengguna yang sedang menyusui ataupun yang sedang hamil, disarankan untuk tidak menggunakan obat Cinolon-N secara luas selama kehamilan dan pada ibu menyusui (penggunaan jangka panjang dan dalam jumlah lebih dari 30 g per minggu).
  7. Penggunaan jangka panjang obat Cinolon-N pada penggunaan pediatrik dapat menyebabkan terjadinya penekanan potensi adrenal dalam tubuh sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.