Caprenem – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Apakah anda pernah mendengar tentang apa itu obat Caprenem? Yah, obat ini merupakan salah satu obat yang cukup terkenal karena dipercaya khasiatnya yaitu membantu mengatasi berbagai macam kondisi yang disebabkan oleh infeksi, seperti misalnya infeksi yang disebabkan bakteri, infeksi paru – paru, infeksi bronkial, dan lain sebagainya. Perlu anda tahu bahwasanya Caprenem tergolong ke dalam jenis obat antibiotik yang mana cara kerjanya adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berikut ini akan kami berikan beberapa informasi penting yang berkaitan dengan segala hal Caprenem yang penting anda ketahui sebelum anda ingin mengkonsumsinya.

Indikasi obat Caprenem

  • Caprenem sangat banyak digunakan untuk membantu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri
  • Caprenem juga memiliki indikasi yaitu untuk membantu mengatasi infeksi yang terjadi pada paru – paru
  • Infeksi bronkial juga termasuk ke dalam indikasi dari obat Caprenemyang harus anda ketahui
  • Selain itu, Caprenem juga banyak digunakan untuk membantu mengatasi infeksi yang terjadi setelah proses melahirkan
  • Kemungkinan masih terdapat indikasi lainnya mengenai Caprenem yang harus anda tahu, anda bisa bertanya kepada dokter anda mengenai beberapa indikasi lainnya mengenai obat Caprenem

Cara pemakaian obat Caprenem

  • Biasanya Caprenem akan disuntikkan ke pembuluh darah pasien yang ingin menggunakan obat ini, biasanya akan disuntikkan setiap 8 jam sekali atau mungkin saja berbeda sesuai dengan anjuran dokter anda.
  • Anda harus tahu bahwa dosis yang nantinya diberikan harus berdasarakan dengan kondisi anda, maka dari itu anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis yang tepat sesuai dengan kondisi anda.
  • Selain itu anda juga harus memperhatikan mengenai petunjukan pemakaian Caprenem yang bisa anda dapatkan di dalam kemasan obat tersebut atau mungkin juga anda bisa bertanya kepada dokter guna mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Hal ini biasanya lebih dikhususkan bagi anda yang menginginkan rawat jalan.
  • Sebelum anda ingin menggunakan Caprenem, anda disarankan untuk terlebih dahulu memeriksa produk obat in apakah di dalamnya terdapat partikel atau mungkin Caprenem mengalami perubahan warna. Jika anda menemukan bahwa terdapat perubahan warna pada Caprenem, maka anda jangan sampai menggunakannya.
  • Yang tidak kalah penting yang harus anda tahu adalah bahwasanya obat – obatan yang tergolong ke dalam obat antibiotik akan lebih bekerja dengan baik jika misalnya jumlah obat yang terdapat di dalam tubuh anda tersimpan dengan level yang konstran. Oleh karena itu, anda harus menggunakan Caprenem pada jarak yang merata.
  • Anda kemungkinan akan dianjurkan untuk menggunakan Caprenem sampai pada nantinya dokter sendiri yang menyuruh anda untuk berhenti menggunakan Caprenem meskipun memang diketahi bahwa gejala dari obat ini sudah menghilang dalam beberapa hari sebelumnya.
  • Jika anda menghentikan penggunaan obat Caprenem secara tiba – tiba atau secara dini, maka kemungkinan besar hal tersebut bisa meningkatkan resiko tumbuhnya bakteri yang kemudian akan menyebabkan anda mengalami berbagai gangguan yang sebelumnya anda alami atau bahkan mungkin juga bisa lebih parah.
  • Bicarakan dengan dokter jika selama penggunaan Caprenem, tidak ada tanda – tanda bahwa anda mengalami kesembuhan atau mungkin kondisi yang anda alami malah semakin buruk.

Cara penyimpanan obat Caprenem

  • Seperti obat – obatan jenis lainnya bahwa Caprenem sangat baik jika anda menyimpannya pada tempat yang memiliki suhu ruangan maupun juga sangat baik jika anda menyimpannya pada tempat yang memiliki suhu lembab.
  • Jangan pernah membekukan atau menyimpan Caprenem di kamar mandi.
  • Jangan pernah menyimpan Caprenem pada tempat yang bisa terpapar sinar matahari secara langsung.
  • Anda harus memperhatikan panduan cara penyimpanan obat Caprenem yang bisa anda temukan pada kemasan obat tersebut, atau anda juga bisa menayakan hal ini kepada dokter maupun juga kepada pihak apoteker. Hal ini perlu anda lakukan karena biasanya ada beberapa poin yang membedakan cara penyimpanan Caprenem dengan obat lainnya meskipun memiliki fungsi atau kegunaan yang sama.
  • Jauhkan obat Caprenem maupun juga obat – obatan lainnya dari jangkauan anak – anak maupun juga dari hewan peliharaan anda.
  • Jika anda menemukan bahwa obat Caprenem sudah habis masa pemakaiannya, maka anda harus segera membuang obat Caprenem agar nantinya tidak sampai digunakan oleh saudara atau keluarga anda.
  • Namun, anda juga harus ingat bahwa jika anda ingin membuang obat ini maka anda harus bertanya dulu kepada dokter dan atau kepada pihak pembuangan limbah mengenai tempat yang dianjurkan untuk membuang obat ini.
  • Kemungkinan masih terdapat beberapa poin yang belum kami jelaskan mengenai cara penyimpanan obat Caprenem yang dianjurkan. Maka dari itu, jika ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap maka anda bisa menayakannya kepada dokter maupun juga anda juga bisa bertanya kepada pihak apoteker. Mereka nantinya akan memberikan informasi yang lebih lengkap kepada anda mengenai bagaimana cara penyimpanan Caprenem.

Dosis obat Caprenem

  • Dosis yang disarankan untuk orang dewasa yang menderita infeksi saluran kemih, pneumonia, infeksi ginekologi seperti misalnya endometritis maupun infeksi kulit, maka dosis yang nantinya akan diberikan adalah sebanyak 500 mg IV dan digunakan untuk setiap 8 jam.
  • Adapun dosis yang diberikan bagi pasien yang menderita Infeksi rumit karena Pseudomonas aeruginosa, maka dosis yang diberikan adalah sebanyak 1 g IV untuk setiap 8 jam.
  • Dan juga dosis yang disarankan untuk mengobati penyakit miningitis, infectious Diseases Society of America (IDSA) merekomendasikan untuk memberikan dosis sebanyak 2 gram IV untuk setiap 8 jam dan juga digunakan selama 7 sampai 21 hari.
  • Untuk dosis yang digunakan bagi penderita penyakit Nosocomial Pneumonia, maka American Thoracic Society, IDSA merekomendasikan untuk memberikan dosis sebanyak 1 g IV  dan digunakan setiap 8 jam sekali.

Sementara itu, dosis biasa yang diberikan untuk pengobatan anak – anak karena infeksi kulit adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan selama 3 bulan atau lebih, maka dosisnya sebanyak 10 mg / kg IV setiap 8 jam. Untuk dosis maksimumnya adalah sebanyak 500 mg setiap dosis.
  • Dosis biasa bagi anak – anak yang menderita Infeksi Intra Abdomen, maka diberikan sebanyak 20 mg / kg IV setiap 8 jam, dan dosis maksimumnya adalah sebanyak 1 g per dosis. 
  • Bagi anak – anak yang menderita miningitis untuk penggunaan 3 bulan atau lebih, maka dosisnya sebanyak 40 mg / kg IV setiap 8 jam sementara dosis maksimalnya 2 g untuk setiap dosisnya.

Efek Samping Caprenem

  • Untuk efek samping yang bersifat umum yang bisa anda alami ketika menggunakan Caprenem adalah anda akan mengalami reaksi alergi seperti misalnya sulit bernapas, kesulitan menelan.
  • Alergi lainnya yang mungkin akan anda alami adalah seperti mengalami pembengkakan serta ruam pada kulit.
  • Penggunaan Caprenem juga beresiko menyebabkan anda mengalami penyaki diare.
  • Adapun efek samping yang masuk ke dalam kategori jarang terjadi adalah seperti mengalami mual, muntah, atau bisa juga menyebabkan anda mengalami sembelit atau konstipasi.
  • Sakit kepala dan juga merasakan nyeri pada beberapa bagian tubuh juga termasuk ke dalam efek samping yang mungkin saja bisa anda alami.
  • Anda juga kemungkinan akan mengalami rasa cepat lelah ketika anda menggunakannya dalam jangka waktu yang lumayan lama.

Tidak semua orang akan mengalami efek samping yang sama dari penggunaan obat Caprenem karena hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh orang tersebut. Maka dari itu, anda bisa bertanya kepada dokter mengenai efek samping apa saja yang mungkin akan anda alami sebagai efek dari penggunaan obat Caprenem.