Bartolium – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bartolium adalah obat berbentuk tablet yang di formulasi untuk mengatasi sakit migrain, rasa pusing dan penyakit pada pembuluh darah arteri yang menyuplai kepala, tangan, perut dan kaki yang biasa disebut arteri perifer oklusif. Bartolium juga dapat mengatasi gejala vertigo, gangguan kurang konsentrasi, dan gangguan memory.

Bartolium berbentuk tablet yang diproduksi oleh Nufarido. Bartolium dikemas dalam kemasan Dus berisi 5 strip yang tiap stripnya berisi 10 tablet.

Kandungan Bartolium

Bartolium memiliki kandungan utama Flunarizine Hcl 5mg atau 10mg.

Fungsi Bartolium

Flunarizine Hcl merupakan Ca Blocker yang menghambat masuknya kalsium ke dalam pembuluh dan jantung sehingga jalan darah tidak terhambat dan kerja jantung menjadi lebih ringan. Flunarizine diketahui dapat meredakan migrain, pusing, gangguan memori, gangguan konsentrasi.

Dosis Penggunaan Bartolium

Penggunaan Batolium secara umum untuk orang Dewasa kurang dari 65 tahun diberikan dengan dosis awal 10 mg/hari dan di minum pada malam hari. Sedangkan untuk pasien dewasa umur lebih dari 65 tahun maka dosisnya adalah 5 mg/hari. Maksimal pemberian obat ini adalah 10 mg/hari.

Akan tetapi, perlu di garisbawahi bahwa dikarenakan obat ini termasuk obat keras dengan berbagai efek samping yang bisa saja berakibat fatal maka untuk penggunaan obat ini sangat ditekankan berdasarkan resep dari dokter. Selain itu selama menggunakan obat ini harus selalu dalam pemantauan dokter.

Efek Samping Penggunaan Bartolium

Penggunaan Obat ini memungkinkan munculnya beberapa efek samping antara lain:

  1. Bertambahnya berat badan selama terapi. Hal ini karena penggunaan obat ini dapat memicu meningkatnya nafsu makan.
  2. Terjadinya somnolen atau keadaan seperti tertidur lelap dimana kesadaran menurun dan melambatnya respon motorik tubuh. Merupakan sebuah keadaan seperti rasa kantuk yang sangat dalam. Hal ini bisa lebih parah jika pasien mengkonsumsi alkohol ketika menggunakan obat ini.
  3. Penggunaan obat ini dapat menyebabkan depresi oleh karena itu untuk penderita yang memiliki gejala depresi atau bahkan pernah memiliki riwayat depresi harus sangat berhati hati menggunakan obat ini.
  4. Munculnya gejala ektrapiramidal yang biasanya sering terjadi pada penderita usia lanjut. Gejala tersebut antara lain:
    • orofasial atau nyeri dan disfungsi pada saraf motorik dan dan sensorik.
    • bradikinesia yang menyebabkan saraf menjadi lamban. Gejala ini merupakan gejala parkinson.
    • diskinesia yaitu gerakan yang tidak dapat kendalikan yang terjadi pada lidah, bagian bibir dan pada wajah.
    • rigiditas yang ditandai dengan adanya kekakuan otot dikarenakan otot menerima impuls secara terus menerus.
    • tremor adalah gerakan tidak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh.

Pada kasus yang lebih jarang efek samping dapat terjadi berupa:

  1. Gangguan Gastrointestinal atau gangguan pencernaan.
  2. dapat menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia.
  3. Adanya gangguan kecemasan atau anxiety yang membuat pasien menjadi tidak tenang.
  4. Dimungkinkan terjadi galaktore atau keluarnya air susu baik pada pria maupun wanita yang tidak sedang dalam masa menyusui. Hal ini dapat terjadi jika dikonsumsi saat pasien sedang menggunakan kontrasepsi oral.
  5. Mulut terasa kering.
  6. Nyeri otot pada kasus tertentu lebih berat dapat berlanjut menjadi rigiditas.
  7. Ruam kulit.

Kontraindikasi Bartolium

  1. Penderita yang sedang dirawat dengan menggunakan obat Beta Blocker.
  2. Panderita yang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit parkinson, depresi atau gejala Ektrapiramidal lainnya. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  1. Wanita hamil tidak dianjurkan meminum obat ini.
  2. Wanita menyusui tidak dianjurkan meminun obat ini.
  3. Selama minum meminum obat ini dilarang mengemudikan kendaraan bermotor ataupun mengendalikan mesin.
  4. Harus diminum tepat sesuai dengan resep yang dianjurkan oleh dokter.
  5. Harus ada pemantauan secara berkala dari dokter sehingga jika terjadi gejala ektrapiramidal maka penggunaan obat bisa segera disesuaikan atau dihentikan.
  6. Pemberian kepada penderita tekanan darah rendah atau hipotensi harus berhati hati karena obat ini juga dapat memicu terjadinya hipotensi.
fbWhatsappTwitterLinkedIn