Arfen – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Arfen adalah suatu obat yang yang mengandung zat aktif ibuprofen. Obat ini banyak digunakan untuk membantu mengatasi sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, arthritis septik, dan atau bisa juga digunakan untuk mengobati nyeri otot. Penyakit arthritis septik adalah suatu infeksi yang terjadi di dalam sendi yang disebabkan adanya bakteri yang masuk sehingga mengakibatkan bengkak serta nyeri.

Penyakit ini juga terkadang terdapat di beberapa bagian sendiri pada saat yang bersamaan. Dan parlu anda ketahui bahwa obat arfen juga sangat ampuh digunakan untuk mengobati demam serta menurunkan nyeri dan sakit yang disebabkan oleh penyakit pilek dan atau flu. Di bawah ini akan kami jelaskan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan obat arfen.

Fungsi Obat

Fungsi utama dari obat arfen adalah membantu meredakan rasa nyeri, sakit kepala, sakit gigi, dan atau nyeri pada haid. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati demam serta menurunkan nyeri yang diakibatkan okeh flu maupun pilek. Beriku kami uraikan mengenai komposisi obat arfen.

Kandungan

Setiap kemasan obat arfen mengandung setidaknya:

  • Ibuprofen sebanyak 400 mg untuk setiap kapsul
  • Ibuprofen sebanyak 200 mg untuk setiap 5 mL syrup

Kemasan

Obat ini dipasarkan di dalam kemasan sebagai berikut

  • Box 10 x 10 Caplet
  • Dan juga Botol 60 mL syrup Forte

Golongan : Obat arfen dapat diperoleh meskipun tanpa melalui resep dokter

Harga : Rp. 86.000 per boks (400 mg). Harga di samping kemungkinan bisa berubah tergantung pada daerah masing –  masing.

Pabrik : Solas Langgeng

Indikasi Obat

Adapun indikasi dari obat arfen atau ibuprofen seperti di bawah ini:

  • Meredakan sakit gigi maupun sebelum dan sesudah melakukan cabut gigi
  • Mengobati sakit kepala termasuk juga mengobati migrain
  • Meredekan nyeri pada telinga
  • Mengobat nyeri yang disebabkan karena seseorang mengalami penyakit ginjal
  • Diguanakan sebagai obat penghilang rasa nyeri setelah melakukan operasi
  • Berfungsi mengobati penyakit demam, termasuk mengobati demam setelah melakukan imunisasi
  • Digunakan untuk mengobati nyeri otot atau pun nyeri sendi yang diakibatkan oleh penyakit asam urat encok dan atau penyakit rematik (rheumatoid arthritis)

Kontraindikasi

Beberapa ini merupakan kontraindikasi dari penggunaan obat arfen

  • Jangan pernah memberikan obat ini kepada pasien yang sedang mengalami alergi terhadap obat ibu profen, aspirin, dan atau NSAID jenis lainnya.
  • Pasien yang akan dan ataupun yang sudah menjalani operasi by-pass jantung disarankan agar supaya tidak menggunakan obat arfen ataupun ibuprofen.
  • NSAID termasuk ke dalam golongan obat ibuprofen jadi disarankan untuk tidak memberikan obat ini kepada pasien yang sedang mengalami penyakit demam berdarah karena akan mengakibatkan induksi terjadinya kebocoran kapiler dan atau penyakit gagal jantung.

Dosis

  • Untuk dosis orang dewasa (dismenore) diberikan sebanyak 200 sampai 400 mg untuk setiap 4 sampai 6 jam dan diberikan secara oral.
  • Dosis orang dewasa untuk penyakit osteoarthritis  dan juga rematik maka dosis yang diberikan sebanyak 400 sampai 800 mg, diberikan setiap 6 sampai 8 jam dan diminum secara oral. Anda boleh menaikkan kadar dosisnya akan tetapi tidak boleh melebihi 3,2 gram per hari.
  • Sementara untuk dosis orang dewasa (nyeri ataupun demam) maka dosis yang dianjurkan sebanyak 200 sampai 400 mg dan diminum secara oral untuk waktu kira-kira 4 sampai 6 jam.
  • Adapun untuk dosis pediatic (untuk penyakit rematik), dosis yang diberikan bagi anak-anak usia 6 sampai 12 tahun yaitu 20 sampai 40 mg/kg bb dan dibagi dala 3 sampai 4 kali, dosis maksimalnya sebesar 2,4g per hari.

Aturan Minum Obat

  • Yang pertama harus anda lakukan yaitu dengan membaca aturan ataupun brosur produk yang telah disediakan oleh pihak apoteker.
  • Biasanya obat ini diminum setiap 4 sampai 6 jam dan diminum dalam 240 mL air kecuali jika ada rekomendasi yang berbeda dari dokter.
  • Disarankan untuk tidak langsung berbaring ketika selesai meminum obat arfen. Tunggulah kira-kira selama 10 menit.
  • Untuk menghindari sakit perut, anda bisa meminum bersamaan dengan makanan ataupun susu.
  • Untuk anak-anak, dosis yang diberikan biasanya sesuai dengan berat badan anak.
  • Adapun bagi pasien yang menderita arthritis, biasanya obat ini akan diminum selama 2 minggu secara teratur sampai pasien merasakan manfaatnya. Perlu anda ingat bahwa obat ini akan bekerja semakin baik jika dikonsumsi segera setelah munculnya gejala awal. Jadi ketika anda mengalami rasa nyeri yang sudah memburuk, kemungkinan akan mempengaruhi keefektifan dari obat arfen.

Efek Samping

Di bawah ini beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan obat arfen

  • Efek samping yang umum terjadi seperti sakit kepala dan juga mual serta muntah
  • Sementara efek samping yang lebih parah yakni pasien biasanya akan mengalami penyakit diare, muntah darah, ruam kulit, sampai mengakibatkan penghilantan kabur.
  • Obat ini juga bisa meningkatkan terjadinya resiko penyakit hipertensi, serangan jantung, dan juga mengakibatkan terjadinya resiko stroke, terlebih jika digunakan dalam janga waktu yang lama dan juga dalam dosis yang tinggi.
  • Seperti obat golongan NSAID jenis lain, obat arfen juga akan mengakibatkan terjadinya gangguanpada saluran gastrointestinal, contohnya perforasi lambung dan peradarahan, dan semakin meningkat jika anda menggunakan dosis yang tinggi dan atau juga anda merupakan perokok serta pecandu alkohol.
  • Adapun gangguan yang berat yang menyerang hati seperti hepatitis dan penyakit kuning. Penyakit ini bisa terjadi jika anda mengkonsumsi arfen untuk jangka waktu yang lama atau mengkonsumsi dengan dosis yang tinggi. Maka dari itu disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk menghindarkan anda dari resiko yang tidak diinginkan.

Perhatian dan Peringatan

  • Disarankan untuk mengkonsumsi obat ini bersamaan dengan makanan atau susu untuk menghindarkan anda dari terkena sakit perut.
  • Tidak disarankan memberikan obat ini pada pasien yang mengalami gangguan hati maupun pasien penyakit ginjal dan atau pasien yang memiliki riwayat sakit jantung.
  • Bagi anda yang menderita hipertensi, selalu pantau tekanan darah anda selama menggunakan obat ini jika memang anda sangat membutuhkan obat arfen. Karena jika tidak, lebih baik tidak mengkonsumsinya.
  • Obat ini diketahui dapat mengakibatkan pasien mengalami pusing serta mengantuk yang semakin diperparah jika pasien tersebut merupakan pengkonsumsi alkohol. Jadi disarankan untuk tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat dan juga jangan melakukan kegiatan yang membutuhkan keseriusan tinggi.
  • Jangan memberikan obat ini kepada pasien menyusui karena diketahui obat arfen akan terkstrak melalui asi (air susu ibu).
  • Jika selama 1 x 24 jam obat ini tidak memberikan efek apapun seperti menghilangkan nyeri yang telah berlangsung selama lebih dari 3 hari ataupun gejala-gejala lain muncul, makaa anda disarankan segera menghubungi dokter.
  • Untuk keamaan jika dikonsumsi oleh anak yang berusia kurang dari 18 tahun, masih belum diketahui.
  • Untuk pasien lanjut usia, sangat berhati-hati jika anda ingin memberikan obat ini karena mereka lebih sensitif terhadap efek yang ditimbulkan obat ini.

Penggunaan Untuk Ibu Hamil

Obat arfen digolongkan ke dalam obat golongan D dimana penelitian yang dilakukan pada hewan juga terbukti berdampak buruk ketika dilakukan kepada manusia. Bukti tersebut berdasarkan data efek samping yang dikumpulkan melalui hasil penelitan atau data pemasaran.

Interaksi Obat

  • Arfen atau ibuprofen diketahui akan menurunkan efektivitas dari obat Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau diuretik, contohnya furosemide dan hydrochlorothiazide.
  • Dapat menyebabkan gangguan terhadap efek antiplatetet aspirin dosis yang rendah yang mengakibatkan menurunnya efektifitas dari obat aspirin jika digunakan untuk pencegahan penyakit stroke. Aspirin juga diketahui dapat mengakibatkan meningkatnya resiko pendarhan pada lambung
fbWhatsappTwitterLinkedIn