Apazol – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

1048

Apazol merupakan obat yang berfungsi sebagai obat penenang. Obat ini termasuk ke dalam golongan benzodiazepine dan juga termasuk ke dalam 10 obat terlarik dan terbaik. Di dalam Apazol terkandung suatu zat yang disebut alprazolam yang digunakan untuk mengatasi suatu gangguan kecemasan pada seseorang. Berikut kami sajikan beberapa informasi penting mengenai obat Apazol.

Fungsi Obat

Keunggulan dari obat ini yakni sangat ampuh digunakan sebagai obat anti depresi, anti konvulsan, serta befungsi juga sebagai relaksan otot polos. Dibawah ini informasi penting mengenai komposisi dari obat Apazol.

Kandungan

Setiap kemasan obat Apazol dijual dengan beberapa varian sebagai berikut:

  • alparazolam sebanyak 0.25 mg per tablet
  • alprazolam sebanyak 0.25 mg per tablet
  • alprazolam 1 mg per tablet

Kemasan

Obat Apazol dipasarkan dalam kemasan sebagai berikut:

  • dos 10 x 10 tablet sebanyak 0.25 mg
  • dos 10 x 10 tablet sebanyak 0.5 mg
  • dos 10 x 10 tablet sebanyak 1 mg

Golongan : Harus dengan resep dokter

Harga

  • Untuk 1 strip (isi 10 tablet) dijual dengan harga Rp. 80.000
  • Sedangkan untuk 1 box (isi 10 strip) dijual dengan harga Rp. 1000.000

Harga diatas kemungkinan bisa berubah tergantung pada daerah masing-masing

Brand : PT Dexa Medica

Sekilas Mengenai Zat Aprazolam

Aprazolam merupakan suatu obat yang berfungsi sebagai obat penenang, anti konvulsan, maupun relaksan otot. Secara umum, obat ini digunakan dalam situasi tertentu seperti situasi panik, cemas, sulit tidur, atau bahkan kejang otot. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa Aprazolam hanya digunakan sebagai terapi dalam jangka waktu yang pendek.

Cara Kerja

Adapun mekanisme obat ini yaitu dengan mengikat ke dalam situs reseptor benzodiazepine pada GABA (gamma-Aminobutyric acid) reseptor yang mengarah ke depresan sistem saraf pusat.

Indikasi Obat

Berikut ini beberapa kegunaan atau indikasi dari obat Apazol yang perlu diketahui

  • Apazol diketahui dapat diindikasikan untuk mengobati anxiety disorder (gangguan kecemasan), sulit tidur, serta kejang otot.
  • Obat ini digunakan untuk mengobati gangguan panik jangka pendek, dengan ataupun tanpa agoraphobia. Akan tetapi, dalam beberapa waktu terakhir obat ini sudah tidak termasuk ke dalam pilihan utama dikarenakan obat-obatan yang tergolong ke dalam elective serotonin reuptake inhibitor biasanya lebih diutamakan. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Apazol sangat tidak dianjurkan.
  • Dalam beberapa kasus, obat ini juga biasa dikombinasikan dengan obat merk lain untuk membantu mengatasi mual yang disebabkan kemoterapi.

Kontraindikasi

  • Jangan coba memberikan obat ini kepada pasien yang mengidap penyakit hipersensitifitas (suatu kondisi yang mengakibatkan seseorang memiliki rasa sensitifitas yang tinggi dan tidak normal) pada alprazolam maupun obat benzodiazepine jenis lain.
  • Obat ini juga kontraindikasi terhadap pasien yang menderita glaukoma sudut sempit akut. Glaukoma yaitu suatu kondisi pada mata yang menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan karena rusaknya saraf pada mata. Umumnya disebabkan karena tingginya tekanan yang terdapat pada bola mata.
  • Anda harus menghindari memberikan obat ini kepada pasien yang mempunyai kondisi seperti insufisiensi pernapasan berat, MG (myasthenia gravis),  insufisiensi ginjal berat, insufisiensi hati berat, insufisiensi pulmoner akut, kondisi fobia dan obsesi, psikosis kronik, penyakit asma akut.
  • Disarankan untuk menghindarinya jika pasien diketahui mengidap gangguan kepribadian borderline (dapat menyebabkan bunuh diri dan kehilangan kontrol).
  • Tidak direkomendaikan menggabungkan obat ini dengan obat yang mengandung ketoconazole maupun itraconazole, karena diketahui secara signifikan dapat menyebabkan gangguan metabolisme oksidatif yang dimediasi oleh sitokrom P450 3A (CYP3A).

Interaksi Obat

Berikut beberpa interaksi obat yang mengandung zat alprazolam, termasuk apazol

  • Alprazolam akan menyebabkan meningkatnya kadar plasma imipramine dan desipramine.
  • Alprazolam diketahui akan dimetabolisme oleh sitokrom P450 3A (CYP3A). Jadi jika penggunaannya bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 contohnya seperti erythromycin, itraconazole, ketoconazole, fluvoxamine, norfluoxetine, cimetidine, propoxyphene, serta ritonavir, akan menyebabkan penghambatan clearance hepatik dari alprazolam. Hal inilah yang dapat mengakibatkan akumulasi sehingga secara signifikan akan meningkatkan efek farmakologis alprazolam.
  • Adapun untuk alkohol dan obat jenis benzodiazepine, akan memiliki efek sinergis antara satu dengan lainnya. Jika digunakan bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan perubahan perilaku, sedasi berat, bahkan bisa mengakibatkan keracunan.
  • Untuk kombinasi dengan ramuan akar kava-kava bisa menjadi sebab akan perkembangan keadaan semi-koma.
  • Hypericum diketahui dapat merendahkan kadar plasma alprazolam bisa merendahkan efek terapeutiknya.

Dosis

Adapun takaran dosis obat Apazol sebagai berikut:

  • Untuk orang dewasa diberikan sebanyak 0.25 – 0.5 mg (3 kali sehari). Dosis bisa ditingkatkan dengan interval antara 3 sampai 4 hari. Dosis maksimalnya yaitu sebanyak 4 mg (dalam dosis terbagi).
  • Untuk lansia (pasien debil) dosis yang diberikan sebanyak 0.25 mg, dikonsumsi 2 sampai 3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap.
  • Adapun untuk anak-anak tidak ada dosis yang disarankan karena obat ini tidak untuk dikonsumsi anak-anak.

Efek Samping

Efek samping yang kemungkinan timbul selama mengkonsumsi obat apazol antara lain:

  • Efek samping secara umum yang ditimbulkan yaitu mengantuk, mudah lelah, ataksia, kesulitan koordinasi, kepala terasa ringan, serta pasien bisa mengalami kelemahan otot.
  • Adapun efek yang jarang terjadi yakni seperti sakit kepala, vertigo, gangguan pada saluran pencernaan, menyebabkan ruam pada kulit, mengalami gangguan penglihatan serta kemungkinan pasien juga akan mengalami perubahan salivasi.
  • Untuk efek samping yang lebih serius seperti ketergantungan, amnesia (hilang ingatan), penyakit mental, retensi urin, kelainan darah maupun sakit kuning, dan juga bisa mengakibatkan hipotensi. Hipotensi yaitu suatu kondisi dimana pasien akan mengalami sensasi berkunang-kunang saat bangkit dari duduk.
  • Jika digunakan secara rutin pada pasien yang memiliki epilepsi, maka akan mengakibatkan kejang.
  • Efek paradoks yang mungkin bisa terjadi yaitu antara lain kegelisahan, kegembiraan, mudah marah, kram otot, insomnia (susah tidur), serta menyebabkan perubahan libido. Dalam beberapa kasus bisa mengakibatkan peningkatan resiko kejang.
  • Untuk penggunaan obat Apazol untuk waktu jangka yang lama akan mengakibatkan efek ketergantungan.

Perhatian dan Peringatan

  • Disarankan untuk berhati-hati jika memberikan obat ini kepada pasien lansia, dan jika memungkinan sebaiknya kurangi takaran dosisnya.
  • Apazol dapat menyebabkan pusing serta mengantuk, jadi jika anda ingin menggunakan obat ini dilarang mengemudi atau mengoperasikan mesin atau juga melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Dikhawatirkan akan meningkatkan resiko depresi pada pasien pengidap insufisiensi pernapasan kronis, disarankan agar supaya mengurangi takaran dosisnya.
  • Bagi ibu menyusui, dilarang keras mengkonsumsi obat Apazol karena obat ini dapat masuk ke dalam air susu ibu (ASI). Obat-obat jenis benzodiazepine dilaporkan dapat mengakibatkan bayi menjadi lesu serta menurunkan berat badan.
  • Jika pasien menghentikan penggunaan obat ini secara tiba-tiba setelah sebelumnya mengkonsumsi dalam jangka panjang, maka dikhawatirkan akan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan pasien.
  • Adapun reaksi kejiwaan dan juga paradoks diketahui dapat terjadi akibat dari penggunaan obat-obatan jenis benzodiazepine. Jika hal ini terjadi, maka penggunaan obat harus segera dihentikan.

Penggunaan Pada Ibu Hamil

Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat) menggolongkan obat ini ke dalam golongan D dengan pengertian yaitu bahwa telah terbukti akan adanya resiko terhadap janin manusi berpacu pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui studi dan pengalaman marketing. Akan tetapi jika manfaat obat ini lebih besar dari resiko yang ditimbulkan, Apazol masih diperbolehkan untuk diberikan kepada ibu hamil.

Demikian informasi dari kami. Perlu dicatat bahwa takaran yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan anda akan sangat menentukan hasil positif yang anda peroleh. Maka dari itu, penting untuk selalu berkonsultasi kepada dokter guna mendapatkan solusi yang terbaik serta menghindarkan anda dari resiko yang tidak diinginkan.