Amcor – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Obat Amcor atau yang nama generiknya Amlodipine adalah merupakan salah satu jenis obat hipertensi yang termasuk kedalam golongan obat calcium channel blockers yang berbentuk tablet. Obat Amcor ini berfungsi sebagai anti hipertensi yang biasanya digunakan untuk penyembuhan penyakit iskema miokardia, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit arteri koroner.

Selain ketiga penyakit tersebut, obat Amcor ini juga dapat digunakan untuk meredakan angina pektoris (nyeri dada), mencegah penyakit stroke, masalah ginjal, dan penyakit jantung koroner. Obat Amcor sendiri memiliki kandungan zat senyawa Amlodipine besylate, yang bekerja dengan cara meregangkan seluruh pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah dapat mengalir dengan lancar. senyawa Amlodipine besylate juga akan menghambat masuknya kalsium ke dalam membran sel di sel-sel otot polos yang berada di pembuluh darah dan juga sel-sel otot jantung, sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah perifer.

Obat Amcor sendiri dibuat dan dipasarkan dalam kemasaan tablet 10 mg dengan komposisi Amlodipine besylate 10 mg dan tablet 5 mg dengan komposisi Amlodipine besylate 5 mg. Sebagai catatan tambahan, obat Amcor ini dibuat oleh Merck Serono Pharmaceuticals Division dan didistribusikan oleh PT. Merck Indonesia Tbk. Obat Amcor ini termasuk kedalam golongan obat keras dengan kode K lingkaran merah, yang dimana penggunaannya harus dengan menggunakan anjuran dari dokter.

Indikasi:

Berikut ini adalah beberapa indikasi-indikasi yang dapat disembuhkan dengan penggunaan obat Amcor ini, yaitu diantaranya sebagai berikut:

  1. Penyakit Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) – Penyakit Hipertensi ini adalah merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan tekanan darah pada penderitanya melebihi batas normal (melebihi 140/90 mmHg).
  2. Penyakit Iskema Miokardia – Penyakit iskema miokardia ini adalah sebuah kondisi medis yang terjadi akibat terhentinya aliran darah yang mengalir ke otot jantung, sehingga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung.
  3. Penyakit Arteri Koroner – Penyakit Arteri Koroner ini adalah sebuah kondisi medis berupa kerusakan pembuluh darah utama jantung yang disebabkan karena adanya penggumpalan darah yang membuat arteri koroner menyempit dan mengurangi aliran darah yang menuju jantung, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung.
  4. Penyakit Angina Pektoris (nyeri dada) – Penyakit Angina Pektoris ini adalah merupakan sejenis penyakit yang dapat membuat dada terasa nyeri yang dimana kondisi tersebut diakibatkan karena berkurangnya aliran darah ke jantung.
  5. Penyakit Infark Miokard – Penyakit infark miokard atau yang dikenal dengan nama serangan jantung adalah penyumbatan aliran darah yang mengalir ke dalam otot jantung, sehingga menyebabkan jantung menjadi kekurangan oksigen, yang pada akhirnya kemudian membuat sel-sel jantung menjadi mati.
  6. Penyakit Angina Stabil Prinzmetal – Penyakit angina stabil prinzmetal ini adalah merupakan sebuah kondisi medis yang berupa nyeri dada kiri yang diakibatkan oleh terjadinya kejang pada salah satu bagian arteri koroner (arteri yang mengalirkan darah ke jantung) sehingga menyebabkan terhentinya aliran darah ke otot jantung dalam waktu yang singkat.
  7. Penyakit Angina Vasospastik – Penyakit angina vasospastik ini adalah sebuah kondisi medis berupa nyeri dada yang diakibatkan oleh terjadinya kejang pada arteri koroner yang terjadi secara tiba-tiba dan dengan frekuensi yang sering. Hal ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan serangan jantung mendadak.

Dosis & Cara Penggunaan

Berikut ini adalah beberapa dosis penggunaan obat Amcor berdasarkan tingkatan umur penggunanya dan juga alasan penggunaan obat Amcor ini, yaitu sebagai berikut:

Dosis Amcor untuk penyakit hipertensi

  • Pemberian dosis untuk anak-anak usia 6-17 tahun: sebagai dosis awal berikan 2.5 mg per hari, lalu naikkan dosisnya menjadi 5 mg per hari.
  • Pemberian dosis untuk orang dewasa: sebagai dosis awal berikan 5 mg per hari, lalu naikkan dosisnya menjadi 10 mg per hari.
  • Pemberian dosis untuk manula: pemberian dosisnya adalah 2.5 mg per hari

Dosis Amcor untuk penyakit angina pektoris

  • Pemberian dosis untuk orang dewasa: sebagai dosis awal berikan 5 mg per hari, lalu naikkan dosisnya menjadi 10 mg per hari atau berikan dosis sesuai dengan resep dokter.
  • Pemberian dosis untuk manula: pemberian dosisnya adalah 2.5 mg per hari

Dosis Amcor untuk penyakit angina stabil prinzmetal (angina stabil)

  • Pemberian dosis untuk orang dewasa: sebagai dosis awal berikan 5 mg per hari, lalu naikkan dosisnya menjadi 10 mg sekali per hari
  • Pemberian dosis untuk manula: pemberian dosisnya adalah 2,5 mg per hari.

Dosis Amcor untuk penyakit angina vasospastik (angina kronik stabil)

  • Pemberian dosis untuk orang dewasa: sebagai dosis awal berikan 5 mg per hari. Baru tamahkan dosisnya menjadi 10 mg per hari apabila memang membutuhkan
  • Pemberian dosis untuk untuk pasien yang menderita insufisiensi hati: sebagai dosis awal berikan 5 mg per hari, lalu disesuaikan dengananjuran dokter.

Sebagai catatan tambahan, pemberian obat Amcor ini dapat dilakukan pada saat sebelum (keadaan perut kosong) ataupun setelah (keadaan perut terisi) makan.

Kontraindikasi:

Berikut ini adalah beberapa kontraindikasi yang perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam menggunakan obat Amcor ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Dilarang mengkonsumsi obat Amcor untuk pengguna yang menderita penyakit Hipotensi berat (tekanan darah rendah), yaitu dengan tekanan darah dibawah 90/60 mmHg.
  2. Penderita Aorta stenosis (kelainan pada katup jantung yang menyebabkan penyempitan pada saluran keluar ventrikel kiri jantung) tidak diperkenankan mengkonsumsi obat Amcor ini.
  3. Penggunaan obat Amcor tidak boleh diberikan kepada anak yang berumur dibawah 6 tahun
  4. Jangan menggunakan obat Amcor ini untuk penderita angina yang tidak stabil (nyeri dada yang terjadi akibat tersendatnya aliran darah dan oksigen yang menuju jantung)
  5. Pengguna yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap senyawa Dihydropyridine, Amlodipine, ataupun obat-obatan golongan calcium channel blockers lainnya tidak diperbolehkan mengkonsumsi obat Amcor ini
  6. Sangat tidak disarankan memberikan obat Amcor ini pada pengguna yang sedang mengalami gangguan jantung tidak stabil setelah mengalami miokard infark akut (terhentinya aliran darah secara mendadak)
  7. Orang yang mengalami shock pada sirkulasi darah atau pada jantung akibat kondisi ventrikel jantung yang tidak berfungsi secara optimal (syok kardiogenik) dilarang mengkonsumsi obat Amcor ini.
  8. Waspadai efek sampingnya pada saat memberikan obat Amcor ini pada penderita gagal jantung hemodinamik tidak stabil.

Efek Samping:

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin saja dapat dialami oleh pengguna obat Amcor pada saat mengkonsumsi obat ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Mengantuk
  2. Demam
  3. Pusing
  4. Mual
  5. Mengalami kemerahan pada wajah
  6. Mengalami Jantung berdebar
  7. Rasa Sakit perut
  8. Sakit kepala
  9. Bengkak pada pergelangan kaki
  10. Edema (pembengkakkan yang terjadi karena adanya penumpukan cairan pada bagian tertentu di bagian tubuh)
  11. Rasa panas pada wajah
  12. Mudah kelelahan
  13. Somnolon (kondisi dimana penderitanya mengalami penurunan kesadaran)
  14. Edema perifer (pembengkakan pada jaringan kulit bawah akibat pengumpulan cairan di bagian ruang jaringan)
  15. Palpitasi (Jantung berdebar secara tidak beraturan dan debarannya sendiri sangat cepat dan kuat)

Selain yang disebutkan diatas, terdapat lagi beberapa efek samping yang sebenarnya jarang terjadi apabila mengkonsumsi obat Amcor, yaitu sebagai berikut:

  1. Bingung
  2. Ruam kulit
  3. Hiperplasia gingival (pembengkakan pada gusi)
  4. Kram otot
  5. Dyspnoea (sesak nafas).
  6. Kelainan pada darah
  7. Impotensi
  8. Depresi
  9. Insomnia (kesulitan untuk tidur)
  10. Takikardia (detak jantung diatas normal pada kondisi beristirahat)

Interaksi dengan Obat Lain:

Berikut ini adalah beberapa efek yang dapat terjadi akibat interaksi obat Amcor dengan jenis obat-obatan berikut ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Obat anti jamur yang masuk kedalam golongan azole seperti obat ketoconazole dan obat conivaptan dapat meningkatkan respon efek (konsentrasi plasma) dari senyawa Amlodipine besylate yang terkandung dalam obat Amcor.
  2. Mengkonsumsi alkohol bersamaan dengan obat Amcor dapat menyebabkan meningkatnya resiko terkenanya efek samping dari mengkonsumsi obat Amcor.
  3. Pemberian obat-obatan penghambat enzim protease seperti obat ritonavir, apabila digunakan bersamaan dengan obat Amcor dapat meningkatkan efek farmakologi dari senyawa Amlodipine besylate yang terkandung dalam obat Amcor.
  4. Pemberian obat-obatan dari golongan nitrat, nitrogliserin sublingual, antiinflamasi, dan antibiotika pada saat mengkonsumsi obat Amcor tidak menimbulkan dampak yang berbahaya untuk pengguna.
  5. Obat Amcor ini dapat dikombinasikan dengan obat-obatan yang masuk dalam golongan obat diuretik tiazid, beta adrenoreseptor blocker, atau ACE inhibitor, untuk mengobati penyakit hipertensi
  6. Pemberian obat Amcor bersamaan dengan jenis obat-obatan simetidin atau antasida tidak akan mengubah farmakokinetik (perjalanan obat dari awal hingga memberikan efek terhadap tubuh) obat Amcor.
  7. Penggunaan obat Amcor bersamaan dengan obat-obatan yang masuk kedalam golongan obat digoxin, warfarin, phenytoin dan indomethacin tidak akan menimbulkan masalah, karena obat Amcor ini tidak akan mengubah kadar komposisi digoxin. Obat Amcor juga tidak memiliki efek apapun terhadap ikatan protein yang terdapat pada warfarin, phenytoin dan indomethacin.

Peringatan dan Perhatian:

Berikut ini adalah beberapa peringatan dalam menggunakan obat Amcor yang perlu diperhatikan pengguna, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari penggunaan obat Amcor ini, pengguna di sarankan untuk menghindari makanan yang berlemak dan juga makanan yang terlalu banyak mengandung garam.
  2. Obat Amcor ini tidak boleh langsung diberikan untuk mengobati serangan nyeri dada yang sedang terjadi, pergunakan obat Amcor ini ketika serangan nyeri dada tersebut mulai mereda.
  3. Selalu berhati-hati dalam memberikan obat Amcor ini untuk pengguna yang mengalami kerusakan ginjal atau gagal ginjal.
  4. indari mengendarai kendaraan pada saat mengkonsumsi obat Amcor ini, karena dapat menyebabkan rasa kantuk bahkan pusing setelah mengkonsumsi obat ini.
  5. Pengguna yang sedang mengalami kerusakan hati (abses hati), perlu dilakukan pengawasaan ekstra pada saat mengkonsumsi obat Amcor ini
  6. Jangan mengkonsumsi obat Amcor ini tanpa resep dan saran dari dokter ataupun mempergunakannya melebihi dari dosis yang telah disebutkan diatas, karena hal tersebut dapat menyebabkan kondisi penyakit angina dan juga penyakit infark miokardial akut menjadi memburuk secara cepat.
  7. Sangat tidak disarankan mengkonsumsi obat Amcor ini pada saat pengguna sedang menyusui, karena obat ini dapat terlarut didalam ASI sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan bayi.
  8. Apabila ingin mnghentikan penggunaan obat Amcor ini, disarankan dilakukan secara bertahap, Karena apabila dilakukan secara tiba-tiba dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah frekuensi nyeri dada.
  9. Perhatikan dan awasi penggunaan obat Amcor ini ibu hamil, terutama yang memasuki kehamilan trimester pertama. Obat Amcor ini menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, termasuk kedalam obat kategori C, yaitu obat yang menyebabkan efek samping terhadap janin hewan percobaan, namun belum terdapat bukti telah terjadinya efek samping terhadap janin yang dikandung ibu hamil.
  10. Waspadai efek sampingnya pada saat memberikan obat Amcor ini pada penderita gagal jantung kongestif
  11. Simpan obat Amcor ini pada suhu ruangan, yaitu ruangan dengan suhu ≤30° C.
fbWhatsappTwitterLinkedIn