Home Featured Benar Tidak Sih, Kol Goreng Itu Penyebab Kanker?

Benar Tidak Sih, Kol Goreng Itu Penyebab Kanker?

by Erlita

Sayuran memang enak dan menyehatkan, seperti kol misalnya. Berbagai olahan kol dapat dinikmati, seperti ketika dijadikan sup hingga diolah dengan cara digoreng. Ya, kol goreng kini makin banyak saja penikmatnya, hanya saja meskipun enaknya sudah terbukti, mulai timbul kabar bahwa kol goreng penyebab kanker.

Semakin marak kol goreng di mana-mana, kini mulai banyak yang menyebut bahwa salah satu risiko mengonsumsinya adalah mengancam kesehatan dan bahkan mampu memicu kanker. Lalu masalahnya, apakah benar kol goreng itu menyebabkan kanker? Pernyataan tersebut hanya mitos atau benar-benar fakta menurut para ahli kesehatan?

Benar tidak sih kol goreng penyebab kanker?

Kol goreng disebut berbahaya bagi kesehatan karena adanya senyawa amina heterosiklik yang sifatnya karsinogenik atau sifat kanker. Biasanya memang senyawa pembawa sifat kanker ini dijumpai pada kerak wajan, panci, serta produk daging hingga olahan daging yang dibakar hingga gosong.

Hanya saja, seorang ahli kesehatan justru mengatakan bahwa ada kemungkinan senyawa itu bukan dari sayurnya langsung melainkan efek dari kerak wajan maupun panci. Menurut Mochammad Rizal, seorang ahli gizi dari Indonesia Sport Nutritionist Association dilansir dari laman Detik Health, dirinya belum menemukan adanya sumber yang menjelaskan keterkaitan antara sayur goreng (termasuk kol) dengan senyawa amina heterosiklik tadi sejauh ini.

Belum dapat dipastikan memang bahwa kol goreng membawa sifat kanker, hanya saja ada baiknya untuk tidak terlalu sering dan banyak mengonsumsi walau rasanya betul-betul enak. Hindari memakannya setiap hari terlepas ada ataupun tidak senyawa berbahaya tadi. Karena sebetulnya, kol yang digoreng dengan banyak minyak merupakan salah satu dari makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans tinggi yang bisa memicu tekanan darah dan kadar kolesterol naik.

Jika mampu menyebabkan kenaikan kadar kolesterol dan tekanan darah, hal ini akan mengarah pada sumbatan pembuluh darah. Jika pembuluh darah tersumbat oleh plak, mengalami penyempitan juga, sebagai dampaknya jenis-jenis penyakit jantung, lalu juga stroke bisa menyerang kapan saja.

Tips mengolah kol goreng

Para penikmat kol goreng, sah-sah saja kok kalau ingin mengonsumsinya, namun terlalu sering membeli di luar tentu kadar minyaknya jauh lebih tinggi. Ini dia beberapa langkah yang kiranya bisa diterapkan di rumah dalam pengolahan kol goreng:

  • Menggoreng rendah lemak, yakni dengan penggunaan minyak yang sedikit (seperti biasanya kalau hendak menumi). Hasilnya mungkin tak mirip dengan yang biasa dibeli di luar, namun dijamin menumis goreng ini adalah metode yang menghambat minyak tidak terlalu banyak terserap ke dalam kol. Sebab jika minyak berlebih terserap ke dalam kol, vitamin larut lemak yang ada di dalam sayur ini bakal rusak.
  • Menghindari proses menggoreng terlalu lama, sebab penggorengan yang diproses terlalu lama adalah salah satu pemicu kenapa nutrisi dari bahan yang digoreng mudah hilang. Jika kol nampak sudah sedikit kering pada bagian tepi-tepinya dan agak layu, tiriskan langsung.
  • Menggunakan minyak yang selalu baru, hindari penggunaan minyak yang sama berulang kali untuk menggoreng. Sebab dengan metode penggunaan minyak berulang, antioksidan dan nutrisi di dalam kol mudah hilang. Selain itu, menggunakan minyak baru justru akan menghindarkan tubuh kita dari risiko paparan senyawa pemicu kanker sekaligus potensi kenaikan kolesterol jahat.
  • Mengonsumsi bersama makanan sehat lainnya, seperti misalnya olahan daging bersama wortel, tomat, maupun sayuran lainnya yang kaya antioksidan. Hal ini bertujuan supaya kandungan amina heterosiklik dapat ditekan.

Jadi, kol goreng penyebab kanker itu benar tidak sih? Ada kemungkinan demikian, apalagi jika penggunaan minyak dan wajan dalam menggoreng kurang tepat. Waspadai juga berbagai bahaya kesehatan lain, seperti penyakit degeneratif yang mengancam dengan tidak makan berlebihan dan gorenglah sendiri di rumah dengan tips di atas.

You may also like