14 Remaja AS Terkena Masalah Pernapasan Usai Isap Vape

78

Usai mengisap rokok elektrik atau vape, ada 14 orang remaja yang sampai harus dilarikan ke rumah sakit di Wisconsin dan Illinois, Amerika Serikat. Menurut pengumuman oleh pejabat kesehatan terkait Jumat (5/8) lalu, 14 orang remaja ini mengalami gangguan pada pernapasan mereka usai mengisap jenis rokok elektrik tersebut.

Usia yang masih muda dan pemakaian vape yang dikatakan lebih aman ketimbang rokok ternyata tetap dapat memicu masalah pernapasan serius pada 3 orang remaja di Illinois sehingga harus mendapat perawatan di rumah sakit. Tak hanya itu, penyakit paru-paru parah pada 11 orang di Wisconsin yang pun alami peningkatan dari laporan kasus di akhir Juli kemarin.

Melansir dari laman CNN, Chuck Warzecha sebagai wakil administrator pada departemen kesehatan Wisconsin mengatakan bahwa remaja-remaja tersebut harus menempuh perawatan di rumah sakit karena mengalami nyeri di dada, tubuh kelelahan, ditambah dengan sesak nafas. Beberapa dari pasien ini telah menunjukkan kondisi yang baik walaupun ada risiko efek jangka panjang yang dapat terjadi.

Banyak orang belum begitu tahu dan kenal akan apa yang dirinya gunakan karena vape walau terbilang lebih aman dari rokok tembakau, hal ini tak sepenuhnya benar. Dalam pembuatan vape, bahan-bahan yang digunakan tak kalah berbahaya dari rokok tembakau karena kandungan bahan kimia yang mampu meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan paru-paru.

Bahkan hal ini diakui oleh American Lung Association kalau vape menawarkan efek buruk bagi kesehatan penggunanya. Ada bukti konklusif pula yang dilaporkan tahun lalu oleh Komite Pakar Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik dan Kedokteran Nasional bahwa kebanyakan produk rokok elektrik tak hanya mengandung nikotin. Rokok elektrik pada dasarnya mengandung sekaligus mengeluarkan zat-zat beracun yang memicu gangguan kesehatan kronis bagi penggunanya.

Lalu, selain nikotin ada kandungan apa saja di dalam rokok elektrik atau vape yang sebenarnya kita perlu tahu dan kenali satu per satu sebelum memutuskan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik?

  • TSNA/tobacco-specific nitrosamine, yakni suatu senyawa karsinogen yang biasanya pun digunakan untuk pembuatan rokok tembakau di mana kadar nitrosamin ini makin tinggi ketika kadar nikotin tinggi.
  • Gliserin atau propilen glikol, yakni bahan pemroduksi uap air dan menurut hasil penelitian justru bahan inilah yang kalau dihirup bisa sebabkan iritasi saluran pernapasan.
  • Senyawa logam, semacam timah, nikel hingga kromium.
  • Penambah rasa agar ketika pengguna mengisapnya ada sensasi rasa tertentu, seperti rasa buah, vanila, atau ada juga yang coklat.

Selain membahayakan sistem saluran pernapasan, pengguna rokok elektrik yang masih muda sebenarnya juga terancam kerusakan kesehatan sistem saraf otak sehingga perkembangan otak menjadi terhambat. Menurut pemimpin studi dari University of Southern California, Amerika Serikat bahaya vape sendiri bisa kemudian meningkatkan keinginan dan budaya merokok pada kalangan anak serta remaja.

Para penggunanya, tak hanya untuk remaja, orang dewasa pun perlu memahami bahwa penggunaan rokok elektrik sangat rentan meledak. Sejumlah kasus ledakan dari penggunaan vape saja mengakibatkan luka serius pada si penggunannya. Jadi tak hanya soal kesehatan paru-paru dan otak, tapi ledakan rokok elektrik yang memicu luka bakar juga patut diwaspadai.